KemBalinya Rahajeng Rauh

– sebuah gagasan kecil untuk Bali yang baru – “Pokoknya abis Lebaran, ke Bali” itu ikrar saya waktu Covid-19 seolah hanya ada di Wuhan. Saat itu, negeri saya sepertinya punya imunitas tinggi sehingga kebal Covid. Sampai kenyataan berkata lain dan menghancurkan bukan saja ikrar saya tadi, tapi juga pulau yang selama ini telah memberikan banyak… Read More

Masa-Masa Masih Merasa

Ada masanya dulu, saat seorang teman bertanya, “Masih percaya dengan hubungan asmara yang bisa bertahan lama, dan masih ada sensasi menggelora dalam menjalaninya?”, maka saya akan menjawab dengan ringkas dan mantap, “Ya.” Lalu saya akan menambahkan, bahwa jawaban tersebut saya dapat berdasarkan hasil observasi sekelebatan atas kehidupan teman-teman yang saya lihat. Ada yang masih bersama… Read More

Kenyamanan Batin di Tengah Ketidakadilan Sosial

SAYA pernah membaca twit yang mengatakan; “Jangan diam. Karena diam berarti membiarkan ketidakadilan!” Hal ini terkait masalah-masalah sosial kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan. Saya yakin, saat membaca ini pun, langsung tersusun isu-isu yang terpikirkan. Namun, dalam waktu yang berbeda, saya juga sempat membaca; “Diam bukan berarti tidak peduli. Semua orang punya caranya masing-masing” entah siapa… Read More

Mungkinkah Beruntung Saat Buntung

“Untung aku gak di-PHK”, “untung sekolah anakku masih lancar”, “untung aku tinggal di desa” dan berbagai ungkapan yang sering kita dengar belakangan di tengah pandemi yang semakin mencekik ini. Ungkapan itu bisa jadi karena ungkapan syukur karena merasa ‘aman’ dan bisa juga ungkapan kesombongan karena merasa ‘di atas’. Kedua alasan itu tentunya sah-sah saja, tapi… Read More

Kalau Kesal, Keluar!

Minggu lalu, saya absen menulis di sini, karena sedang marah. Marah terhadap rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang semakin menginjak hak-hak kaum pekerja secara luas. Berhubung saya tidak bisa menumpahkan dalam bentuk kata-kata, akhirnya saya memutuskan untuk absen sejenak dari ini. Awal minggu ini, tanpa diduga-duga, saya tersulut kembali dengan api kemarahan. Penyebabnya datang dari sebuah… Read More

(Apakah) Tidak Apa-apa Menjadi Biasa-biasa Saja (?)

TERGANTUNG tentang apa. Karena sayangnya, tidak semua hal bisa dianggap biasa-biasa saja (aspek internal), dan tidak semua orang bisa menerima ketika kita menganggap sesuatu biasa-biasa saja (aspek eksternal). Seperti beberapa hal yang tadinya bakal dijadikan topik tulisan di Linimasa hari ini, akhirnya buyar dan urung dibahas lantaran kehebohan undang-undang yang terkesan buru-buru disahkan kayak ngejar… Read More

Reuni Bersama Memori

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah paket yang tidak pernah saya pesan sebelumnya. Or so I thought. Begitu saya buka amplop pembungkus warna coklat, ternyata paket tersebut berisi sebuah buku, dan pin. Saya lihat gambar di pin yang bisa disematkan di baju itu. Ternyata gambar lambang sekolah saya. Dan saat saya melihat sampul buku… Read More

Nasi Pecel dan Lean Living

Membedakan yg penting dan kurang penting, lebih cermat bertindak, dan mengamankan lebih banyak. Read More

Cukup, Bukan Cuma

Salah satu hal yang paling tidak suka saya lakukan adalah menyetrika. Melipat pakaian dan merapikannya di lemari, saya tidak keberatan. Tapi kalau harus menyetrika, ampun! Pernah pada masanya, waktu baru lulus kuliah dan awal-awal kerja, saya harus meluangkan waktu khusus hanya untuk menyetrika pakaian hasil cucian seminggu sekali. Biasanya saya pilih Rabu malam. Supaya gantian… Read More

Hidup dari Pengakuan Orang Lain

KASIHAN … atau tidak? Kita mungkin punya pandangan berbeda terhadap hal ini. Sebab setiap orang pada dasarnya berhak menjalani serta mengisi kehidupannya dengan hal-hal baik yang dia tetapkan sendiri, dan bukan demi mengejar pengakuan dari orang lain. Setiap orang adalah “pemilik” sekaligus pengelola kehidupannya masing-masing. Namun, manakala seseorang bergantung pada pengakuan orang lain, ia seolah-olah… Read More

Tebak-Tebak Buah Manggis (Pand)Emmy Awards 2020

Ada sedikit perasaan bimbang dan ragu saat hendak membuat tulisan ini. Tentu saja semuanya berkaitan dengan situasi masa sekarang yang semakin mengkhawatirkan kehidupan kita. Rasanya hidup kita selalu ditempatkan di ujung tanduk setiap saat.  Ada sisi hati kecil saya yang berkata, “Ngapain nulis ginian? Who cares? Nobody cares! Boro-boro mikirin Emmy Awards, orang juga nggak… Read More

Mungkinkah Kita Lelah Belajar?

Belajar itu proses, bukan sekadar hasil akhir. Ketidaktahuan pun merupakan hasil dari pembelajaran. Read More

Potong Rambut

Hari ini saya baru sadar kalau ternyata potong rambut termasuk dalam daftar aktivitas yang membuat hati senang. Paling tidak buat saya pribadi. Selama masa pandemi ini, saya baru dua kali berkunjung ke tukang potong rambut. Berarti ada jarak setiap 2-3 bulan sekali. Ini terhitung lama, karena dalam situasi normal, saya harus potong rambut sebulan sekali.… Read More

Soal Uang: Jadi Tahu Ini karena Pandemi

KEGIATAN tabung-menabung dan berinvestasi tak pernah terasa sepenting sekarang. Bukan kegiatannya per se, tetapi dampak yang dihasilkan; buah yang tersedia untuk dipetik dari bibit yang ditabur-tanam sedikit demi sedikit sejak belasan atau puluhan tahun lalu. Terlebih di masa pandemi, manakala keleluasaan hidup menjadi jauh lebih sulit didapatkan daripada sebelumnya.  Situasi ini sesuai dengan ungkapan yang… Read More

A Moment

how can I grieve if you do not leave? how can I grieve when the reality is hard to believe? how can I grieve while playing “Autumn Leaves” when you still walk around this place to live? how is it possible to achieve my sole relief out of a prayer whispered every eve? allow me… Read More