Mental Penimbun & Mental Berbagi

PERCAKAPAN ini terjadi setelah kegiatan membuang sampah; setelah melihat ada tiga kontainer besar lain tanpa penutup yang saat ditengok dalamnya, ternyata adalah clutter charity box untuk meletakkan barang-barang yang disumbangkan. Bukan barang baru tentunya, tetapi masih dalam kondisi relatif baik. Minimal tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sebagai seseorang yang cheapskate, saya triggered. Maklum masuk golongan #AntiBocuan… Read More

Ulang Tahun Yang Berulang

Selamat ulang tahun. Saat kita membaca tulisan di atas, maka reaksi kita biasanya dimulai dengan dua kata. Dua kata ini bisa terdiri dari “Oh, iya!”, saat kita sadar kalau hari ini adalah hari ulang tahun teman atau saudara. Bisa juga dua kata tersebut terdiri dari “Thank you” atau “terima kasih”, karena Anda sedang berulang tahun… Read More

Kenyamanan Hati

PERASAAN atau suasana batin yang satu ini memang tidak ternilai harganya. Kita tahu, tetapi tidak benar-benar tahu, hingga akhirnya sadar dan menjadi tahu. Terlampau misterius untuk dikenali, tetapi terasa amat sederhana untuk terlampau disakralkan. Ada yang merasakan kenyamanan hati setelah berbuat baik kepada orang lain; berusaha membahagiakan, membantu mereka yang membutuhkan, dan bersikap welas asih… Read More

Selamat Ulang Tahun, Jurnal!

Akhirnya, saya bisa punya jurnal pribadi tahunan. Tepatnya jurnal pribadi tahunan yang pertama.  Hari ini, tepat setahun yang lalu, saya mulai menulis tiga hal yang membuat saya bersyukur setiap harinya. Di sebuah buku yang sudah lama tidak terpakai, saya menulis dengan tulisan tangan, “Three Things You’re Grateful of”. Setiap hari hanya menuliskan 3 hal. Tidak… Read More

Selesai Karantina

MUDAH-MUDAHAN ini hanya pengalaman sekali dalam seumur hidup; menjalani karantina wajib selama 14 hari setelah tiba di luar negeri. Selain menguras sumber daya, saya membayangkan situasi ini bisa sedemikian menyiksa orang-orang ekstrover, orang-orang yang memerlukan ruang gerak relatif luas, dan tidak nyaman dengan kesendirian maupun rasa kesepian (kecuali kalau karantina berdua, atau sekeluarga). Belum lagi… Read More

Bau Bangkai

Aroma tajam bangkai menusuk hidung. Aku langsung menahan napas dan berhenti melangkah ke kamar mandi. “Sweet lord, ini bau apa?” “Kayaknya ada yang mati deh, bu!” Anak perempuanku menoleh dari layar smartphone-nya. “Ah, masa sih. Mungkin cuma saluran air tersumbat, neng, nanti kalau kita mandi, salurannya basah dan mengalir juga hilang” “Tapi ini dari kemarin,… Read More

“Bolehkah Saya…”

DI KANTOR, kita kian sering mendengar; Lebih baik minta maaf daripada minta izin,yang penting jalan dulu. Ungkapan ini disampaikan dengan penuh percaya diri dalam internal tim, serta keyakinan yang tinggi bahwa rencana atau project yang akan digulirkan bisa berbuah keberhasilan, meskipun bisa saja tetap mengundang kontroversi, pertanyaan, maupun keraguan dari tim-tim lainnya. Rasanya, seolah-olah ingin… Read More

Suara, Dengarkanlah Aku (Apa Kabarnya, Pujaan Hatiku?)

