Dua Puluh Paruh Pertama

What a year. What a half year. Entah harus menggunakan kata apa lagi untuk mendeskripsikan paruh pertama tahun 2020 ini. Saya mencoba mencari kata sifat atau kata-kata lain yang pas, ternyata tidak ada yang cocok. Jadilah saya, dan mungkin anda, hanya bisa menghela nafas panjang dalam-dalam. What a year. What a half year. At least,… Read More

Advertisements

Bahagia Tanpa Banyak Alasan

“BAHAGIA itu sederhana, yang ribet itu kamunya.” Kalimat teguran ini sangat mudah dipahami, tetapi amat sulit dijalani. Sehingga kita cenderung menjauhkan diri kita sendiri dari rasa bahagia secara sengaja, lewat berbagai kondisi dan alasan. Kita adalah insan, subjek, yang ingin merasakan bahagia. Ada hal-hal penyebab munculnya rasa bahagia, baik (1) yang mesti kita kejar dan dapatkan,… Read More

Orang-orang kok pada tersinggungan, ya?

BOCAH laki-laki itu baru selesai dimandikan ibunya. Seperti biasa, perut, punggung, dan kakinya dibalur minyak kayu putih yang aromanya khas serta menghangatkan. Sang bocah lalu dipakaikan piyama; kaus berlengan panjang lengkap dengan celana panjangnya. Terakhir, wajah dan leher sang bocah diberi bedak bayi. Wangi, meskipun berlepotan sekenanya. “Biar enggak diculik genderuwo,” dalihnya. Padahal, mungkin memang… Read More

Cerita Manis Yang Dibisikkan Ke Telinga Kita

Salah satu aktivitas yang saya sering lihat di film dan televisi yang tidak pernah terjadi pada diri saya adalah mendengarkan dongeng sebelum tidur. Kita sering melihat di berbagai tayangan, orang tua membacakan buku untuk anaknya sebagai dongeng sebelum tidur. Biasanya si anak akan ikut melihat apa yang sedang dibacakan, kalau si anak belum bisa membaca.… Read More

Bahagia Dicintai | Bahagia Mencintai

LENGKAPNYA, judul tulisan ini ialah: “Bahagia karena Merasa Dicintai | Bahagia karena Mampu Mencintai“ Relatif cuma sekutil perbedaannya, tetapi besar dampaknya. Sebab, banyak yang menganggap bahwa pemberian (setelah memberi) akan, pasti, bahkan mesti diikuti penerimaan (dengan menerima), dan begitu seterusnya menjadi semacam siklus. Terlebih dalam urusan cinta, yang sudah misterius semenjak tercipta. Cinta, katanya, bisa… Read More

Kalau Saja Waktu Itu …

Kemarin saya baru menamatkan membaca novel “How to Stop Time” karya Matt Haig. Novelnya berkisah tentang Tom, seorang pria berumur lebih dari 400 tahun yang stuck dengan fisik dan wajah bak pria berumur 40 tahun. Dia bukan vampir, meskipun tidak pernah mati. Namun dia adalah seseorang yang tak pernah menua, atau baru bisa menua setelah… Read More

Menjadi Terlupakan

BEBERAPA hari lalu, saya terpapar dengan syair berikut: “Kebahagiaan berasal dari niat untuk membahagiakan orang lain,penderitaan berasal dari niat untuk memenuhi keinginan diri sendiri saja.” Tanpa melihatnya sebagai sebuah pemikiran yang terlampau disederhanakan (oversimplification) dan rawan diselewengkan, saya cenderung setuju dua kalimat tersebut. Manakala dengan berpikir serta menumbuhkan niat untuk bisa membahagiakan orang lain saja,… Read More

Cerita Kita

Beberapa hari lalu, saya menonton film berjudul Minnie and Moskowitz (1971), karya sutradara John Cassavetes. Sutradara ini sering mengangkat cerita seputar orang-orang kecil, biasanya dari kalangan menengah ke bawah, di kota New York. Sering kali mereka tampak invisible di tengah riuh-rendahnya kehidupan metropolitan, namun mereka punya cerita sendiri-sendiri yang menarik. Film-filmnya pun biasanya digarap dengan… Read More

