Percaya Diri dan Sadar Diri

BEBERAPA hari lalu, saya #barutahu ada kenalan yang lolos diterima berkuliah di salah satu universitas Ivy League lewat program beasiswa. Mengenalnya sebagai teman diskusi selama 1,5 tahun terakhir, keberhasilannya menembus lembaga pendidikan sekaliber itu terasa amat wajar. Dia memang pinter banget, artikulatif–mampu menyampaikan pandangan dengan jelas dan mudah dimengerti, serta bernas. “Hebat banget, ya…” Saya… Read More

Absen

Saya ijin tidak menulis hari ini, ya. Kenapa? Sedang mempersiapkan acara besar minggu depan. Setiap hari selalu ada meetings atau tatap muka secara virtual. Tidak hanya sekali-sekali, namun bisa berkali-kali dalam satu hari. Saya merasa letih luar biasa. Baik kalau begitu. Tidak apa-apa.  Terima kasih. Lho, tapi ini ijinnya tidak menulis ‘kan? Iya, benar. Tapi… Read More

Nikmat karena Cukup

SUDAH lebih dari tiga bulan, rasanya, tidak minum teh susu ala Taiwan alias boba–tanpa topping boba–hingga akhir pekan kemarin. Saking lamanya, saking kepinginnya, dan kebetulan ada diskon, dari yang biasanya memesan Roasted Milk Tea ukuran sedang tanpa topping, malah iseng pesan ukuran besar dengan tambahan isi coffee jelly. Sesuai yang dibayangkan sebelumnya, pada satu sampai… Read More

Persiapan Yang Instan Karena Terbiasa

Rencananya hari ini saya akan menulis soal reaksi hasil pemilihan presiden Amerika Serikat. Semacam mengulang tulisan tentang hal serupa empat tahun lalu. Namun melihat updates dari media sosial, kok sepertinya hasil pemilihan presiden ini baru bisa ketahuan dalam beberapa hari. Itu skenario paling cepat. Bisa jadi hasil awal baru diketahui minggu depan.  Alhasil, saya memilih… Read More

Mengenali Seseorang dari Bacaannya

KONON, kita bisa mengenali seseorang dari beberapa hal, seperti apa yang ia lakukan di waktu luang; bagaimana caranya menyikapi ketidaknyamanan (saat menunggu, saat bosan, saat terjebak macet, saat penyaji makanan melakukan kesalahan, dan sebagainya); termasuk lewat bahan bacaan yang ia nikmati. Untuk dua hal pertama, berkaitan dengan kebiasaan, pembawaan, dan kepribadian. Sementara soal bahan bacaan,… Read More

Waktu Tak Pernah Kembali

Setiap merasa tidak ada ide untuk menulis di Linimasa ini, yang bisa jadi karena malas, saya selalu berpikir, “Ah, minggu depan saja.” Dengan penuh rasa optimis saya haqul yaqin akan menulis seminggu dari sekarang. Padahal saya tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, apalagi tujuh hari dari sekarang. Dan ketika hari itu tiba, tepat… Read More

Murni dan Tidak Murni

SELAMA masih ada anggapan bahwa “murni” lebih baik daripada “tidak murni”, selama itu pula akan selalu ada yang terdorong, bahkan terobsesi terhadap pemurnian. Terlebih pada hal-hal yang ideologis; sesuatu yang dipercaya dan diyakini sepenuh hati, termasuk agama serta berbagai aspeknya. Saya iseng kepingin menulis tentang ini, karena baru tahu ternyata bisa juga ada sidang perkara… Read More

KemBalinya Rahajeng Rauh

– sebuah gagasan kecil untuk Bali yang baru – “Pokoknya abis Lebaran, ke Bali” itu ikrar saya waktu Covid-19 seolah hanya ada di Wuhan. Saat itu, negeri saya sepertinya punya imunitas tinggi sehingga kebal Covid. Sampai kenyataan berkata lain dan menghancurkan bukan saja ikrar saya tadi, tapi juga pulau yang selama ini telah memberikan banyak… Read More

Masa-Masa Masih Merasa

Ada masanya dulu, saat seorang teman bertanya, “Masih percaya dengan hubungan asmara yang bisa bertahan lama, dan masih ada sensasi menggelora dalam menjalaninya?”, maka saya akan menjawab dengan ringkas dan mantap, “Ya.” Lalu saya akan menambahkan, bahwa jawaban tersebut saya dapat berdasarkan hasil observasi sekelebatan atas kehidupan teman-teman yang saya lihat. Ada yang masih bersama… Read More

Kenyamanan Batin di Tengah Ketidakadilan Sosial

SAYA pernah membaca twit yang mengatakan; “Jangan diam. Karena diam berarti membiarkan ketidakadilan!” Hal ini terkait masalah-masalah sosial kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan. Saya yakin, saat membaca ini pun, langsung tersusun isu-isu yang terpikirkan. Namun, dalam waktu yang berbeda, saya juga sempat membaca; “Diam bukan berarti tidak peduli. Semua orang punya caranya masing-masing” entah siapa… Read More

Mungkinkah Beruntung Saat Buntung

“Untung aku gak di-PHK”, “untung sekolah anakku masih lancar”, “untung aku tinggal di desa” dan berbagai ungkapan yang sering kita dengar belakangan di tengah pandemi yang semakin mencekik ini. Ungkapan itu bisa jadi karena ungkapan syukur karena merasa ‘aman’ dan bisa juga ungkapan kesombongan karena merasa ‘di atas’. Kedua alasan itu tentunya sah-sah saja, tapi… Read More

Kalau Kesal, Keluar!

Minggu lalu, saya absen menulis di sini, karena sedang marah. Marah terhadap rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang semakin menginjak hak-hak kaum pekerja secara luas. Berhubung saya tidak bisa menumpahkan dalam bentuk kata-kata, akhirnya saya memutuskan untuk absen sejenak dari ini. Awal minggu ini, tanpa diduga-duga, saya tersulut kembali dengan api kemarahan. Penyebabnya datang dari sebuah… Read More

(Apakah) Tidak Apa-apa Menjadi Biasa-biasa Saja (?)

TERGANTUNG tentang apa. Karena sayangnya, tidak semua hal bisa dianggap biasa-biasa saja (aspek internal), dan tidak semua orang bisa menerima ketika kita menganggap sesuatu biasa-biasa saja (aspek eksternal). Seperti beberapa hal yang tadinya bakal dijadikan topik tulisan di Linimasa hari ini, akhirnya buyar dan urung dibahas lantaran kehebohan undang-undang yang terkesan buru-buru disahkan kayak ngejar… Read More

Reuni Bersama Memori

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah paket yang tidak pernah saya pesan sebelumnya. Or so I thought. Begitu saya buka amplop pembungkus warna coklat, ternyata paket tersebut berisi sebuah buku, dan pin. Saya lihat gambar di pin yang bisa disematkan di baju itu. Ternyata gambar lambang sekolah saya. Dan saat saya melihat sampul buku… Read More

Nasi Pecel dan Lean Living

Membedakan yg penting dan kurang penting, lebih cermat bertindak, dan mengamankan lebih banyak. Read More