Cinta Juga Manusia

IMG_0257

Mereka lupa dan cenderung tidak peduli sudah berapa lama mereka berdua berteman akrab. Yang pasti, lebih lama dari usia pasangan berpacaran sampai akhirnya menikah. Bahkan beberapa ada yang sudah bercerai. Setiap hari adalah kesempatan untuk saling mengenal dan menerima kejutan. Diawali dengan niatan untuk saling mengagumkan, sampai akhirnya letih dan lebih nyaman menjadi diri sendiri. Situ suka ya terima, gak suka juga emang ada yang lain yang lebih ok? Hubungan yang bukan saja membangun perasaan tapi juga percaya diri masing masing-masing.

Setiap kali mereka bertemu, bukan dua hati yang disatukan tapi satu hati yang diikhlaskan untuk dibagi. Semua cerita mengalir tanpa rencana apalagi maksud. Tanpa kewajiban untuk menjadikan perbincangan bermakna. Sampai di suatu titik diam pun adalah bentuk komunikasi paling intim. Bergerak cepat seperti menyetir dengan kecepatan tinggi. Namun rem mendadak saat hasrat untuk cinta itu datang.

Lebih mudah untuk memilih fakultas daripada memperbincangkan soal itu diantara mereka. Setiap detak jantung adalah hitungan untuk memulai. Satu… dua… tiga… ah nanti sajalah… Walau mereka berdua paham sepahamnya hubungan seperti ini tidak bisa dilanjutkan. Hubungan ini harus digenapkan. Karena selain bisa mematikan pasaran masing-masing, bukankah tidak ada manusia yang bisa selamanya hidup dalam kegamangan? Bernapas dalam ketidak pastian? Apa namanya hubungan ini? Lebih dekat dari pertemanan, tapi belum resmi pacaran.

Yang lucunya, mereka saling menguatkan. Menguatkan untuk diam saat hasrat untuk mendapatkan kepastian semakin tidak terbendung. Sampai suatu saat air di bendungan Katulampa sudah di titik siaga satu. Lanjut atau selesai bukan lagi urusan terpenting karena mereka terlalu percaya takdir.

“Apa sih yang kamu cari?”

“Maksudnya yang kita cari?”

“Ok…”

“Aku tidak ingat kapan aku mencari.” 

Kita saling mendatangi?

“Itu lebih pas sih…”

“Pas kita sedang sendiri-sendiri?”

“Jomblo maksudnya?”

“Hahaha… kamu bahagia?”

“Rasanya demikian.”

“Lalu?”

“Bukankah kita bahagia saat bersama atau sendiri-sendiri?”

“Kebahagiaan pas lagi bersama gak perlu dibahas, tapi saat sendiri dan kangen kamu, aku juga bahagia.”

“Rasa kangen yang menambah kebahagiaan pas ketemuan kan?”

“Sama!”

“Kalau kemudian kita jadian… Bisa jadi kita gak kangen lagi.”

“Karena kita bisa bertemu setiap saat?”

“Dan bertemu jadi kewajiban.”

“Aku gak kebayang aja sih, kalau membahagiakan kamu jadi kewajiban apakah aku masih tulus?”

“Ya kita bisa saling membohongi diri sendiri.”

“Tapi kita jadi manusia yang berbeda.”

“Apa kita bisa tetap sedekat ini?”

“Gak yakin…”

“Mencoba memang alternatif yang pantas kita lakukan.”

“Takut?”

“Iyalah… Ini terlalu indah buat aku pertaruhkan. Aku gak tau apakah aku akan menemukan perasaan ini lagi.”

“Walau ada kemungkinan hubungan ini akan semakin indah?”

“Susah…”

“Kenapa?”

“Aku suka melihat kamu dengan kesendirian kamu.”

“Kejombloan maksudnya?”

“Hahaha okelah.”

“Sama. Melihat kamu sendiri menikmati hidup, meniti karir, menjalankan hobi kamu, bertemu teman-teman, semua bikin kamu semakin aku suka.”

“Atau pas aku tau kamu lagi hidup di dunia kamu sendiri di kamar, buat aku saat itu kamu seksi.”

“Apalagi pas kamu gak bisa bales whatsapp aku karena kerjaan kamu… aku jadi makin sayang.”

“Dan kayaknya karena kita bersama memutuskan kapan bertemu, jadi ikhlas ya…”

“Eh kan katanya cinta itu adalah pengikat dua hati yang sendiri…”

“Cinta? Hahaha…”

“Iya! Hahaha…”

“Dalam kasus kita, kesendirian yang menyatukan kita.”

“Dan cinta bisa jadi malah memisahkan kita?”

“Artinya cinta gagal kali ini…”

“Hahaha yah Cinta kan juga manusia…”

“Dian Sastro?”

“HAHAHA”

Cinta menyaksikan tingkah mereka berdua. Tersenyum. Penuh kemenangan.

IMG_0259

 

 

Iklan

11 thoughts on “Cinta Juga Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s