Meraba Masa Depan Industri Musik

musicfuture6

Setelah membaca artikel mengenai masa depan industri di Guardian, saya melihat bahwa masa depan industri musik adalah menggratiskan semua layanan streaming musik (maaf saya belum menemukan padanan kata streaming dalam Bahasa Indonesia). Daniel Ek, sebagai CEO Spotify mengamini wacana ini. Layanan gratis musik streaming gratis justru akan menyelamatkan industri musik, bukan membunuhnya. Para pendengar freemium Spotify jauh lebih banyak daripada layanan berbayar. Dengan layanan gratis ini justru memberikan pendengar pengalaman dan apabila mereka puas dengan layanan gratis bukan tidak mungkin mereka akan pindah ke layanan berbayar dengan kualitas suara yang lebih bagus dan bebas iklan.

musicfuture2

Yak betul gratis. Seperti kita mendengarkan radio AM/FM di jaman yang sudah hampir kita lewati. Kita tidak pernah membayar uang untuk mendengarkan lagu di radio. Hanya ada konsekuensi untuk mendengarkan iklan setelah lagu habis–dan apabila keberatan tinggal cari gelombang lain. Bahkan di Norwegia, radio FM/AM akan segera dihilangkan di tahun 2017, karena 50% dari pendengar radio di sana mendengarkan radio secara digital, tidak melalui radio konvensional. Saya yakin ke depannya negara lain akan segera menyusul. Setidaknya di Skandinavia dan melebar ke negara Eropa lainnya.

Inilah masalah yang dialami oleh Tidal–yang tidak memiliki fitur gratis. Pelanggannya tidak bertambah secara signifikan. Para pendengar musik rupanya tidak begitu peduli dengan kualitas suara yang didengarkan. Dan enggan untuk membayar 20 dollar hanya untuk mendengarkan lagu dengan kualitas CD. Semua terdengar sama. Dengan harga langganan yang relatif mahal–bahkan untuk negara maju–bahkan model seperti ini justru memicu pembajakan ilegal. Jay-Z has 99 problems and Tidal is one of them.

musicfuture4

Lalu dari mana musisi mendapatkan uang? Banyak cara sebetulnya. Bisa melalui off-air seperti manggung, atau menjual merchandise, atau menjual CD/vinyl rekaman mereka. Lebih sulit dilakukan memang untuk musisi baru. Itulah kenapa jarang sekali musisi baru yang mengandalkan mata pencaharian utamanya dari bermusik. Tapi kalo musikmu bagus pasti banyak menarik pendengar.

Dengan memberikannya secara gratis adalah salah satu cara yang efektif. Entah melalui Youtube, Spotify, Soundcloud atau layanan streaming musik lainnya. Avicii dengan singelnya “Wake Me Up” yang hits itu, menghasilkan banyak uang dari layanan musik streaming daripada penjualan CD dan iTunes digabungkan! Saya masih belum paham kenapa masih ada yang membeli lagu melalui iTunes dengan kualitas mp3–sementara mereka bisa membeli CD atau mendengarkannya secara gratis. Ada yang bisa menjelaskan?

musicfuture3

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Saya rasa arahnya akan menuju ke sana. Walaupun masih lama. Padahal sebagai negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia nomer lima–itu adalah potensi. Yang menjadi kendala adalah apalagi kalo bukan koneksi internet yang lamban. Selama koneksi internet kita menyaingi ranking sepakbola Indonesia di FIFA maka Indonesia masih akan tertinggal. Selama BUMN masih diselimuti korupsi akan sulit untuk Indonesia untuk mengejar negara Asia lainnya. Listrik aja masih byar pet apalagi koneksi internet?

Yagak Pak Dahlan?

(nb: gambar-gambar saya comot dari google)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s