SEX DIMULAI DARI MANA?

Bayu dan Winda sudah menikah selama lima tahun. Punya dua anak. Tidak ada yang terlalu istimewa kecuali kegiatan sex mereka yang 28 kali dalam seminggu!

Satu kolom di Rumah Sakit Ibu dan Anak menanyakan soal frekuensi sex yang dilakukan pasangan Mira dan Andre. Dengan ndak yakin, mereka jawab seminggu sekali.

Sementara Tanti dan Bram, sudah tiga minggu belakangan tidak berhubungan sex. Proses perceraian mereka terhambat di negosiasi gono-gini.

Sumber: Google
Sumber: Google

Tiga ilustrasi diatas rasanya biasa aja. Agak terlalu berlebihan untuk pasangan pertama. Dan menyedihkan untuk pasangan terakhir. Kesan yang didapat punya jarak yang cukup jauh. Sayangnya, batasan yang digunakan ndak pernah jelas.

Berdasarkan asal frasa-nya, hubungan sex adalah kegiatan reproduksi yang meliputi penetrasi kelamin dan menempelnya sel sperma dengan indung telur. Mengacu batasan ini, maka hubungan sex punya tujuan utama untuk beranak-pinak. Tapi, di luar teori, banyak diantara kita yang melakukannya hanya untuk kesenangan, naluriah, bahkan terpaksa. Deskripsi ini jadi makin ndak relevan lagi untuk pasangan homoseksual dan masturbasi.

Bayu dan Winda menganggap ciuman mereka sudah termasuk hubungan sex. Mira menganggap hand-job juga sex. Tanti dan Bram percaya sex adalah sampai keduanya orgasme. Sekali lagi, ndak ada yang menggambarkan kalau ketiga pasangan ini melakukan kegiatan reproduksi. Tapi mereka yakin kalau apa yang mereka lakukan adalah hubungan seksual. Entah melibatkan kelamin atau ndak, apalagi pada tingkat pertukaran informasi DNA.

Hubungan seksual sebetulnya punya variasi fungsi. Dari yang paling primordial: reproduksi. Rekreasional, afeksional, biologis. Dan yang sudah punah: ritual. Dari kesemua fungsi ini, hubungan seksual juga bersifat demokratis. Ia bebas interpretasi. Personal. Tergantung pelakunya. Ada yang percaya sex dimulai sejak bertatapan penuh birahi. Ada juga yang menganut hubungan sex haruslah sampai penetrasi.

Meski demokratis, batasan yang jelas mengenai hubungan sex lumayan penting. Minimal ada dua bidang yang memerlukan kejelasan batasan hubungan seksual: medis dan pelacuran. Medis. Karena rekam jejak penetrasi dibutuhkan untuk mereka yang melakukan terapi kesuburan. Pelacuran. Karena menemani, grepe, dan ngewe harganya beda-beda.

Buatku, hubungan seksual adalah kegiatan yang melibatkan birahi, menimbulkan kepuasan, dengan atau tanpa konsekuensi reproduksi.

Jadi, secara pribadi, sex mulai dari mana?

Posted in: ringan

5 thoughts on “SEX DIMULAI DARI MANA? Leave a comment

Leave a Reply