Gara-gara Minggu Lalu

ADA beberapa pemikiran yang kembali mencuat sepekan terakhir. Bukan sesuatu yang benar-benar baru, atau belum pernah terpikirkan sebelumnya, tetapi kembali muncul dan sempat menyita perhatian dalam beberapa saat. Salah satunya, atau mungkin pemicu utama, yaitu gagal menikah dan terpaksa memundurkan waktu penyelenggaraannya. Selain menjadi saluran emosi, tulisan pekan lalu pada dasarnya juga menjadi semacam pemberitahuan… Read More

Lebaran Tanpa Melupakan

(30 Ramadan 1421 H) “Tiketmu sudah diurus?” “Sudah, Yah. Jadinya aku mundurkan saja sampai akhir tahun. We’ll see, mudah-mudahan sudah bisa traveling lagi bulan itu.” “Insya Allah. Harusnya gak sampai Desember sih pembatasan ini.” “Cuma kita kan gak pernah tahu, Yah.” “Iya. Berdoa saja, sambil terus jaga kesehatan. Kamu masih olahraga?” “Sekadarnya saja. Ayah?” “Masih… Read More

Harusnya Aku Menikah Hari Ini

HARUSNYA, sih. Sesuai tanggal yang sudah dibahas sejak setahun sebelumnya; tanggal yang diajukan ke Births, Deaths, Marriages (BDM) Victoria–iya, memang sengaja direncanakan dilangsungkan di sana, nanti bakal diceritakan sedikit soal kenapanya; tanggal yang akhirnya ditulis di kertas pengumuman dan disebarkan secara digital di awal Maret kemarin. Cuma, ya … begitulah. Australian border masih ditutup sampai hari… Read More

Terima Kasih Corona

Terima kasih Corona! Dengan adanya kamu, kami bisa tahu mana teman kami yang memiliki sifat selalu menang sendiri, diam-diam pulang kampung, dan tak peduli pada hal lain. Tak apa, kami hingga kini terus berupaya mencoba menjadi mereka. Bisa jadi ini adalah pulang kampung mereka yang terakhir kali. Mungkin juga bagi keluarga besar mereka yang dikunjungi.… Read More

#RekomendasiStreaming – Miniseri Yang Memberi Kepuasan Maksimal

Sudah lama juga tidak menulis soal #RekomendasiStreaming di blog Linimasa ini, ya? Selain karena penulis ini punya isu tertentu dengan kedisiplinan dalam menjalani komitmen tertentu (ehem …), tentu saja alasan lain adalah betapa banyak dan mudahnya kita menemukan berbagai daftar rekomendasi tontonan lewat update feed di berbagai media sosial. Terlebih lagi dalam beberapa minggu terakhir.… Read More

Meromantisasi, Mendramatisasi

SELEMAH-LEMAHNYA manusia, adalah manusia yang takluk mutlak pada perasaannya. Begitu perasaannya goyah, langsung lumpuh dan gagap, tak bisa menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya, walaupun hanya dalam beberapa waktu. Bukannya salah, sih, atau menyatakan bahwa dengan tak berperasaan itu lebih baik. Melainkan bersikap waspada dan berhati-hati dalam mencermati sesuatu, melihat dengan apa adanya, bukan karena ada apa-apanya.… Read More

Nggak Ada Yang Nothing

Sering kali kita dengar omongan semacam ini: “I miss doing nothing with you.“ “Kangen deh, cuma berduaan aja, nggak ngapa-ngapain.” Padahal yang dimaksud dengan doing nothing itu ternyata duduk berdua, saling berpegangan tangan atau berpelukan, sambil nonton film di Netflix. Atau masing-masing membaca buku, dengan yang satu bersandar di bahu yang lain. Atau makan sambil… Read More