Tentang Dinosoless

Tulisan pagi ini saya tulis saat berada di bus, menuju salah satu obyek wisata bersama seluruh rekan kerja saya. 
 

Apakah Anda pernah bernasib sama dengan saya? Ketika urusan kantor, untuk dan atas nama kebersamaan, dengan perasaan gamang menghabiskan akhir pekan ke luar kota. Biasanya dengan embel-embel judul “gathering”.

Bos merasa ndak enak kalau dalam enam bulan ndak mengajak seluruh anak buahnya pergi tamasya. Begitu juga dengan perasaan anak buah. Ndak enak kalau ndak ikut hadir dalam acara “kebersamaan”.

Sama-sama ndak enak sebetulnya. Saya pribadi selalu berpikir bahwa hari libur sebaiknya ya bersama keluarga. Lha kok ini bersama rekan kerja lagi. Lain cerita jika gathering ini menjadi family gathering dimana seluruh karyawan boleh membawa anggota keluarga. Wajib malah. 

Jika “gathering” saat hari kerja sepertinya sebagian akan lebih menyukainya. Seakan-akan rutinitas kantor diganti acara liburan. Ini lebih menyenangkan. Toh akhir pekan masih dapat berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Lalu apa yang dilakukan para Bapak, seperti saya, jika akhir pekannya terpakai kegiatan kantor? Apakah harus menggantinya dengan cuti di hari Senin Selasa?

Sepertinya mustahil. Cara paling gampang, mensubtitusi “waktu keluarga” dengan “oleh-oleh”. Ini manjur bagi Bapak yang anak-anaknya relatif sudah besar. 

Jika anak kita masih kecil, iagak kurang efektif. Ingatan anak sederhana saja: “Kalau papah pakai baju batik, berarti besok aku bisa renang dan jalan-jalan.” Oleh-oleh ndak begitu manjur. Mereka ndak terlalu suka benda. Mereka lebih menyukai bermain-main. Mereka lebih menyukai kehadiran daripada bingkisan. 

Oleh karena itu, semalam, sebelum pagi ini saya pergi bersama rekan kerja, saya ajak mereka nonton di bioskop. Harapan saya, mereka tidak merasa hak-nya terkirangi karena bapaknya pergi di akhir pekan.

“Dinosolessnya nakutin Yah”, begitu kira-kira komentar si kecil usai menonton filem dinosaurus kemarin.

“Selem banget dan kejem ya Yah..”
“Nak, kelak besar nanti kamu bakalan mengerti yang serem-serem itu yang akan dihadapi setiap hari. Dan sekarang Ayah sedang pergi bersamanya..”

salam anget di hari sabtu. 

Roy 

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Dinosoless

  1. Kamu pergi ke mana sih?
    Berapa lama?
    Sama siapa aja?
    Naik apa?
    Nginep di mana?
    Ngapain aja nanti di sana?
    Bawa baju berapa?
    Makannya gimana?
    Trus, trus?

Leave a Reply