Obat Sakit

Apabila tulisan ini membuat Anda terisak-isak, pasti bukan karena isinya. Tapi lebih karena ketularan.
Maklum, yang menulis hari ini sudah beberapa hari terkulai lemas karena flu. Apa daya, otak dan tangan tak sanggup mikir yang berat-berat. Kaki cukup melangkah beberapa jengkal ke dapur bikin sup hangat. Selimut membekap badan yang juga hangat. Lalu sambil ketiduran, tangan mulai mencari deretan film sebagai teman kemulan.
Film apa yang menghangatkan badan? Ya film komedi romantis, tentunya.

Deretan film-film prestisius, award-winning, critically lauded films boleh saja menghiasi rak DVD dan Blu-ray. Tapi ketika sakit kepala melanda, rasanya lebih pas ditemani Renee Zelwegger waktu masih jadi Bridget Jones bebas Botox. Padahal film itu sudah 13 tahun yang lalu. Toh masih saja jadi andalan teman saat kesepian.

Namanya juga genre film yang berurusan sama hati, mana mungkin basi? (Aduh ini dari tadi kok rhyming terus sih?! Obatnya mulai bekerja.)

Meskipun jaman sekarang hampir gak ada yang pakai telpon rumah, tapi adegan Janeane Garofalo dan Ben Chaplin telpon-telponan selama 7 jam di film The Truth About Cats and Dogs masih bisa bikin tersenyum.

Film komedi romantis cenderung tumbuh bersama waktu. It easily grows over time. Banyak yang dicap “biasa aja” waktu dirilis pertama kali. Beberapa malah gagal secara kualitas dan komersial.
Toh kita sendiri yang membuat genre ini jadi timeless: saat kita gak tau mau nonton apa waktu sakit, bingung ngapain pas malem minggu sendirian di rumah (oalah, mblo!), saat baru putus dan pengen nangis-nangis, saat bengong di depan mbak-mbak DVD bajakan di ITC (idih!), the idea of spending 2 hours watching people chasing for love, losing it, and eventually gaining it back again never fails.

Jadi, kalau percaya bahwa traveling bisa menyembuhkan patah hati dalam 2 jam, tontonlah Summertime atau Under the Tuscan Sun. Lupakanlah perjalanan Julia Roberts.

Under the Tuscan Sun
Under the Tuscan Sun

Kalau percaya bahwa pria gay bisa disembuhkan oleh perempuan putus asa yang ngeyel, mungkin anda seperti Jennifer Aniston di The Object of My Affection.

Kalau percaya bahwa cinta pertama jatuh pada pria atau wanita yang ditaksir waktu SMP, mungkin ada benarnya, menurut Litte Manhattan dan 13 Going on 30.

Little Manhattan
Little Manhattan

Kalau percaya bahwa hati yang luka bukan sekedar lagu Betharia Sonata, tapi bisa menyembuhkan hati lain yang juga terluka, silakan termehek-mehek nonton Return to Me.

Kalau percaya bahwa dalam satu siklus hidup ada tiga cinta sejati, meskipun berujung pada satu hati (yasalam, rhyming lagi!), kita bisa tersenyum dan terharu menonton Ryan Reynolds di Definitely, Maybe.

Definitely Maybe
Definitely Maybe

Dan kalau sudah eneg dengan segala lovey dopey atmosfir di film-film ini, maka They Came Together akan mengembalikan kepercayaan kita terhadap komedi romantis.

Mari kita bersulang teh hangat! Cheers!

7 thoughts on “Obat Sakit Leave a comment

  1. Kalau baru sadar membagi hati lebih mudah dibanding membagi waktu, tontonlah The Other Women. Lumayan menghibur karena ternyata Cameron Diaz pun bisa nampak (sedikit lebih) tua.

      1. Lho terlalu peduli sama Cameron Diaz sampe lupa bilang cepat sembuh.
        Cepatlah sembuh ya, karena aku tau, ga sakit pun kamu bisa menulis semanis ini.

Leave a Reply