Je Ne Suis Pas Charlie

“Tragic Ball at Colombey, one dead.”

Charlie Hebdo, surat kabar mingguan dari Paris, Perancis, beberapa hari ini mungkin menjadi media paling terkenal sedunia. Semua orang membicarakannya. Charlie Hebdo adalah sempalan dari majalah sebelumnya yang bernama Harakiri. Majalah mingguan ini dibredel oleh pemerintah Perancis karena menghina kematian mantan Presiden mereka Charles De Gaulle, dengan headline seperti di atas. Di awal tahun 90an lalu lahir kembali surat kabar mingguan dengan nama Charlie Hebdo, yang terinspirasi dari nama Charles De Gaulle.

“Follow the money”

Charlie Hebdon ini memang isinya berisi komik satir yang kontroversial mengenai isu-isu terkini di Perancis dan di seluruh dunia. Gambar-gambarnya penuh ejekan terhadap agama, individual, atau institusi. Siapa saja bisa kena. They offended them equally. Tidak hanya Muslim. Kristen, Yahudi pun mereka olok-olok. Bahkan Christiane Taubira, Menteri Kehakiman berkulit hitam wanita pertama di Perancis, pernah digambar sebagai monyet di surat kabar tersebut. Kartun Nabi Muhammad pertama muncul tahun 2006. Charlie Hebdo mencetak ulang 12 kartun Nabi Muhammad dari surak kabar Denmark, Jyllands-Posten, yang menuai kontroversi ditambah beberapa kartun dari mereka. Jacques Chirac, presiden Perancis saat itu protes terhadap kartun tersebut, karena bisa menyulut kemarahan umat Islam.

Hasilnya? Charlie Hebdo edisi kartun Nabi Muhammad laris manis. Mungkin salah satu edisi paling laku sepanjang sejarah berdirinya Charlie Hebdo. Mengingatkan saya pada Lampu Merah, Liberty, atau Lipstick atau siaran gosip di televisi lokal setiap pagi. Demi rating semua dilakukan.

“Common sense is not that common after all”

Akhir tahun 2011 Charlie Hebdo merilis edisi Charia Hebdo, diambil dari kata “Syariah”, dengan editor in chief: Nabi Muhammad. Hasilnya, kantor mereka dibom dan website mereka pun diretas. Tidak ada korban jiwa. Tahun 2012 mereka lagi-lagi menggambar kartun Nabi Muhammad sehubungan dengan dirilisnya film anti-Islam yang menuai protes, Innocence of Muslims. Hasilnya banyak Kedutaan Perancis di negara mayoritas penduduknya muslim ditutup. Menlu Perancis pun mengajukan protes ke Charlie Hebdo, Gedung Putih pun berkomentar pedas terhadap Charlie Hebdo.

Awal tahun ini kita semua tahu 17 orang tewas termasuk beberapa jurnalis dan dua orang polisi oleh tiga orang (satu orang menyerahkan diri setelah kejadian) teroris bersenjatakan Kalashnikov yang menyerang kantor Charlie Hebdo. Pelaku adalah dua adik kakak sakit jiwa berkebangsaan Perancis keturunan Aljazair yang juga ditengarai adalah anggota Al-Qaeda.


“I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it.”

Sesaat setelah kejadian penembakan di dalam kantor Charlie Hebdo, dua Kouachi bersaudara ini bermaksud melarikan diri tetapi mendapati ada polisi di luar kantor Charlie Hebdo.  “Apakah kamu akan menembak saya?” Sahut teroris itu sambil berlari menghunuskan senjatanya. Polisi itu menjawab sambil mengangkat kedua tangannya, “Tidak, semua baik-baik saja, Bos” Teroris itu mendekatkan senjatanya ke kepala polisi itu lalu menembaknya dari jarak dekat.

ahmed

Nama polisi itu adalah Ahmed Merabet. Seorang muslim keturunan Aljazair.

 

nb: dua kuot terakhir diambil dari Voltaire, seorang pembenci agama dan juga penganut toleransi umat beragama. 

Iklan

6 thoughts on “Je Ne Suis Pas Charlie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s