Hanya Tinggal Kita Berdua

“Banyak anak banyak rejeki.”

Jargon dari jaman Orde Baru yang sampai sekarang saya belum mengerti relevansinya. Entah karena banyak dalil Islam yang menganjurkan itu. Entah karena Aagym masih menunaikan ibadah itu. Saya tidak tahu. Tapi kalau dihadapkan dengan keadaan sekarang, di Indonesia, rasanya jargon itu sudah lama kadaluarsa. Beban membesarkan anak lebih dua atau tiga rasanya terlalu berat. Banyak yang memilih tidak mempunyai anak. Atau tetap melajang. Dunia sudah banyak berubah. Apalagi di pulau Jawa yang penduduknya begitu padat. Macet adalah rutinitas. Mobil dan motor seliweran di mana-mana. Agak susah membedakan mana yang masih kredit dan mana yang sudah lunas. Belum bicara biaya sekolah yang melonjak tinggi. Swasta ataupun negeri. Dari mulai TK sampai perguruan tinggi.

Gejala ini pun rupanya menjalar ke bidang lainnya. Semakin sedikit semakin bagus. Sendiri saja. Atau berdua. Less is most. Di bidang musik misalnya kita mempunyai banyak band baru bermunculan bagaikan cawan di musim hujan dengan hanya personil berdua. Kita bisa sebut band-band yang lahir di era millennium contohnya CHVRCHES, the xx, Royal Blood, The Black Keys, MS MR dsb. Band yang kekinian kalo kata anak muda jaman sekarang. Coba cek line-up di Laneway Festival tahun ini atau tahun-tahun sebelumnya. Banyak sekali dihuni dengan band dengan personil yang berdua. Banyak sekali yang muncul dalam waktu berdekatan. Seperti ketika synth-pop muncul di era 80an.

Tentu saja ini bukan hal yang baru. Dari dulu kita sudah mempunyai Simon & Garfunkel, The Everly Brothers, Tears For Fears, Milli Vanilli, Pet Shop Boys dan lain sebagainya, Tapi saya lebih menekankan ke partnership. The mastermind behind the masterpiece. Ya apalah artinya The Beatles tanpa kehadiran John Lennon atau pemain bass-nya itu. Tidak akan pernah ada The Beatles.

Di film pun demikian setidaknya sejauh yang saya ketahui. Banyak sutradara yang setia dengan pasangannya. Di era 70an sampai 90an tentunya kita ingat dengan pasangan Martin Scorsese dan Robert De Niro. Banyak film bagus yang dihasilkan dari keduanya. Walaupun pada akhirnya mereka berpisah karena Scorsese sekarang lebih memilih brondong bernama Leonardo DiCaprio. Begitu pula dengan Quentin Tarantino dan Sam L. Jackson. Hampir di setiap filmnya ada kehadiran dia. Lalu sudah berapa film yang dihasilkan oleh Christopher Nolan dengan Michael Caine?

Lalu lihatlah bagaimana Tim Burton yang tetap setia dengan Danny Elfman sebagai pengisi musik di hampir semua filmnya. Atau yang terbaru bisa kita lihat bagaimana David Fincher, sutradara dari film Gone Girl, yang tetap ingin menggunakan jasa Trent Reznor sebagai pengisi scoring musiknya di tengah kesibukan tur dengan bandnya, Nine Inch Nails. Setidaknya sudah tiga film dihasilkan dari keduanya. Satu Oscar sudah dia dapatkan di film Social Network. Tebakan saya sebagai titisan Mama Lauren dia bakal dapet satu lagi tahun depan.

“if it ain’t broke don’t fix it”

Idiom ini nampaknya tepat buat menggambarkan tulisan di atas. Kalau emang udah lancar ya udah terusin. Jangan diutak atik. Karena mencari partner yang tepat itu bukan hal yang gampang. Bukan kebetulan Larry Page bertemu dengan Sergei Brin lalu seketika membuat Google. Karena walau-bagaimana-pun Elton John pun akan tetap membutuhkan Bernie Taupin di sisinya ketika akan menciptakan karya musik..

twoofus

atau pasangan hidup.

Iklan

5 thoughts on “Hanya Tinggal Kita Berdua

  1. banyak anak banyak rejeki, karena menurut hikayat siti nurbaia kalau papinya ndak bisa bayar utang, bisa dengan menyodorkan anak gadisnya.
    begitu pengalaman saya. 🙂

    salam anget,

    Suka

  2. Banyak anak banyak rejeki bukan jaman Orba, justru Orba yg berusaha memerangi dgn slogan 2 anak cukup laki perempuan sama saja.
    Banyak anak banyak rejeki slogan dahulu kala ketika masyarakat banyak jadi petani dengan lahan yg luas. Banyak anak maka banyak tanah tergarap sehingga hasilnya lebih banyak tanpa bayar tenaga kerja. Kalau anak sendiri kan gratis sehingga menekan biaya produksi.
    Begitu sepengetahuan saya 🙂

    salam manis.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s