Jeff, Apakah Kamu Masih Mau Bekerja?

Dengar, Jeff. Aku mempekerjakan kamu karena kamu tampak seperti anak yang baik. Seorang anak dengan banyak potensi dan ambisi. Seseorang yang bisa aku andalkan datang setiap pagi, siap untuk bekerja, ingin belajar, dan lapar untuk sukses. Ketika kita pertama kali bertemu, aku melihat lebih dari sekedar ijazah gelar Master dari Universitas Indonesia. Aku melihat seorang anak yang tampaknya konsisten dan teguh pendirian atas setiap tantangan yang terjadi, bahkan jika tantangan itu adalah ketika aku melihat kelaminmu, secara ndak sengaja, di WC, bilik ke dua dari kanan.

image

Sejauh ini performa kamu cukup bagus dibanding anak-anak lain yang pernah bekerja di perusahaan ini. Aku bisa melihat dari bagaimana kamu berkeja sehari-hari. Memberikan laporan dn bahkan tiap kali kamu ijin ke belakang. Kita seharusnya berada di halaman yang sama mengenai hal ini. Penis kamu ndak dan ndak akan pernah mempengaruhi penilaian kerja kamu. Ini berlaku umum di setiap perusahaan, untuk semua karyawan.

Aku tau dan aku pernah lihat hal semacam itu sebelumnya. Panjang dan coklat terang. Ndak ada yang salah dengan itu, Jeff. Kalau kamu perhatikan, penismu agak miring ke kanan dengan sedikit tonjolan di bagian pangkalnya. Ini bisa jadi gejala hernia dan aku sarankan untuk segera melakukan pemeriksaan. Hernia bukan penyakit kronis, Jeff. Dokter punya banyak metode menghilangkannya dengan cara yang relatif mudah dan aman. Lebih menggembirakan lagi, perusahaan akan menanggung seluruh biaya pengobatan kamu. Tapi, sebelumnya kamu harus pastikan dulu itu adalah hernia. Kamu bahkan bisa minta aku secara pribadi untuk memeriksanya lebih dekat.

Perusahaan juga butuh orang yang sabar, Jeff. Aku yakin kamu memiliki kesabaran itu. Mengenai reaksiku yang langsung memegang penismu itu hanya spontanitas belaka. Sungguh bukan hal yang patut disesalkan. Kamu sudah memberikan inspirasi untuk aku pribadi dan perusahaan. Spontanitas adalah bagian dari kreativitas. Kita bisa mengolahnya jadi beraneka ragam aksi yang positif.

Kamu juga seharusnya sadar perusahaan ada di pihakmu sejak awal. Keadaan ini belum tentu kamu dapatkan di perusasahaan lain ataupun keluarga sendiri. Kebiasaanmu menurukan celana hingga ke lutut waktu buang air kecil juga bukan halangan untuk kembali bekerja di perusahaan ini. Secara pribadi aku mendukung kebiasaan ini. Aku juga akan meberlakukannya untuk seluruh karyawan laki-laki di perusahaan karena kamu begitu menginspirasi.

Aku tahu sekarang sudah dua minggu kamu tidak hadir tanpa keterangan. Dengan ini perusahaan menyatakan kemaklumannya dan dapat menerima kamu kembali dengan tangan terbuka. Perusahaan juga paham kalau kamu ketakutan waktu aku jongkok dan membuka mulut setelah waktu itu aku pegang penismnu. Yang satu ini adalah bentuk kekaguman. Bukankah tadi aku bilang, kamu menginspirasi?

Tidak ada maksud buruk dariku dan perusahaan. Spontan dan kagum adalah hal biasa. Justru menghembuskan angin segar yang jarang sekali dialami perusahaan di masa-masa sulit belakangan. Maka, perusahaan berencana memberikan kamu kenaikan gaji jika kembali bekerja. Jadi, Jeff, apakah kamu masih mau bekerja?

salam hormat,
Gandrasta Bangko

tembusan:
Direktur Personalia
Direktur Utama

Iklan

3 thoughts on “Jeff, Apakah Kamu Masih Mau Bekerja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s