Mencari Surga di Lomba Olahraga

Bukan. Maksudku bukan menang lomba atau proses mencapai garis finish. Tapi apa yang ada di balik celana ketat peserta pria. Silakan lihat gambar di bawah biar gampang membayangkannya.

Dari asumsi bahwa lomba olahraga adalah surga dunia, aku berangkat penuh optimisme ke sebuah kompetisi duathlon. Ternyata, jauh dari harapan. Gambar di atas hanya ilusi atau udara terlalu panas sampai mataku ndak lagi bisa bekerja seperti biasanya?

Sambil kecewa, aku menemukan beberapa fakta. Rupanya surga itu sembunyi karena berbagai hal alami.

Ukuran Rata-Rata
Pria Indonesia ndak sebesar ukuran rata-rata di Eropa. Asia bahkan dikenal punya ukuran penis terkecil ketimbang benua lain. Afrika menduduki urutan teratas, disusul Eropa dan Amerika. Di acara yang aku datangi kemarin, ada satu tonjolan menyenangkan dari seorang pemenang. Sayangnya ia orang Aljazair. Jika kawasan Timur Tengah kita keluarkan dari Asia, hasil statistik di atas mesti di ralat dengan memasukkan Asia dalam daftar micropenis. Kita ndak sedang membicarakan performa ya. Terbatas soal ukuran. Ini sedikit menurunkan optimisme, tapi tetap bisa terjadi anomali.

Aliran Darah
Pada saat berolahraga aliran darah akan berpusat pada organ yang membutuhkan. Tubuh akan mengatur efisiensi oksigen dan karbondioksida lewat aliran darah menuju dan meninggalkan, terutama, paru-paru, jantung juga otot. Tentunya penis bukan organ utama yang dibutuhkan waktu berolahraga. Berkurangnya aliran darah ke penis, mengakibatkan penyusutan. Penyusutan ini juga berguna untuk melindungi penis dari cedera. Beberapa atlit mengakui kalau tiap kali ia berlatih, penisnya bisa menyusut sampai ke ukuran anak-anak. Meski porsi penyusutannya berbeda-beda, ia akan berkisar antara 30% hingga 60% dari ukuran normal. Sekarang, kita tahu apa yang terjadi pada penis atlit Asia.

Hormon
Fungsi penis juga terkait oleh pancingan hormon. Dari sini, selain aliran darah, testosteron punya pengaruh besar dalam menentukan ukuran dan sensitivitas penis. Sayangnya, ketika adrenalin mengalir kencang selama berolahraga, testosteron akan berkurang. Keseimbangan produksi kedua hormon diatur oleh otak dengan tujuan yang jelas: Untuk melindungi penis dari cedera, tubuh harus menyusutkan sekaligus memastikannya ndak gampang melar karena rangsangan.

Jadi, usaha mencari surga di lomba olahraga, di Indonesia… lupakan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s