Pitch

Salah satu kata dalam bahasa Inggris yang paling ditakuti adalah “pitch”. Bukan tanpa huruf P (karena untuk ini sudah ada obat penawar rasa gatal) dan bukan berawalan huruf B (karena untuk ini, apalagi yang mengacu kepada jenis orang tertentu, belum ada obatnya).

Kata “pitch” ditakuti oleh pemain cricket atau baseball tepat di detik-detik penting saat pemain mulai melempar bola. Kata “pitch” juga menjadi momok setiap kontestan penyanyi yang bersaing di ajang lomba pencetak bintang di televisi. Kata “pitch” bisa bikin resah gelisah berhari-hari bagi pegawai di perusahaan iklan saat hendak mempresentasikan ide mereka di depan calon klien.

Beberapa hari yang lalu, saya terlibat penyelenggaraan sebuah workshop pendanaan film. Intinya, workshop ini membuka kesempatan bagi mereka yang punya ide cerita film untuk mendaftarkan karya mereka. Siapa tahu ide cerita itu bisa kita danai untuk dijadikan film. Dan workshop ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar mereka siap untuk “pitch”, alias jualan mati-matian gagasan dan rencana mereka agar ide bisa terwujud dan bisa ditonton banyak orang.

Dari sekian banyak pertanyaan selama workshop 2 hari itu, rupanya ada satu pertanyaan yang terus banyak ditanyakan peserta dalam berbagai variasi pertanyaan:
“Kalau misalnya kita belum punya karya apa-apa, karena ini project pertama kita, lalu apa yang bisa kita presentasikan?”

Dari beberapa mentor yang datang silih berganti, semua menjawab pertanyaan tersebut dengan berbagai variasi jawaban yang kurang lebih intinya sama:
“Sell yourself. You must have something in you or your work to sell.”

Contohnya:
– tidak punya portfolio pernah bikin film sebelumnya, jadikan saja salah satu bagian naskah film yang akan dipresentasikan itu ke dalam gambar hand drawing;
– punya pengikut banyak di Twitter atau Instagram? That’s something! Apalagi di jaman sekarang ‘kan?
– punya kenalan banyak di, misalnya, jasa sewa angkutan? You can strike a partnership with them!
– masih berhubungan erat dengan teman-teman SMA, kuliah dan kantor lama? Hello, free promotion!

tumblr_m3tbw3zNGv1r56z3w

Sell yourself.
Pitch yourself.
Life is about selling.

Bukan hanya dalam konteks workshop dan membuat film di atas, tapi pergerakan kehidupan membuat kita harus bisa membuat diri kita unik dan tak terganti.
Paling tidak ini yang pernah kami sampaikan ke satu sama lain dalam grup perbincangan sesama penulis Linimasa dulu: “make yourself irreplaceable in your line of work.

Itu memang tujuan akhir kerja keras kita.
Tapi sebelum ke sana, mem-“pitch” diri sendiri adalah pekerjaan rumah (pe-er) nomer satu setiap kita akan melangkah.

Kenapa harus hire saya meskipun saya belum berpengalaman kerja? Justru karena baru pertama kali bekerja, maka semangat saya mengerjakan ini akan sangat jauh melebihi mereka yang sudah berpengalaman kerja.

Kenapa harus project saya yang kalian pilih? Karena project yang berawal dari hati akan mudah dijalani bersama.

Kenapa harus saya yang jadi pacar kamu? Karena kamu belum laku, tapi saya masih mau sama kamu, maka jadinya gak ada lagi “saya” atau “kamu”, tapi cuma “kita berdua”.

Lalu muncul pertanyaan baru:

Kalau kalian harus “pitch” tentang Linimasa, kira-kira apa ya?

Iklan

3 thoughts on “Pitch

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s