Cerita Kita

Beberapa hari lalu, saya menonton film berjudul Minnie and Moskowitz (1971), karya sutradara John Cassavetes. Sutradara ini sering mengangkat cerita seputar orang-orang kecil, biasanya dari kalangan menengah ke bawah, di kota New York. Sering kali mereka tampak invisible di tengah riuh-rendahnya kehidupan metropolitan, namun mereka punya cerita sendiri-sendiri yang menarik. Film-filmnya pun biasanya digarap dengan… Read More

Advertisements

Gara-gara Minggu Lalu

ADA beberapa pemikiran yang kembali mencuat sepekan terakhir. Bukan sesuatu yang benar-benar baru, atau belum pernah terpikirkan sebelumnya, tetapi kembali muncul dan sempat menyita perhatian dalam beberapa saat. Salah satunya, atau mungkin pemicu utama, yaitu gagal menikah dan terpaksa memundurkan waktu penyelenggaraannya. Selain menjadi saluran emosi, tulisan pekan lalu pada dasarnya juga menjadi semacam pemberitahuan… Read More

Lebaran Tanpa Melupakan

(30 Ramadan 1421 H) “Tiketmu sudah diurus?” “Sudah, Yah. Jadinya aku mundurkan saja sampai akhir tahun. We’ll see, mudah-mudahan sudah bisa traveling lagi bulan itu.” “Insya Allah. Harusnya gak sampai Desember sih pembatasan ini.” “Cuma kita kan gak pernah tahu, Yah.” “Iya. Berdoa saja, sambil terus jaga kesehatan. Kamu masih olahraga?” “Sekadarnya saja. Ayah?” “Masih… Read More

Harusnya Aku Menikah Hari Ini

HARUSNYA, sih. Sesuai tanggal yang sudah dibahas sejak setahun sebelumnya; tanggal yang diajukan ke Births, Deaths, Marriages (BDM) Victoria–iya, memang sengaja direncanakan dilangsungkan di sana, nanti bakal diceritakan sedikit soal kenapanya; tanggal yang akhirnya ditulis di kertas pengumuman dan disebarkan secara digital di awal Maret kemarin. Cuma, ya … begitulah. Australian border masih ditutup sampai hari… Read More

Terima Kasih Corona

Terima kasih Corona! Dengan adanya kamu, kami bisa tahu mana teman kami yang memiliki sifat selalu menang sendiri, diam-diam pulang kampung, dan tak peduli pada hal lain. Tak apa, kami hingga kini terus berupaya mencoba menjadi mereka. Bisa jadi ini adalah pulang kampung mereka yang terakhir kali. Mungkin juga bagi keluarga besar mereka yang dikunjungi.… Read More

#RekomendasiStreaming – Miniseri Yang Memberi Kepuasan Maksimal

Sudah lama juga tidak menulis soal #RekomendasiStreaming di blog Linimasa ini, ya? Selain karena penulis ini punya isu tertentu dengan kedisiplinan dalam menjalani komitmen tertentu (ehem …), tentu saja alasan lain adalah betapa banyak dan mudahnya kita menemukan berbagai daftar rekomendasi tontonan lewat update feed di berbagai media sosial. Terlebih lagi dalam beberapa minggu terakhir.… Read More

Meromantisasi, Mendramatisasi

SELEMAH-LEMAHNYA manusia, adalah manusia yang takluk mutlak pada perasaannya. Begitu perasaannya goyah, langsung lumpuh dan gagap, tak bisa menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya, walaupun hanya dalam beberapa waktu. Bukannya salah, sih, atau menyatakan bahwa dengan tak berperasaan itu lebih baik. Melainkan bersikap waspada dan berhati-hati dalam mencermati sesuatu, melihat dengan apa adanya, bukan karena ada apa-apanya.… Read More

