Di Persimpangan Jalan

Saya itu punya kebiasaan kalo nonton film atau serial di akhir pekan itu suka secara tidak sadar selalu mempunyai tema yang sama atau setidaknya aktor yang sama dengan film yang berbeda. Itu sudah terjadi dari jaman rental VCD, ketika saya masih di SD. Entah ini hal yang biasa atau tidak. Eniwei.. ternyata akhir pekan kemaren setelah saya amati ternyata saya melihat beberapa film atau serial dengan tema LGBT. HAAAH!?

Mungkin ini terjadi karena beberapa minggu ke belakang dunia maya sempat didominasi oleh warna pelangi. Setidaknya itu yang saya perhatikan di Twitter dan Facebook. SCOTUS, Mahkamah Agung-nya Amerika Serikat meloloskan undang-undang yang melegalkan pernikahan dengan sesama jenis melalui dissenting opinion. Ini mungkin merupakan “kado terakhir” dari pemerintahan Obama yang sebentar lagi akan berakhir. Walaupun masih ada pertentangan di akar rumput. Padahal sebelumnya Republik Irlandia telah lebih dulu melegalkan undang-undang yang sama beberapa minggu sebelumnya. Bahkan keputusan diambil melalui referendum yang melibatkan warganya dan menang melalui popular votes. Negara pertama yang melakukannya.

Tapi memang beberapa tahun ke belakang memang marak film atau serial yang mengusung LGBT ya. Film yang saya liat itu diantaranya adalah I Love You Philip Morris yang dibintangi oleh Jim Carrey dan Ewan McGregor. Bagus. Diambil dari kisah nyata. Perpaduan Catch Me If You Can dengan Brokeback Mountain dan sedikit Behind The Candelabra.

woodr

Tapi saya lebih menyoroti ke dua serial yang sedang tayang. Yang pertama adalah True Detective musim kedua. Jika diamati secara seksama bisa dilihat bahwa keempat tokoh sentral di serial ini bermasalah semua. Nic Pizzolato sebagai kreator dari serial ini memang suka ekspos sisi gelap dari kehidupan. Paul Woodrugh, yang diperankan oleh Taylor Kitsch, adalah seorang polisi yang sedang mengalami krisis identitas, sebagai veteran Afganistan yang menjadi polisi dan sedang dilema mengenai orientasi seksualnya apakah dia seorang gay atau straight? Karena dia tidak begitu menikmati bersenggama dengan pacarnya yang notabene latina. Tapi dia masih dalam taraf denial untuk mengakui dirinya sebagai gay. Dia banyak menghabiskan waktunya menghabiskan waktu di jalan raya dengan sepeda motornya di malam hari dengan kecepatan tinggi sampai dia merasa lelah.

cait2

Satu lagi serial baru mengenai Caitlyn Jenner berjudul I Am Cait yang ternyata oke. Setidaknya di episode pertama. E! Channel sebagai TV yang menayangkan serial ini lebih menekankan pada sisi psikologis yang dialami oleh Caitlyn Jenner yang sebelumnya bernama Bruce Jenner. Bagaimana rasanya menjadi Caitlyn yang dulunya adalah seorang atlet olimpiade yang mendapatkan medali emas di cabang dekatlon tahun 1976. Dia juga seringkali muncul di serial Keeping Up With The Kardashians. Dia adalah mantan suami dari ibu dari Kim Kardashian. Intinya dia adalah orang yang terkenal. Bebannya untuk memutuskan menjadi transwoman seperti sekarang ini bukan perkara mudah. Bahkan dia sempat mempunyai suicidal thoughts mengenai orientasi seksualnya. Hal ini dia simpan selama puluhan tahun. Puluhan tahun! Beban psikologis hidupnya lebih berat dari Ellen Page, Ellen DeGeneres, Jodie Foster, Martina Navratilova. Atau bahkan Dorce Gamalama.

Ada benang merah yang bisa ditarik dari tontonan di atas. Yaitu kejujuran itu butuh keberanian yang luar biasa. Dalam segala hal sebetulnya. Banyak konsekuensi yang akan hinggap ketika kita jujur terhadap diri sendiri. Kehilangan teman misalnya. Mending teman sedikit tapi beneran teman atau banyak tapi banyak yang “sekedar teman”? Ada kelegaan yang tidak bisa dinilai harganya. Melepaskan beban yang begitu berat itu rasanya seperti kita akan camping sambil membawa ransel 25 liter dan kita sudah mencapai tujuan. Selanjutnya hanya tinggal medirikan tenda.

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan kita menunggu para public figure di Indonesia yang sering tampil di layar kaca atau layar lebar itu come out dan menyatakan jatidiri sebenarnya? (Saya memang judgmental tapi percayalah gaydar saya sudah EDGE menuju 3G walaupun belum seperti teman-teman lain di linimasa yang sudah LTE). Apakah menunggu seperti Ganda.. eh Ian McKellen yang menyatakan dirinya gay di tahun 80an? Atau seperti Christopher Plummer di film Beginners?

IMG_20150728_121048

You decide.

Iklan

7 thoughts on “Di Persimpangan Jalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s