Children Will Listen

Subliminal Message, atau dalam bahasa Indonesianya disebut pesan terselubung, atau pesan di bawah kesadaran yang melihatnya. Pesan yang bisa jadi sebenarnya bukan yang dikehendaki yang menyampaikannya. Pesan yang tak tersurat tapi tersirat. Yang jika dibawa ke meja hijau akan sulit untuk membuktikannya.

Deburan pesan yang menerpa setiap hari, menghantam hampir semua manusia di dunia. Seperti saat Anda membaca tulisan ini. Atau saat melihat media sosial, tv, film, gambar, dubsmash, dan sebagainya, semuanya menyampaikan pesan. Bagi penerima yang sudah memiliki pemikiran dan keteguhan mental pun, pesan-pesan terselubung ini bisa masuk dan perlahan menjadi kenyataan. Pada dasarnya, kenyataan adalah pesan-pesan terselubung yang disampaikan secara terus menerus.

Bagaimana kalau pesan-pesan itu sampai ke panca indera anak-anak kita? Yang masih polos dan menerima semua yang dilihat sebagai kebenaran dan kepatutan.

Apa kira-kira yang mereka pikirkan saat merela melihat akun Instagram @PrincesSyahrini? Yang dengan bebas dan luwes memamerkan kekayaan dan harta yang dimilikinya sebagai simbol kesuksesan yang #Bukan_Khayalan_Semata. Berpindah dari satu negara ke negara lain dengan pesawat jet pribadi sambil menenteng tas yang harganya cukup untuk membeli sebuah rumah di pinggir Jakarta.

syr1t

Perlahan dan pasti, Syahrini menyampaikan pesan “pamerkanlah kekayaanmu untuk meraih kesuksesanmu.” Tapi jangan salahkan Syahrini kalau anak Anda semakin hari semakin materialistis. Karena Syahrini hanyalah menjadi Syahrini. Dia menjadi dirinya sendiri. Dan besar kemungkinan dia tak menyadari apa yang sedang dilakukannya.

Atau saat anak-anak menonton tingkah Sony Wak Waw yang sedang mempermalukan dirinya sendiri dan mendapat sambutan dan penghargaan dari orang-orang di sekitarnya. Besar kemungkinan, pesan “permalukanlah dirimu untuk meraih ketenaranmu” akan semakin diyakini sebagai kebenaran kalau tidak mau dibilang sebagai satu-satunya cara.

Soni Wakwaw

Bukan ingin untuk protes atau ikut-ikutan bersuara, pernahkah terpikirkan apa yang generasi muda kita -khususnya yang sedang kuliah belajar untuk meraih cita cita sebagai Duta Besar – pikirkan saat mengetahui seorang Pelukis (atau memiliki hobi melukis) diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria? Bukan bermaksud merendahkan profesi Pelukis, tapi bukankah seorang Duta Besar perlu memiliki latar belakang, pengetahuan dan wawasan Hubungan Internasional, Ilmu Sosial dan Politik? Karena kalau Sosialita mungkin lebih cocok untuk jadi Duta Besar Bvlgari.

Dalam sebuah tulisan di Kompas, tertulis empat kriteria seseorang bisa menjadi Duta Besar. Kriteria tersebut yaitu paham betul daerah bertugas, memiliki inisiatif dalam berbagai bidang yang menguntungkan Indonesia, memiliki solusi dalam penyelesaian konflik bilateral, dan memiliki konsep dalam menjembatani hubungan Indonesia dengan tempat bertugas.

50191_620

Kalau memang benar Indonesia harus punya masa depan yang lebih baik dari sekarang, bukankah sudah menjadi kewajiban kita sebagai “orang tua” untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan kebajikan. Pesan klasik yang bisa menjadi bekal abadi di masa depan. Bukan sekedar pendidikan di bangku sekolah, tapi pendidikan dalam arti seluas langit dan pemahaman sedalam inti bumi.

Karena memilih Duta Besar adalah hak Presiden RI sepenuhnya, benarkah keputusan pengangkatan ini peduli pada masa depan Bangsa?

Kekhawatiran ini pula mungkin yang membuat Stephen Sondheim menulis lagu  “Children Will Listen”

Careful the things you say
Children will listen
Careful the things you do
Children will see and learn
Children may not obey, but children will listen
Children will look to you for which way to turn
To learn what to be
Careful before you say “Listen to me”
Children will listen
Careful the wish you make
Wishes are children
Careful the path they take
Wishes come true, not free
Careful the spell you cast
Not just on children
Sometimes a spell may last
Past what you can see
And turn against you
Careful the tale you tell
That is the spell
Children will listen

 

Iklan

2 thoughts on “Children Will Listen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s