Hampir sebulan ini, isi history Youtube saya dipenuhi dengan video-video dari beberapa episode acara kompetisi menyanyi “The Voice”. Padahal dulu-dulu saya tidak pernah menonton acara ini secara rutin. Tidak juga menyempatkan diri menonton kalau lagi flipping through channels saat menyalakan televisi. Kenapa saya tiba-tiba jadi sering menonton “The Voice” di Youtube? Ini bermula dari tidak… Read More

Bahagia dalam Pencapaian-pencapaian Kecil

PERIHAL rasa gembira dan hal-hal yang bisa membuat kita gembira, kita tampaknya adalah makhluk-makhluk yang hatinya gampang kebas. Kejadian yang terulang tidak akan seberkesan saat pertama kalinya. Kegembiraan perlahan kehilangan rasanya; dari euforia menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja. Fenomena ini wajar, dan justru bermanfaat mendorong agar manusia terus bereksplorasi dalam kehidupannya; memperluas pengalaman dan wawasan,… Read More

Terima Kasih Pak Suhadi…

… YANG sudah menunjukkan bahwa umat Buddha Indonesia–atau setidaknya yang disebut tokoh umat Buddha Indonesia–masih jarang ngobrol satu sama lainnya. Kalau pakai bahasa yang ndakik-ndakik-nya, kurang konsolidasi. Jadi, jangankan perbedaan dengan pihak eksternal yang jelas-jelaa bisa terjadi di republik ini, lha wong sesama umat Buddha, maupun antara tokoh dan umat Buddha di Indonesia saja masih… Read More

Berdialog Lewat Monolog

Di masa pandemi, kita jadi gampang merasa parno atau paranoid kalau kita sakit. Pusing sedikit, sudah curiga kalau terkena Covid-19. Batuk sedikit, sudah langsung pusing tujuh keliling. Artinya, malah semakin pusing. Radang tenggorokan sedikit, sudah langsung berpikir yang aneh-aneh. Sebagai orang yang juga gampang merasa dan melakukan kejadian-kejadian di atas, mau tidak mau, saya “terpaksa”… Read More

Siapa Salah? Salah Siapa?

APA gunanya menyimpan banyak pulpen dan kertas, kalau jarang menulis … atau setidaknya corat-coret sekenanya saat melamun dan berkhayal. Corat-coret sekenanya; bisa berupa gambar, bisa pula berupa kata-kata. Nama entah siapa, umpatan dan makian tak jelas juntrungannya, kata dan frase yang selintas lewat dalam benak kita. Bisa juga kita menulis panjang lebar kegundahan dan kegalauan… Read More

Menulis Lagi

Sudah berbulan-bukan saya tidak menulis. Ada pikiran bahwa apapun yang ditulis saya pasti orang sudah pernah menulisnya atau sudah bukan hal baru. Pikiran ini menjadi beban. Sebuah pembirosan waktu bagi pembaca dan juga bagi saya. Akan tetapi ada dorongan kuat untuk kembali menulis lagi. Menulis bagi saya ternyata semakin disadari merupakan terapi diri. Dalam menulis… Read More

Membicarakan Kematian Lagi

Sudah kurang lebih seminggu berlalu sejak seorang teman dekat saya berpulang. Kepergiannya sangat mendadak. Tidak ada yang tahu kalau dia sedang sakit saat itu. Malah kami sempat bertukar pesan beberapa hari sebelumnya, merencanakan janji temu singkat setelah selalu gagal mewujudkan rencana yang sama selama ini. Namun ternyata Tuhan berencana lain. Tuhan malah merencanakan bahwa teman… Read More

Pemberian yang Pantas (2)

SAYA mengawali tahun baru dengan sesuatu yang kurang mengenakkan, secara harfiah maupun kiasan. Tepat di tanggal 1 Januari, saya terpaksa membuang tiga perempat isi botol kopi susu literan yang didapat dua malam sebelumnya … dalam sepaket bingkisan Natal pemberian partner kantor. Éman memang. Membuang sesuatu yang tadinya masih enak dan menyegarkan, dengan kuantitas yang masih… Read More