Setengah-Setengah

Saat berlari, pasti banyak yang membagi jarak menjadi setengahnya. Tujuannya agar jarak panjang yang harus dilalui jadi tidak terlalu terasa berat dan panjang. Misalnya, jarak lari 10 KM, saat sampai di titik 5KM setidaknya dalam hati pelari akan berkata “sudah setengahnya”atau “tinggal setengahnya”.

Atau misalnya saat jam kantor memperlihatkan pukul 13:00 sesudah makan siang, akan banyak yang berkata dalam hati “sudah setengah hari ini”. Atau saat harus menghabiskan satu strip antibiotik. Atau waktu di perjalanan menuju suatu tempat yang jauh “sudah setengah jalan”. Dan semua aktivitas yang panjang lainnya.

topbanner-1

Tak terasa, 2015 sudah setengahnya. Banyak yang sudah merasa melakukan banyak pencapaian tapi banyak juga yang merasa belum ngapa-ngapain. Terutama jika banyak target 2015 yang belum tercapai. Cita-cita yang setengahnya pun belum tercapai. Tentunya, bisa membuat resah dan galau. Seolah berkejaran dengan waktu, dalam hal ini tahun. Apalagi bos perusahaan, pasti banyak yang merevisi target mereka menyesuaikan dengan keadaan selama setengah tahun berlalu.

Ini tentu tidak berlaku bagi aktivitas yang kita tak ketahui kapan ujung akhirnya. Belum pernah ada yang berani bilang kalau hidupnya sudah setengahnya. Siapa yang tau umur seseorang. Atau pernikahan. Kecuali memang sudah niat bercerai pada tanggal tertentu, tak ada yang bisa bilang kalau pernikahannya sudah setengah berjalan. Semua harus terus dijalani, dengan sepenuhnya. Bukan setengah-setengah.

Saat bumi diciptakan, hanya ada matahari yang terbit dan terbenam. Manusialah yang kemudian menamakannya “hari”. Sepanjang hari itu pun, demi rasa aman dan kekompakan, manusia pun membaginya lagi menjadi “jam”. Jam kemudian menjadi detik. Tanpa disadari, manusia terperangkap pada ciptaannya sendiri.

Bayangkan jika kita berada di suatu tempat tanpa jam, kalender dan penunjuk waktu lainnya. Semua tiba-tiba terasa berjalan begitu lamban. Seketika kita merasa limbung. Pegangan waktu mendadak hilang. Kita bahkan tidak bisa menentukan apakah ini sarapan atau makan siang. Karena matahari belakangan sering sama teriknya antara pagi dan siang. Kita mendadak kehilangan kebiasaan yang didasarkan oleh waktu.

Kecuali tempat berlibur dan berbulan madu yang memiliki tagline “where time stood still”. Kenikmatan akan semakin nikmat jika tidak diatur oleh waktu. Artinya, aktivitas yang menyenangkan akan semakin menyenangkan jika tidak diatur oleh waktu. Sementara aktivitas yang tidak menyenangkan akan lebih terasa ringan jika diatur oleh waktu.

Artinya, kalau orang suka memakai jam tangan, penunjuk waktu, bisa dipastikan dia tidak menikmati kehidupannya. Untuk apa tahu waktu kalau memang menikmati? Ingin diatur oleh waktu. Sementara yang tidak suka memakai jam tangan, identik dengan orang-orang yang ingin menikmati hidupnya. Tidak ingin diatur oleh waktu.

Walau 2015 sudah setengahnya, sepertinya akan lebih menarik dan instropektif jika kita menilai sendiri apakah semua yang kita kerjakan setengah hati? Apakah hasilnya setengah puas? Karena matahari sejak terbit sampai terbenam tak pernah setengah-setengah. Dan kita tidak pernah tahu apakah ini bukan setengah tahun atau setengah hidup. Sudahkah kita utuh di setiap saat?

Saat Anda membaca ini, penulis kemungkinan besar sedang setengah perjalanan larinya di sebuah race. Pasti ada yang setengah melahirkan bayinya. Ada yang sedang setengah bercinta. Ada yang setengah lagi menyelesaikan pekerjaannya.

Apapun aktivitasnya, semoga tidak setengah hati.

 

Iklan

5 thoughts on “Setengah-Setengah

  1. Saya pemakai jam tangan dan saya (pernah) tidak menikmati alur hidup.
    Sekarang sih apapun itu, thanks God. Selalu ada hal yang bisa disyukuri, pun dari hal-hal yang tak diinginkan.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s