Sulitnya Perpisahan

Saya yakin kalau cukup banyak dari Anda yang menyukai perhelatan sedang maupun besar. Mengembangkan jejaring, berkenalan dengan orang-orang di industri yang sama, yang siapa tahu bisa membantu atau sebaliknya, Anda bisa membantu mereka melancarkan dan mengejawantahkan ide-ide yang selama ini ada di dalam kepala saja. Saya pun demikian. Tetapi ketika melakukannya saya sadar kalau ini adalah bagian dari pekerjaan, dan sedapat mungkin saya tidak menghabiskan waktu berlama-lama di acara tersebut. Bukan karena saya memiliki hal yang lebih penting untuk dilakukan (kecuali tidur adalah hal lebih penting), tapi karena saya merasa lelah sekali jika harus bersosialisasi dalam periode yang panjang.

Karena itu saya merasa Irish Exit seperti diciptakan untuk orang-orang seperti saya. Sebenarnya bahkan sebelum mengetahui soal istilah ini, saya cukup sering melakukannya. Irish exit menurut Urban Dictionary (salah satu definisinya) adalah meninggalkan satu acara tanpa pamit dengan yang hadir di acara tersebut.

Anda pasti familier dengan skenario ini; setelah menghabiskan waktu di satu acara, Anda berpikir ingin pamit. Karena ada beberapa kelompok di acara tersebut, Anda pun bergabung dengan kelompok terbesar, kemudian karena mereka sedang berada di tengah pembicaraan seru, Anda menunggu sampai mereka paling tidak menyelesaikan pembicaraan tersebut, lalu memotong dengan mengatakan keinginan untuk pamit. Tentunya akan ditanggapi, dengan pernyataan dan pertanyaan yang mungkin akan membuka percakapan baru yang walaupun Anda berusaha menyelesaikan secepat mungkin, tetapi demi kesopanan masih Anda tanggapi dengan cukup. Ulangi proses ini untuk beberapa kelompok lain. Kemudian tiba-tiba ada rekan yang menanyakan tujuan dan menyatakan kalau ingin ikut kendaraan Anda sampai ke tempat tertentu. Tak mungkin Anda menolak. Jadi Anda harus menunggu yang bersangkutan untuk mengambil barang dan pamitan juga dengan beberapa orang di acara ini. Disadari atau tidak, waktu setengah hingga satu jam sudah berlalu dari awal ketika Anda berniat pamit.

Jika membaca situasi di atas membuat merinding, mungkin irish exit bisa dipertimbangkan. Tentunya kalau dalam situasi profesional, sulit untuk dilaksanakan secara murni, jadi harus dibuat beberapa penyesuaian, seperti:

  • Sebelum merencakan exit, yakinkan Anda sudah menemui orang-orang yang penting untuk ditemui, membicarakan apa yang harus dibicarakan, dan memperkenalkan diri ke orang-orang yang Anda ingin kenal.
  • Selalu (selalu!) pamit kepada tuan rumah atau yang punya acara. Mungkin Anda tidak ingin menghabiskan waktu berlama-lama, tetapi pergi tanpa pamit ke yang punya acara kurang sopan. Anda akan ditanya mengapa harus meninggalkan acara, karena itu membawa ke poin ketiga;
  • Siapkan alasan yang meyakinkan dan tidak bisa ditolak. Saya ingin memberikan usul, tetapi segan untuk membocorkan rahasia di sini, jadi silakan dipikirkan sendiri, saya yakin Anda lebih kreatif.
  • Selain dari tuan rumah, jika ada atasan Anda yang hadir di acara tersebut, pamitlah kepada beliau. Jika Anda khawatir tertahan, tunggu ketika dia tampak sibuk dengan orang lain, kemudian Anda pamit dengan terburu-buru.
  • Keluar melalui pintu selain pintu masuk (jika ada), karena selain menghindari bertemu dengan orang yang akan menyapa atau melemparkan pertanyaan lagi, ternyata salah satu definisi irish exit adalah kebiasaan orang Amerika Serikat keturunan Irlandia yang pergi lewat pintu samping untuk menghindari mengucapkan selamat tinggal dengan basa basi yang tak berujung.
  • Jika harus keluar melalui pintu utama, hindari kontak mata.
  • Relakan doorprize atau malah goodie bag yang biasanya baru diberikan di penghujung acara.

Demikian sedikit tip dari saya, semoga berguna. Saya doakan usaha kabur Anda lancar dan sukses.tumblr_inline_mpw82snZ0X1qz4rgp

Posted in: @linimasa

2 thoughts on “Sulitnya Perpisahan Leave a comment

  1. Saya SERING melakukan Irish exit. Terutama di undangan pernikahan, atau acara massal. Biasanya saya akan pamitan dengan tuan rumah dari jarak jauh dan melakukan wave good bye sambil berbahasa isyarat untuk alasan yang absurd…

    Atau kadang sms akan membantu untuk mengatakan saya terburu2 dan kamu sibuk, saya tidak enak mau mengganggu… dengan halus…

Leave a Reply