Gaydar

Salah satu kemampuan mutan bernama homoseksual adalah Gaydar. Selain kekuatan mendekorasi pelaminan, tentunya. Gaydar adalah intuisi seseorang dalam menilai preferensi seksual orang lain. Survey bilang akurasinya mencapai 98%. Bahkan, untuk beberapa homoseksual tingkat alpha, bisa sampai 110%. Ya, mereka mampu mengkonversi heterosexual jadi manusia yang lebih berwarna.

image
Sumber: Google

Ndak ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan soal gaydar. Satu penelitian di Kanada mengatakan kalau intuisi unik ini sebetulnya dimiliki semua orang. Tapi, karena homoseksual membutuhkannya lebih dari heteroseksual dalam mencari pasangan, maka mereka mengasahnya secara ndak sengaja hingga tingkat tertentu yang efeknya cukup bermanfaat. Penelitian lain mengungkapkan kalau gaydar adalah simpulan dari serangkaian stimulus fisik yang mengindikasikan ciri-ciri homoseksual. Misal, cara bicara, berdandan, gerak tubuh, hingga wangi-nya. Sampai lahirnya kaum metrosexual, teori ini batal demi kemanusiaan.

Meski ia termasuk anugerah Allah SWT, ia ndak serta merta dapat digunakan dengan sengaja. Ia harus dilandasi satu kebutuhan yang relevan. Seperti kemampuan pendengaran extra para tuna netra, gaydar juga berkembang relatif pada homoseksual. Ia harus diasah agar lebih sakti mandraguna. Seorang kawan, bisa merasakan keberadaan homoseksual dari jarak 30 meter, bahkan sebelum ia muncul di depan mata. Dia bilang, udaranya jadi bau popcorn campur permen sugus merah muda. Atau tiba-tiba hujan glitter. Atau berkumandang lagu Barbara Streisand. Jam terbang adalah faktor paling penting untuk mencapai gaydar dengan tingkat kematangan sekelas Elthon John. Ingat, Grindr adalah aplikasi pemalas yang menumpulkan gaydar.

Gaydar ndak bekerja berdasarkan pesanan. Jadi, kalau ada yang tanya: “bo, liatin dong, suamiku homo bukan?” Jawab aja: “kayaknya bukan ya. Dia cuma jijik aja sama kamu.

Seringnya gaydar bekerja sebagai intuisi sesaat. Timbul begitu saja dan ndak bisa diulangi. Apa yang ia simpulkan pertama kali, itulah kebenarannya. Mengulangi fungsi gaydar atau mempertanyakan hasilnya akan membiaskan hasil hinga, seiring waktu, pudar.

Untuk homoseksual, intuisi ini sering tertukar dengan birahi. Di lain pihak, bagi heteroseksual, intuisi ini sering menimbulkan rasa ndak nyaman. Maka, dibutuhkan konfirmasi dari pihak lawan. Apapun hasilnya, tindakan selanjutnyalah yang menentukan kadar kemanusiaan seseorang.

Gaydar bisa hilang, rusak atau ndak berfungsi beberapa saat. Seperi gaydarku yang rusak sejak menonton konser Kylie Minogue di Sentul City. Mungkin ia meledak, entahlah. Terlalu banyak Diva di tempat yang sama bisa merusak gaydar. Menonton pornografi juga kabarnya dapat merusak gaydar. Kebanyakan jahe merah dan bawang putih memberikan efek negatif pada gaydar. Sebabnya bisa lain-lain. Kalau sudah begini, silakan pakai prinsip berikut:

Semua laki-laki adalah homo. Sampai terbukti sebaliknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s