“Banking is Essential, Banks are not.”

Bill Gates yang bilang. Bukan saya. Semacam kalimat: “We need banking but we don’t need banks anymore”.

Jika demikian, dengan menggunakan cara pandang dirinya dan menyelaraskan antara fakta yang terjadi saat ini, maka ada benarnya juga Bill.

Lama-kelamaan Bank akan mati suri. Kita diharapkan jangan terlalu bermimpi muluk jika anak kita, atau kita sendiri bercita-cita menjadi bankir.

Tantangannya akan semakin berat. Satu kantor cabang bank cukup berisi satu kepala kantor, satu satpam, satu teller dan satu juru parkir. Jika teller dan satpam diperoleh dari alih daya, lalu juru parkir adalah preman akamsi, maka satu cabang bank hanya perlu satu pegawai organik yang posisinya mengatur operasional bank sehari-hari: kepala kantor.

Saya awali pertanyaan sederhana saja:

“Dalam sebulan, berapa kali Anda ke Bank dan bertemu dengan teller? Atau petugas bank apapun namanya untuk mengurus kepentingan sendiri atau orang lain?”

Bandingkan dengan berapa kali anda pergi ke ATM, atau mengisi pulsa BOLT, atau membuka KlikBCA untuk melakukan pembayaran atau transfer uang?

Inilah jawaban atas kalimat Bill Gates itu. Kita sibuk dengan layanan perbankan tanpa perlu secara fisik berurusan dengan sebuah lembaga bernama bank. Masa depan industri keuangan dan industri lainnya sebetulnya justru bergantung pada Sistem Pembayaran.

images-63

Bahkan bank tidak lagi dapat memonopoli industri sistem pembayaran ini. Perhatikan saja Paypal, Visa, MasterCard, BitCoin dan berbagai macam produk layanan lainnya. Layanan keuangan digital bisa dilakukan siapa saja. Perusahaan IT, pengusaha warung kopi, hingga bandar judi online.

Saya menerka-nerka, apa yang akan dilakukan ratusan anak muda di seluruh dunia dengan profil jarang mandi, lebih doyan nyeruput kopi, kurang tidur, yang sepanjang waktu berkarya dalam senyap menciptakan cara baru dalam bertransaksi, mencari kelemahan payment system, menghabiskan waktu sepanjang hari dengan berinteraksi via internet.

Apa sih kegiatan yang perlu membawa uang banyak?

Naik Transjakarta saja pakai kartu. Parkir di jalan Sabang, beli barang diskonan saja harus gesek. Bayar taksi uber, beli kopi di starbucks, unduh lagu via  itunes, makan di urban kitchen, dan banyak hal lainnya yang semakin sedikit membutuhkan fisik uang (kartal).

Bukan zamannya lagi membagi uang baru yang masih mengkilat dan setajam silet saat hari raya. Paman yang baik dan visioner akan memberikan kartu e-money dalam amplop merah buat para ponakannya. Masyarakat Non Tunai semakin membesar dan meluas.

Copet tidak perlu dompet. Copet hanya perlu alat lain yang lebih canggih.

Bukan hanya ponsel, masa depan passport kita bisa dijadikan sekaligus kartu kredit. Juga KTP.

Kita bayangkan saja begini:

Grup Lippo milik keluarga Riady kerjasama dengan telkomsel membuat kartu elektronik berisi pulsa yang dapat digunakan untuk menggunakan layanan telkomsel sekaligus layanan grup Lippo. Sebut saja kartu hybrid.

Maka saat adik kita hendak bersalin dan melahirkan anak pertama , kita bisa bantu tap  kartu itu  di resepsionis RS Siloam untuk bayar uang muka. Lalu sebagai hadiah kita kunjungi matahari department store beli perlengkapan bayi. Bayarnya pun gunakan kartu itu. Saat ponakan kita beranjak besar, dia sering kita ajak bermain di arena bermain Timezone yang juga menerima kartu hybrid. Saat orang tua di desa bosan menonton sinetron dan ingin coba ikuti berita aljazeera, kita bisa manfaatkan kartu hybrid untuk berlangganan first media.

Atau saat boss di kantor kita akhirnya bosan hidup di dunia. Kita juga bisa gunakan kartu itu untuk melunasi biaya perawatan RS Siloam (lagi) dan sekaligus bayar uang muka untuk memesan sepetak tanah di….

.. San Diego Hill.

 

Iklan

5 thoughts on ““Banking is Essential, Banks are not.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s