Tembang Kenangan

Ketika kamu tak sengaja mendengar lagu Celine Dion – My Heart Will Go On di bagian chorus-nya apa yang pertama terlintas? Jack Dawson? Leo DiCaprio? Titanic? Ya kan? Itu sepertinya sudah terpatri di semua benak umat manusia yang sudah pernah melihat film itu dan melihat video musiknya. Soundtrack. Padahal saya belum pernah tamat menonton film itu. Entah kenapa. Sepertinya tidak ada keharusan.

20th-anniversary-pulp-fiction-poster-2014

Begitu pula ketika mendengar lagu Unchained Melody dari The Righteous Brothers pasti yang terbayang adalah adegan Demi Moore tersenyum sambil membuat keramik dan dipeluk dari belakang oleh Patrick Swayze–yang ternyata hantu. Hiih.

Banyak sekali lagu yang menggambarkan sebuah adegan di film. Apalagi di film drama atau komedi romantis. Lagu tersebut sengaja dibuat untuk memperkaya sebuah adegan. Memperdalam nuansa. Bisa juga untuk menjelaskan suatu masa tertentu. Marvel di dua film terakhirnya sangat memanfaatkan situasi ini. Pasti masih ingat kan ketikan Wolverine terbangun di masa lalu–di film X-Men Days of Future Past–lagu yang mengalun pada adalah dari Roberta Flack – “The First Time Ever I Saw Your Face“. Lagu yang menandakan bahwa Logan sudah mendarat di tahun 1973. Masa ketika lagu tersebut sedang hits. Pasti ada beberapa dari kalian yang pengen denger lagu itu lagi pas nyampe rumah sehabis nonton di bioskop.

Ada yang menarik ketika lagu Badfinger yang sempat hits tahun 70an berjudul “Baby Blue“, kurang lebih setahun yang lalu mendadak mengalami penjualan yang drastis di iTunes untuk beberapa saat. Hal ini ternyata terjadi karena lagu ini adalah lagu penutup dari serial TV Breaking Bad, season finale. Dilihat dari judul lagu, musik dan liriknya, Vince Gilligan melihat itu adalah lagu yang sangat pas untuk mengakhiri serial tersebut. Lagu yang mengawali perjalanan Walter White dari guru kimia yang cupu menjadi produsen meth.

Guess I got what I deserved
Kept you waiting there too long, my love

Lagu itu juga merupakan kelanjutan dari lagu “Crystal Blue Persuasion” dari Tommy James and the Shondells, yang lebih dulu muncul di pertengahan musim. Saya tidak melihat ada lagu lain sebagai penutup yang bisa pengganti selain lagu itu. Atau kamu punya ide lagu lain?

Peran lagu atau skoring musik dalam film terlihat biasa saja padahal itu adalah salah satu elemen penting. Kalau saja di DVD player ada tombol play with no music, coba tekan tombol itu. Lalu coba lihat adegan awal film Star Wars. Atau The Sound of Music. Saya jamin hampa.

Lalu kalau begitu lagu dari film apa yang terkenang selalu versi kamu? Kalau masih bingung coba cek di sini, barangkali ada.

Advertisements

9 thoughts on “Tembang Kenangan

  1. Kenapa deh di 8tracks-nya gak ada Crystal Blue Persuasion?
    Tapi ini tulisan Agun favoritku. Inilah Agun sebenar-benarnya. Hahaha…

    Curcol: Kenapa hidup nyata ini gak ada soundtrack, ya? Hidupku akan lengkap kalau ada soundtrack dan score untuk mengiringinya.

    Soundtrack tak terlupakan? Di Almost Famous, Tiny Dancer-nya Elton John, ketika semua cast nyanyi di dalam bus. Di My Best Friend’s Wedding, ketika semua orang nyanyi I Say a Little Prayer di resto. Kalau love theme: Star Wars dan Secret Garden di Jerry Maguire.

  2. Kalo gue sih lagu garuda pancasila di tvri selalu bikin keinget Pak Harto. Sampe sekarang.

    trus Genjer Genjer…yang keinget Gerwani ato PKI nya…adegan silet menyilet..

    Ntah otak gue yah. Kedoktrin P4 kali.

  3. Aaaakkkk bingung banyak banget lagu-lagu yang kalo didenger secara gak sengaja, adegan film tertentu langsung menyeruak menuhin otak.

    “The Blower’s Daughter”-nya Damien Rice gak pernah gagal buat memutar kembali adegan Jude Law dan Natalie Portman lagi nyebrang jalan di film “Closer”.

    “Come On Eileen” -nya Dexy’s Midnight Runners selalu bikin aku inget sama Logan Lerman, Emma Watson, dan Ezra Miller di pesta dansa di film “The Perks of Being A Wallflower”.

    “And I Am Telling You” -nya Jennifer Hudson di “Dream Girls” juga… Kerasa banget emosinya waktu doi dikhianatin sama pacar dan temen-temennya.

    Buanyaaaak~

  4. Hahaha, buat gue, topik soundtrack bisa jadi bahan obrolan yang gak abis2. Kebiasaan mulai nulis ttg film berawal jg dari program radio ttg film soundtrack.

    Dan sebagai generasi 90-an banget, sampe sekarang hati masih tergetar denger Edwyn Collins nyanyi “A Girl Like You” dari soundtrack Empire Records. Trus kadang2 suka ngelamun kalo udah denger Lisa Loeb’s “Stay”, Big Mountain’s “Baby I Love Your Way”, sampe gak sengaja dengerin satu album soundtrack Reality Bites.

    Akhir 90-an, selera mulai pindah ke menye-menye soundtrack City of Angels, dan Message in a Bottle (terutama lagu Edwin McCain “I Could Not Ask For More”).

    Soundtrack yang bagus sih emang aoundtrack yang bisa kita dengerin secara lepas setelah film usai ya. Dan soundtrack favorit gue ada di tulisan terakhir. Elo masukin di 8tracks gak ya, Gun? 😀

  5. saya dulu suka lagu sontrek ACI. Aku Cinta Indonesia. lakon utama diperankan septian dwi cahyo. juga sontrek program apresiasi filem indonesia. syairnya:
    “Aku cinta
    Anda cinta
    Semua cinta
    Buatan Indonesia…”
    mungkin lebih tepat disebut jingle, tapi teteup aja sukak!

Leave a Reply