Disainer Setengah Seniman

Disainer Grafis berbeda dengan Seniman Grafis. Disainer adalah sebuah profesi bayaran. Mereka baru mendisain setelah ada pesanan dari klien. Pesanan itu bisa berupa kebutuhan atau masalah yang harus dipecahkan secara disain grafis. Sementara Seniman, bisa bekerja sesuai keinginan hati. Ekspresi diri dan kegelisahan jiwa yang dituangkan secara grafis. Tak perlu menunggu pesanan dari klien. Saat Seniman Grafis mendapat pesanan komersial, artinya bersedia melucuti jaket Senimannya sampai pekerjaan selesai.

Sampai saat ini, Disainer Grafis di Jakarta terbagi atas dua besar: lulusan Jogja atau Bandung. Bagi yang sudah pernah bekerja sama dengan berbagai Disainer Grafis pasti bisa menebak dalam hitungan menit. Sisanya ada lulusan Jakarta, Surabaya dan mancanegara. Soal lulusan mancanegara sepertinya tutup mata pun semua bisa menebak cukup dari mendengarkan mereka berbicara.

Disainer Grafis Jogja, terlatih untuk menggunakan insting dan fantasinya. Karya adalah hasil olahan jiwa dan raga. Dengan rokok yang tak pernah lepas di tangannya, mereka akan menjadi sahabat ngopi yang tak kenal waktu. Atau benar diam seribu bahasa dan terkesan malas ngomong. Pakaian mereka pun merupakan cerminan kepribadian.

Slengek’an, yel-yelan, melantur, menjadi ciri khas utama. Percakapan dan guyonan eksklusif yang hanya bisa dipahami oleh sesama mereka menjadi simbol kebanggaan. Orang lain tak paham, tak mengapa. Karena orang lain yang seolah wajib memahami mereka. Komunikasi bukan soal dua arah, tapi bentuk ekspresi. Tak peduli seberapa tinggi mereka bersekolah atau sebanyak apa pun titel yang mereka miliki. Semua masalah seolah bisa diselesaikan dengan sebatang rokok dan secangkir kopi.

Tak ada istilah harus. Tapi ada prinsip. Keharusan dinilai sebagai kekangan. Sementara prinsip adalah pernyataan diri yang selaras dengan profesi. Jam kerja mereka pun sesuai dengan “mood” dan ilham dari Pohon Beringin di tikungan.

Disainer Grafis Bandung, lain lagi ceritanya. Mereka adalah Disainer akademis. Yang semua komponen dalam sebuah karya harus memiliki alasan. Harus bisa menjawab dengan alasan yang bukan saja masuk akal tapi juga masuk anggaran. Pernyataan pikiran mereka, jarang merupakan pikiran pribadi. Tapi pikiran bisnis. Mereka memang disiapkan untuk masuk ke dalam dunia bekerja.

Terstruktur hampir mudah ditebak. Rapi bahkan tanpa salah. Beragam istilah disain terselip dalam perbincangan sehari-hari. Konsep dan eksekusi. Perbincangan yang bisa membuat para DG duduk berlama-lama di ruang meeting. Ini bukan soal mana yang terbaik untuk saya tapi mana yang terbaik untuk orderan pekerjaan ini. Perasaan mereka tak perlu terlalu dipedulikan.

Kejernihan brief klien mutlak mereka cari sebelum mulai bekerja. Ya, itu kata yang tepat. Mereka bekerja. Bukan berkarya. Karya mereka adalah hasil kerja mereka. Dan bayaran terbesar adalah klien yang puas.

Keduanya punya pasarnya sendiri-sendiri. Banyak nama besar di dunia disain grafis Indonesia berasal dari dua kota ini. Keduanya punya kebanggaanya sendiri-sendiri. Tapi keduanya punya tugas yang sama: mencari bentuk disain grafis Indonesia.

Disain grafis Indonesia dipenuhi dengan Ragam Hias. Yang menurut Wikipedia:

“Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Karya ini dapat berupa tenunan, tulisan pada kain (misalnya batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu/batu. Ragam hias dapat distilisasi (stilir) sehingga bentuknya bervariasi.

Variasi ragam hias biasanya khas untuk suatu unit budaya pada era tertentu, sehingga dapat menjadi petunjuk bagi para sejarahwan atau arkeolog.”

Tak beda dengan dunia arsitektur, fashion, kuliner, semua terus menerus mencari satu bentuk yang bisa mewakili keluasan Indonesia.

Ketika kita mendengar kalimat “Disain Grafis Jepang” otomatis terbayang kuas, sederhana, merah, matahari, ombak, laut, ikan, tekstil pada kimono. Atau “Disain Grafis Amerika” maka di kepala kita akan menari-nari karya pop art! Indonesia? Sampai sekarang sepertinya kita belum sepakat, disain seperti apa yang bisa mewakili. Tak percaya? Silakan liat hasil Google Image berikut.

Japan Graphic Design

Screen Shot 2015-05-09 at 8.16.15 PM

America Graphic Design

Screen Shot 2015-05-09 at 8.16.01 PM

Indonesia Graphic Design

Screen Shot 2015-05-09 at 8.16.32 PM

 

Iklan

One thought on “Disainer Setengah Seniman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s