PIL Suami Anda

051021_ken_barbie_vlrg_10a.grid-6x2

Binan (gay – bahasa binan) itu gak bisa melahirkan aja semakin hari semakin banyak, gimana kalau bisa melahirkan?

Kalimat di atas terdengar di sebuah salon di suatu kesempatan. Awalnya membuat tertawa saja tapi pelan-pelan mulai terasa kebenarannya. Di suatu malam acara kumpul-kumpul sesudah lari, dua orang teman perempuan, satu istri dan satu lagi lesbian menatap para pria yang lalu lalang di depan mereka. Yang istri tiba-tiba berkata “dari tadi gue perhatiin yang lewat kok binan semua ya… makin banyak aja!”

Mungkin karena belakangan ini para binan semakin berani menampilkan dirinya. Mungkin dimulai sejak demam boyband yang mengijinkan pria berdandan dan berwajah ayu. Mungkin di era digital ini mempersatukan para binan sehingga lebih percaya diri. Mungkin karena semakin banyak binan yang muncul di layar televisi. Dan tentunya, para pria lemah lembut yang dituduh binan, menikah dengan wanita tulen.

Binan yang menikah di negara ini sepertinya bukan hal ganjil apalagi tabu. Tekanan sosial, agama, keluarga, pekerjaan, memaksa untuk menekan atau menyembunyikan hasrat untuk menyukai sesama pria. Banyak wanita yang bingung, kok bisa sih binan menikahi wanita? Gimana ngeseksnya? Para wanita ini suka lupa, namanya pria bisa tegang cukup dengan sentuhan. Dan kalau ingin penetrasi, ada banyak pil bantuan. Memiliki anak pun bukan jadi hal luar biasa. Mau vagina atau anus, sama-sama lubang saat lampu dimatikan.

Menjadi kewajaran kalau belakangan ini banyak perceraian terjadi disebabkan karena para suami ternyata adalah pencinta sesama jenis. Buat para heterosexual tentu mencengangkan. Tapi buat para homosexual? “Yaeyalah neeeik… laksanya ngondek gitu. Buta tuh bini, keleus…” (Yaiyalah, lakinya kemayu gitu. Buta istrinya barangkali). Bukan tidak mungkin pria yang baru menyadari bahwa dia menyukai sesama pria setelah menikah. Walaupun ya…tentunya diiringi pertanyaan “masa siiiih?” Atau bisa juga, suami binan itu baru berani menyatakan dirinya saat “penghambat moral” tiada. Misal, setelah ibu atau ayahnya meninggal dunia. Toh sudah tuntas tugasnya untuk menikah dan memberi cucu saat orang tua mereka masih hidup.

Jangan salah, banyak pula wanita yang entah bagaimana selalu suka dan jatuh cinta pada para binan. Mereka sebenarnya tahu  tapi pura-pura tidak tahu? Atau sekedar tuntutan menikah sama pria siapa saja yang penting tidak jadi perawan tua? Atau benar-benar tidak tau saking polosnya? Tapi masasih? Karena banyak wanita yang menikah dengan binan, ternyata datang dari kalangan berada dan terpelajar.

Kalau pembaca yang budiman mulai berkunang-kunang saat membaca ini, tunggu dulu. Karena tulisan ini hendak mengangkat alasan suami straight berhubungan dengan binan. Suami straight beneran. Heterosexual. Berhubungan seks dengan sesama pria. Ok, silakan pingsan sekarang.

*kasih minyak angin*

Berikut adalah alasan para suami berhubungan seks (dan tak jarang menjalin hubungan cinta) dengan para binan. Bukan mengada-ada, tapi hasil dari interview dengan mereka.

1. Tidak Ingin Mengkhianati Istri

Kalau selingkuh dengan perempuan, para suami itu merasa mengkhianati janji suci pernikahan. Berhubungan badan dengan “perempuan” lain. Untuk mengurangi rasa bersalahnya, mereka pun berselingkuh dengan pria. Kan para istri sering bilang “awas aja kalo ada perempuan lain dalam hidup kamu!” Maka para suami ini pun bisa berkelit, “ini pria lain kok…”

Tak jarang pula para istri yang lebih ridho kalo suaminya berselingkuh dengan pria. Setidaknya dia merasa tetap sebagai perempuan satu-satunya dalam hidup suaminya.

2. Penasaran

Bagi para pecinta bokep (film porno) pasti bisa menebak plot adegan seks yang biasa ditampilkan. Ciuman, oral, penetrasi vagina, penetrasi anal, ejakulasi. Kalau mendapatkan istri yang ingin mencoba melakukan semuanya, tentu bukan masalah. Tapi bagaimana kalau istrinya bahkan emoh mengoral? Padahal para suami sangat ingin mencicipi sensasinya.

3. Liar

Setelah memasuki usia pernikahan tertentu, banyak yang menjadikan hubungan seks menjadi rutinitas. Bukan lagi aktivitas yang penuh sensasi. Para suami sering mengeluh tentang kelakuan para istri yang kegemarannya berdandan tak berbanding lurus dengan keliarannya saat bercinta.

Rambut yang habis ditata di salon, tak boleh berantakan saat bercinta. Gak bisa jambak-jambakan mesra. Kulit halus bagai sutra, tidak boleh lecet sedikitpun. Digenggam terlalu keras sedikit, langsung mengaduh kesakitan. Tidak bisa pula posisi yang sama lama sedikit, pegel. Maklum, abis ikutan senam di gym sore harinya.

Sementara, keliaran ini yang ditawarkan oleh para binan. Semua boleh dan bahkan harus dicoba. Apa fantasimu, mari kita wujudkan bersama. Lupakan segalanya sejenak. Peluh yang membawa keluar semua cerita dan derita hidup kita, sesaat menyatu. Bersama kita terhempas ke dasar bumi sebelum melambung di langit terdekat dengan Surga.

“Apa sih bedanya masukin di vagina dan anal?”

“Yang satu enak yang satu enak banget” jawab salah seorang suami itu.

4. Lip service

Selain para binan tentu lebih mahir memberikan layanan oral, banyak yang juga pandai untuk berbincang. Mulai dari sepak bola, politik, hukum, sampai gosip terkini. Tertarik dengan banyak hal seperti film, musik, drama, seni dan banyak lagi yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh para suami ini dari istri mereka. Para istri yang mungkin disita waktunya untuk mengurus anak, rumah tangga dan bekerja, tak lagi memiliki waktu luang untuk tertarik dengan hal-hal lain.

Banyak para suami yang memiliki “simpanan” pria, bukan semata untuk berhubungan seks. Tapi untuk teman ngobrol. Teman curhat yang mengijinkan mereka mengeluarkan sisi lemah dan femininnya. Mereka kadang lelah harus tampil kokoh setiap saat sebagai kepala rumah tangga, tegar saat badai pekerjaan menerpa, kuat saat olahraga bersama teman-teman prianya, perkasa saat di locker gym.

Ya sambil elus-elus tangan sedikit, tak jarang bibit cinta pun mulai tumbuh. Bukankah setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menyukai sesama jenisnya?

5. Emang aja doyan sih!

 

 

Posted in: ringan

7 thoughts on “PIL Suami Anda Leave a comment

Tinggalkan Balasan