Nggak Ada Yang Nothing

Sering kali kita dengar omongan semacam ini: “I miss doing nothing with you.“ “Kangen deh, cuma berduaan aja, nggak ngapa-ngapain.” Padahal yang dimaksud dengan doing nothing itu ternyata duduk berdua, saling berpegangan tangan atau berpelukan, sambil nonton film di Netflix. Atau masing-masing membaca buku, dengan yang satu bersandar di bahu yang lain. Atau makan sambil… Read More

Pemberian yang Pantas

Saya selalu terngiang ucapan ibu saya; “Kalo mo ngasih orang, mbok yang pantes gitu, lho…” setiap kali saya ingin memberikan, atau bahkan baru berpikiran untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Entah itu berupa pakaian, hadiah, buku, terlebih makanan atau paket bahan makanan, maupun angpau pernikahan. Tak sekali dua kali beliau malah rongseng kalang kabut sendiri,… Read More

Track Record

Semalam saat saya bersih-bersih rak buku di atas meja kerja, saya menemukan sebuah buku cukup tebal. Sudah lama saya tidak membuka buku ini. Setelah saya bersihkan dan saya buka, ternyata buku ini adalah (another) attempt to make daily journal. Buku ini merupakan usaha saya terakhir untuk membuat jurnal harian lima tahun yang lalu. Saat baru… Read More

Punya Kesabaran Itu Privilege

KITA, sebagian besarnya, mengamini bahwa kekuatan terbesar seorang manusia adalah kesabaran. Seberat apa pun masalah dan alangan yang terjadi akan bisa dihadapi tanpa menumbangkan. Asalkan bukan berupa deraan fisik; bisa melukai, bisa mencederai, bisa mengancam keselamatan nyawa. Itu sebabnya, manakala ada keluarga, kerabat, teman, maupun rekan yang mengalami musibah, nasihat paling lazim yang bisa kita… Read More

Siapa Shirley Temple Selanjutnya?

Alkisah, saat terjadi krisis ekonomi yang dijuluki The Great Depression di Amerika Serikat pada tahun 1929 sampai pertengahan tahun 1930-an (di beberapa negara bagian malah masih terasa sampai tahun 1941), masyarakat Amerika melarikan diri dari kesulitan hidup sehari-hari dengan mengunjungi bioskop. Bioskop adalah satu-satunya hiburan audio visual saat itu. Belum ada televisi. Yang ada hanya… Read More

Siap untuk Ditinggalkan (?)

ADA kabar yang tidak menyenangkan kemarin. Teman–sepasang suami istri muda–harus berpisah dengan anak pertama mereka; bayi yang telah dinantikan setelah beberapa tahun pernikahan; yang ucapan selamat atas kelahirannya baru saya sampaikan kurang dari sebulan lalu. Begitu mendapat kabar ini, saya kaget. Siapa yang tidak? Membuat saya tak sampai hati untuk bertanya mengapa dan apa penyebabnya.… Read More

Move On, Dan Lanjut

Sekitar 15 tahun lalu, saya pernah menjadi juri sebuah lomba pidato bahasa Inggris tingkat SMP. Cukup banyak pesertanya, karena saya ingat, kami baru selesai melakukan tugas penjurian sore hari. Sementara lomba mulai dari pagi. Selesai pengumuman pemenang, ada seorang ibu datang ke meja juri, bertanya, “Anak saya kenapa nggak menang ya?” Meskipun ini bukan pertanyaan… Read More

Cucilah Piringmu Sehabis Makan

HAMPIR sebulan ini, dalam setiap harinya malah lebih sering mencuci piring ketimbang mandi. Bukan sekadar perkara lebih banyak atau lebih sering makan maupun menyeduh, melainkan relatif punya waktu yang lebih cukup untuk mengerjakannya segera, tidak perlu menumpuk dua atau tiga piring kotor terlebih dahulu, seperti sebelumnya. Sempat terpikir–sambil mencuci piring–mengapa saya jadi cenderung lebih rajin mencuci… Read More