MENKO PEMAKE

Segenap rakyat Indonesia bilang, “Akhirnyaaaa!” waktu kabinet diumumkan Presiden Jokowi. Sebelumnya banyak orang ikut pasang kira-kira. Di TV, tiba-tiba muncul ahli nujum yang tau siapa akan jadi apa. Pesan berantai masuk ke grup-grup pertemanan dengan deretan nama-nama bakal Menteri. KPK kasih tanda, siapa layak siapa ditolak. Jokowi panggil nama-nama. Megawati juga. DPR bingung, Jokowi punya uang dari mana untuk ganti Nomenklatur.

gambar diambil dari sini
Pengumuman Kabinet Kerja Presiden Jokowi. gambar diambil dari sini

Ya, terlepas dari penyusunan Kabinet Kerja yang kontroversial. Presiden Jokowi juga mengajukan perubahan nama beberapa kementerian. Ada yang digabung. Ada yang dipisahkan. Kalau disetujui, maka harus ada sekian rupiah untuk mendanai perubahan itu. Kalau ndak disetujui, Puan Maharani jadi apa?

Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti. Ndak lulus SMA. Sukses usaha perikanan, agrobisnis dan maskapai penerbangan. Maskapai bantuan pertama yang berhasil masuk Banda Aceh sesaat setelah terjangan tsunami. Tiga kali menikah. Punya tato burung Hong di betisnya.

Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi. Ia satu-satunya orang Indonesia yang dianugerahi bintang jasa Grand Officer oleh Raja Norwegia. Melancarkan diplomasi Indonesia-Australia tahun 1992 atas masalah pembantaian Santa Cruz di Timor Leste. Menjadikan diplomasi berbasis ekonomi di Belanda. Perempuan pertama di tampuk pimpinan diplomat nasional.

Menteri BUMN: Rini M. Soemarno. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Pernah sukses di sektor swasta dan birokrasi ekonomi dalam negeri. Termasuk diantaranya BLBI, RNI, dan pembelian Shukoi dari Rusia. Adik mantan Dirut Petral ini dikenal dekat dengan Megawati.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar. Salah satu dari 99 perempuan berpengaruh versi Globe Asia tahun 2007 ini baru setahun masuk politik. Sebelumnya lama berkarir sebagai birokrat. Perempuan Betawi pertama dalam kementerian Presiden Jokowi.

Menteri Kesehatan: Nila Djuwita F. Moeloek. Setelah batal diangkat menteri oleh SBY. Presiden Jokowi mendaulatnya menggantikan Ibu Nafsiah Mboi di lini khusus yang hanya bisa diisi oleh praktisi. Seorang spesialis mata. Istri mantan menteri kesehatan era Habibie.

Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa. Lisannya juara! Waktu itu tahun 1998. Ia menceramahi rezim Orde Baru di MPR/DPR soal demokrasi dan pemilu. Menjabat Menteri Pemberdayaan perempuan era Gus Dur. Hampir jadi Gubernur Jawa Timur.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Yohana Susana Yembise. Profesor linguistik perempuan asal Papua. Aktif dalam dunia pendidikan anak di kampungnya. Pernah menerima penghargaan Tuto Thansen & Fainting Alumni Awards 2014 dari Newcastle University, Australia. Satu-satunya dalam daftar ini yang punya akun LinkedIn.

Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani. Anak Megawati.

Lahirnya Menko Pemake ini cukup menggetarkan. Ia adalah perubahan nomenklatur dari Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat yang tadinya dipegang oleh Aburizal Bakrie. Bukan hanya nama. Jenis kelamin pun berubah. Tentu ada maksudnya. Ia juga disertai dengan tujuan dan literatur kerja yang lengkap. Sayang, tidak terungkap dalam dokumen apapun saat ini. Di kepalaku, setidaknya Puan Maharani harus bisa menyelesaikan masalah konflik berkepanjangan antara Padang dan Manado sebagai penghasil masakan terenak di tanah air. Yah, minimal Indramayu bisa kembali fokus ke ekspor mangga ketimbang pelacur di bawah umur.

Oh, ini tantangan! Keras, karena jobdesc-nya ndak jelas. Berbahaya, karena jadi sorotan banyak orang. Berisiko, karena punya dua atasan. Dan tajam, karena Ibu Yohana punya LinkedIn.

Berikut enam perubahan nomenklatur kementerian yang–kayaknya–ditolak DPR:

Menteri Pendidikan Aparatur Negara

Menteri Koordinasi Kesehatan Ekonomi

Menteri Perdagangan Perempuan

Menteri Pariwisata Agama

Menteri Keuangan Pemuda

Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Posted in: ringan

7 thoughts on “MENKO PEMAKE Leave a comment

  1. Ini agak serius,
    kenapa ya ndak ada Kementerian Veteran?
    Di tempat Obama, ada US Department of Veterans Affairs. Tujuannya mulia. Mereke menjaga amanah janji Presiden Lincoln:
    “To care for him who shall have borne the battle, and for his widow, and his orphan” by serving and honoring the men and women who are America’s veterans.

    Keren kan.
    Walau kita jarang banget perang, ya lumayanlah tambahan satu kolam kepentingan.

    1. mungkin karena kita jarang perang, maka tidak ada pundi khusus untuk hal tersebut,
      bagaimana siih pak?
      tak ada yang benar-benar non profit di dunia ini,

      ini realita loh

      udah ah,
      makin ngaco saya,
      mumet

Leave a Reply