Mental Berfestival

Karya Anda sudah selesai dibuat. Tim produksi sudah dibubarkan. Urusan copyright atau hak cipta terkait konten karya Anda, sudah beres. Tidak ada revisi lagi. Final artwork atau FA sudah jadi. What’s next? Karya yang Anda buat harus dipertontonkan, dipamerkan atau dipertunjukkan ke orang lain. Kecuali cuma mau menyimpan di harddisk untuk kepentingan pribadi, kebanyakan dari kita berniat membuat karya agar kita dikenal. Caranya dikenal? Make your works available for public to see, to feel, and to crave. Cara mempertunjukkannya? Ikut kompetisi. Daftar festival.

Tergantung jenis karya yang Anda buat, ada banyak jalur untuk memperlihatkan hasil kerja keras Anda. Lomba cipta lagu. Kompetisi fotografi. Pameran lukisan. Festival film. Semua perlu proses yang sama: pendaftaran.

Dan bagi mereka yang duduk di belakang meja pendaftaran, mau karya Anda baru pertama kali dibuat atau sudah menyandang gelar maestro, semua terlihat sama di atas kertas formulir pendaftaran. Lewat jalur khusus? Buat saya itu masalah, tapi mungkin tidak masalah buat orang lain. Toh ujung-ujungnya sama nanti di mata panitia, karena semua pendaftaran itu didata, dan dikasih nomer pendaftaran. See? At the end, we’re just numbers.

Lalu apa yang bisa membuat karya kita mendapat perhatian?

blog-festival-1

Ada beberapa rahasia umum yang mau saya bagi di sini:

1. Early bird wins 

Informasi pendaftaran sudah dibuka dari tanggal 1 September. Deadline berakhir tanggal 1 Desember. Kapan Anda harus mendaftar? Paling telat tanggal 14 September.

Kebanyakan kita selalu menunda melakukan apapun. “Nanti aja, pas terakhir-terakhir.” Sementara di saat-saat terakhir, biasanya volume pendaftaran di sebuah festival atau kegiatan kompetisi akan naik 200-300%. Karya Anda pun baru akan diseleksi belakangan, di saat mata panitia penyeleksi sudah kelelahan karena dikejar tenggat waktu. Padahal kalau mendaftar di awal, Anda akan sepi saingan. Karya Anda pun bisa dinilai dengan lebih baik, di saat belum banyak materi yang harus dilihat.

2.  Synopsis dan sinopsis discount 10%
Di formulir pendaftaran tertera kalimat berikut: “Uraikan secara singkat karya Anda dalam 50 kata”. Berapa kata yang harus Anda buat? Maksimal 42 kata. Tidak lebih dari itu. Kalau Anda bisa menerangkan karya yang Anda buat sesingkat mungkin dan langsung pada inti cerita atau fokusnya, that means you know very well what you are making. Dan itu sudah prestasi tersendiri.
Bandingkan saja dua kalimat ini:

– “Dua remaja di bangku SMA bernama Rangga dan Cinta saling jatuh hati, meskipun mereka datang dari latar belakang yang berbeda, dan perubahan besar akan menguji cinta mereka. Mampukah mereka melewati itu semua?”
– “Tersebutlah Rangga dan Cinta. Mereka duduk di bangku SMA, di sekolah yang sama. Rangga pendiam dan gemar menulis puisi. Cinta bersama teman-temannya sangat ceria dan aktif di kegiatan sekolah mereka. Pada suatu hari…”

(Meskipun ini sinopsis yang baik untuk dijadikan catatan produksi, namun ketika sinopsis seperti ini yang didaftarkan ke festival atau kompetisi, yang baca sudah merem duluan.)

3. Biografi
Anda hobi memancing ikan? Atau hobi mengumpulkan perangko? Bagus. Keep it to yourself then. The rest of the world does not need to know.
Cukup cantumkan informasi berikut di data diri:
a. Nama
b. Tahun lahir
c. Kota dan negara tempat lahir
d. Pendidikan terakhir
e. Karya terakhir dan penghargaan terakhir di bidang yang sama
f. Baru pertama kali bikin? Even a stronger point! Tulisan “karya ini merupakan karya perdana dari pembuat” selalu membuat saya berdecak kagum ketika membacanya.
Pertama, berani berkarya. Kedua, berani jujur.

4. Data lengkap, dan tidak berlebih
Ketika diminta mengirim formulir pendaftaran berikut foto diri dan materi karya dalam spesifikasi format tertentu, maka apa yang kita kirim? Formulir pendaftaran berikut foto diri dan materi karya dalam spesifikasi format tertentu, tentu saja. Tidak diminta mengirim poster? Tidak usah mengirim poster.
Do you want to impress the selection committee for your extra work? Don’t bother.
Impresi mereka akan datang ketika melihat karya yang dibuat. Sinopsis yang sesuai dengan isi karya. Sudah.

5. Jangan menyerah
Semua persyaratan sudah lengkap. Dikirimkan tepat waktu. Namun Anda tidak lolos seleksi? Mau mati gak sih? #Kzl banget gak sih?
Ya kalau mau mati cuma karena gak lolos seleksi sebuah festival atau kompetisi sih, rugi amat.
Selalu ada festival, kompetisi atau perlombaan lain. Di tingkat kota tidak ada, coba ke tingkat provinsi. Di tingkat provinsi mentok, ke tingkat nasional. Ke tingkat nasional tidak lolos, coba ke tingkat internasional. Semakin tinggi tingkatan, semakin besar peluang.
Patokan saya ke teman-teman pembuat karya adalah:

  • Ketika baru pertama kali membuat karya, paling tidak kirim ke 20 festival atau perlombaan. Kamu beruntung ketika ada jawaban dari 2-3 festival tersebut.
  • Setiap festival punya ciri-ciri tersendiri. Terkadang hal ini tidak dicantumkan di syarat pendaftaran. Maklum, menjabarkan “artistic direction” sebuah acara ke dalam kata-kata kadang susah. Mungkin saja karya kamu tidak sesuai dengan konsep festival atau kompetisi yang mereka mau tuju saat ini.
  • Selalu ada kesempatan untuk melakukan self-distribution atau self-showcase ketika semua usaha sudah dilakukan dan belum berhasil.

Yang jelas, jangan berhenti membuat, karena ketika karya-karya selanjutnya berhasil, banyak orang akan mencari lagi karya-karyamu yang dulu kamu buat.

So, are you ready now?

blog-festival-3

Iklan

3 thoughts on “Mental Berfestival

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s