You’re My Constant

Saya pindah tempat lagi kemarin. Bukan rumah, bukan, rumah saya masih sama. Tetapi meja tempat saya bekerja. Saya sudah ditransfer ke majalah lain di dalam grup dari dua bulan yang lalu, tetapi sebelum benar-benar harus, saya masih menunda terus memindahkan isi meja kerja saya ke tempat yang baru. Sampai yang menggantikan saya di majalah sebelumnya sudah hadir, dan saya mulai berkemas dengan perasaan haru biru. Tanpa mengucapkan “selamat tinggal” yang resmi (kecuali kepada meja saya yang sudah saya gunakan selama 4 tahun lebih), saya pun memindahkan semuanya.

OK, mungkin saya agak terlalu dramatis, mengingat saya hanya pindah ke gedung sebelah, apalagi minggu depan majalah yang sebelumnya saya tempati juga ikut pindah ke gedung yang sama. Tapi tetap saja ada yang berubah. Hampir semua berubah.

Perubahan memang punya cara yang lucu untuk pelan-pelan menangkap saya, terutama ketika semua mulai terasa nyaman. Kalau Anda sudah setua saya, mungkin di satu saat pernah berpikir kalau; mungkin di usia seperti ini perubahan tidak akan terjadi sebrutal waktu masih muda. Tapi ternyata salah. Dan dari yang saya lihat, kita bisa memilih tidak bergerak bersama perubahan dan menjadi tidak relevan, bahkan seolah hidup di masa lalu atau ikut bergerak, dan tak jarang menemukan diri di tempat yang benar-benar baru. Tidak seperti tubuh manusia yang akan lebih sehat di keadaan homeostasis, keseimbangan yang sempurna dan menjadikan semuanya tidak berubah dalam waktu yang lama di luar tubuh kita mungkin hanya mitos belaka. Atau hanya terjadi dalam waktu sangat singkat.

Semakin seringnya perubahan yang terjadi, saya terkadang mendambakan adanya constant di hidup saya. Elemen yang tidak berubah di hidup saya. Seperti kalau kita mengacu ke mathematical constant, apakah itu fungsi yang menurut perjanjian awal tidak berubah, walaupun semua nilai berubah. Atau sebuah x dan y yang tidak berubah walau rumusnya berganti-ganti. Atau nilai-nilai yang secara umum telah dipahami tidak akan berubah seperti 0, 1 atau pi. Dalam banyak kasus, anggota keluarga inti adalah constant saya.

Tetapi tidak jarang terjadi, seperti manusia pada umumnya itu saja tidak cukup. Memang indah rasanya kalau setiap hari dari pagi hingga petang, saya terombang ambing oleh dunia di mana saya tidak memegang kendali. Banyak sekali elemen, baik manusia, situasi atau kondisi yang tanpa disangka bisa memengaruhi hal-hal yang saya pikir sudah direncakan dengan matang dan kecil kemungkinan bisa diubah. Tetapi di ujung hari saya tahu saya akan pulang ke anak saya. Saya akan tidur seranjang dengannya, sambil mengobrol sebelumnya tentang apa yang terjadi hari itu, mungkin menonton Adventure Time bersama, atau membaca dari satu buku bersama.

Kalau saya melihat ke sekeliling saya, ternyata cukup banyak teman-teman yang (secara tidak disangka) cukup lama berada di dekat saya, dan tetapi sering bertemu untuk melepas rasa rindu walau tidak setiap hari bahkan setiap minggu. Belum lagi seorang kekasih yang beberapa tahun belakangan ini jadi bagian hidup.

Banyak orang baru akan datang dari hidup kita. Tidak sedikit juga yang akan meninggalkan hidup kita (atau pindah ke perimeter di mana tidak terdeteksi dengan indera atau perangkat telekomunikasi sederhana). Emosi, situasi, kesadaran dan cara kita hidup selalu berubah, dan ini bisa mengubah semuanya. Alangkah indahnya kalau saya bisa bilang dengan keyakinan, apapun yang terjadi di dunia ini, you’ll be my constant. Mungkin pun akan berubah.

If you understand the reference, let's be friends!
If you know the reference, let’s be friends!
Iklan

2 thoughts on “You’re My Constant

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s