Manusia Burung Terbang Meninggalkan Masa Kanak-Kanak

Si Manusia Burung itu rupanya telah terbang tinggi meninggalkan masa kanak-kanaknya. Betul. Birdman yang memenangkan pertarungan itu meninggalkan Boyhood yang cuma menyisakan satu piala Oscar untuk Patricia Arquette di kategori Aktris Pendukung Terbaik di malam penganugrahan Academy Awards yang ke-87 di Dolby Theatre, Los Angeles, California, malam tadi. Untuk lihat daftar lengkap pemenang silakan lihat di sini.

Tidak terlalu mengejutkan sebetulnya. Karena Birdman memang layak menang, bahkan di semua nominasi yang mereka raih. Bagaimana Innaritu yang diganjar sebagai sutradara terbaik adalah hal yang wajar. Sutradara Birdman ini selalu memiliki ide-ide yang tidak lumrah dilakukan sutradara lainnya. Sejak Death Trilogy, dia selalu mencoba melompat lebih jauh. Dan sejauh ini berhasil. Bagaimana Birdman dibuat dengan teknik one long continuous shot (hanya menggunakan satu kamera dengan teknik hand-held) adalah hal yang luar biasa dan bisa sangat melelahkan (lebih jelasnya untuk teknik sinematografi bisa dibaca di sini).

Kamera yang terus bergerak mengikuti aktor, dari jarak dekat. Menuju lorong-lorong di belakang panggung, naik turun tangga, melihat kru yang hilir mudik dan para aktor yang mempersiapkan untuk pertunjukan selanjutnya beserta friksi-friksi yang ada. Innarritu dan Lubezki sebagai pemenang di kategori Best Cinematography mengajak penonton untuk merasakan apa yang terjadi jika berada di belakang panggung Broadway bersama Birdman.

Dari segi cerita pun Birdman layak untuk mendapatkan Best Original Screenplay. Bagaimana kecemasan seorang mantan superstar pemeran superhero bernama Riggan Thomson yang sudah pudar sinarnya sedang berada di krisis separuh baya. Dia selalu dihantui oleh kejayaan dari masa lalu.

Michael Keaton bermain sangat baik sekali di film ini. Sehingga melihat film ini seperti sedang melihat semi-biopik. Dia sangat layak untuk mendapatkan Aktor Terbaik. Karena cuma dua orang di dunia ini yang bisa memerankan Birdman. Michael Keaton dan Jim Morri.. eh Val Kilmer. Tapi apa daya AMPAS rupanya lebih memilih Eddie Redmayne untuk meraih penghargaan Aktor Terbaik. Kecewa, tapi harus diakui Eddie Redmayne, yang memakai tuksedo biru malam tadi (Harusnya merah ya? Kalo biru Bluemayne dong?) bermain apik sebagai Stephen Hawking dari muda hingga duduk di kursi roda. Klise memang.

Bahkan Julianne Moore pun mendapatkan Aktris Terbaik karena berperan sebagai professor yang menderita Alzheimer. Bagi-bagi kue? Mungkin. Karena itu satu-satunya yang didapat dari film The Theory of Everything. Itu juga terjadi pada Imitation Game yang hanya meraih piala di kategori Best Adapted Screenplay. Bendhisdick Cuminhermouth gagal meraih Oscar pertamanya. Whiplash di luar dugaan mendapatkan tiga Oscar kemarin malam. Di kategori Best Supporting Actor ini bukan kejutan. J.K. Simmons tidak ada lawan. Yang paling mendekati cuma Edward Norton. Kategori lainnya adalah Best Sound Mixing dan Best Editing. Di kategori terakhir ini saya kira Boyhood yang bakal menang. Tapi memang Tom Cross berhasil membuat film ini begitu menegangkan. Banyak menahan nafas menonton film ini.

Was I rushing or was I dragging?

Kenapa Boyhood cuma mendapatkan satu Oscar kemarin malam? Richard Linklater dengan idenya yang ambisius dengan membuat film selama dua belas tahun adalah hal yang sangat luar biasa dan membutuhkan dedikasi yang tinggi. Dia sudah mendobrak pintu dan mengajak para sineas film bahwa selalu ada cara baru, gaya baru bagaimana membuat film yang bagus. Tapi tidak mahal. Instant classic. Kalo The Grand Budapest Hotel gak usah diceritain ya. Itu sih film Wes Anderson yang sangat Wes Anderson. Too Wes for Wes. Wes on steroid. 

Tapi ya memang selalu ada kontroversi dalam ajang penghargaan apapun. Buat mereka para pendukung Boyhood dan penikmat Before Trilogy atau Dazed and Confused tidak usah kecewa. Lagu ini saya persembahkan untuk anda para pembaca Linimasa sebagai pelipur lara. http://youtu.be/mYFaghHyMKc

“Your masquerade I don’t wanna be a part of your parade..”


nb: dear AMPAS, boleh gak buat taun depan saya minta John Travolta dan Idina Menzel yang jadi host? 

Iklan

4 thoughts on “Manusia Burung Terbang Meninggalkan Masa Kanak-Kanak

  1. “Bagaimana Innaritu yang diganjar sebagai sutradara terbaik untuk kedua kalinya dalam kurun waktu tiga tahun…”

    Gun, bukannya Best Director winners sebelum Innaritu adalah Alfonso Cuaron (tahun lalu), Ang Lee (dua tahun lalu), dan Michel Hazanavicus (tiga tahun lalu) ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s