Menjual Merah Putih

Cipto memutuskan berhenti dulu jadi kuli bangunan. Uangnya tinggal Rp. 20,000. Jam 6 pagi ambil barang dagangan di Pasar Rebo. Ada kesempatan dapat untung lumayan kata kawannya. Menjual Merah Putih. Cuma 25 hari kok. Nanti, lepas tanggal 16 Agustus, Cipto kembali nembok di Ciracas.

Ia meninggalkan 2 anak dan istrinya di Pemalang. Sudah 6 tahun belakangan kerja di Jakarta. Serabutan. Kadang nembok, ngecat, kadang di bengkel, buruh pasar, nunggu warung, jualan bendera. Apa aja, yang penting bisa kasih makan keluarga. Anak Cipto namanya Melani dan Dian. Istrinya, Yani.

Meski jualan bendera cuma bisa setaun sekali. Usaha ini paling menguntungkan Cipto ketimbang profesi lain yang pernah ia jajal. Cipto hanya butuh cari tempat, ambil barang, jualan dan dapat bagian. Kalo ndak laku, kembalikan. Cepat, efisien dan halal.

image
Cipto dan dagangannya.

Cipto gelar dagangannya di jalan Raya Lapangan Tembak, dekat Pasar Cibubur. Jalannya ramai. Jadi, banyak pembeli. Ada sedikit tempat parkir yang bisa masuk dua mobil berjajar. Hampir tiap 3 menit, Cipto didatangi orang yang butuh bendera. Karena bendera taun lalu hilang atau lupa simpan.

Ia jual semua jenis bendera. Paling besar ukuran 2,2 meter, harganya Rp. 250,000. Bendera yang lebih kecil antara Rp. 30,000 sampai Rp. 200,000. Umbul-umbul, mulai Rp. 80,000. Dan bendera plastik satuannya Rp. 5,000. Semua untungnya bisa 50%. Setengah buat Cipto, sisanya buat yang punya barang. Transaksi dalam satu hari antara Rp. 450,000 sampai Rp. 1,200,000. Artinya, Cipto dapat setidaknya Rp. 2,800,000 dalam 25 hari jualan mendekati hari kemerdekaan. Dua kali lipat dari upah buruh dan mbengkel yang di bawah UMR DKI. Baju baru buat Melani dan Dian!

image
Cipto melayani pembeli.

Tahun 2015 ini Cipto udah dua kali pulang kampung. Bulan Februari lalu karena sakit, lalu Mudik Lebaran. Selalu bawa oleh-oleh. Uang seadanya ditabung di BRI. Istrinya bisa ambil sendiri di ATM di Pemalang. Ia ndak mau dibilang orang susah. Pendapatannya macam-macam. Yani juga kerja. Melani dan Dian sekolah seperti banyak anak lainnya.

Saya sama Mas pasti lebih kaya saya. Wong saya kerjaannya banyak! Hahaha…

Iklan

2 thoughts on “Menjual Merah Putih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s