Written by


[Nyanyian Gerakan Sipil]

Semerbak aroma bunga
Terbawa angin dari lembah
Harum doa yang tak pernah padam
Meski debu jalanan menutup nafas
Kami datang bukan dengan senapan
Hanya lilin suara dan genggaman tangan
Di bawah langit yang sama kita berdiri
Tak ada seragam hanya nurani
Ruap doa naik tanpa henti
Dari bibir ibu dari tangan petani
Dari mahasiswa yang belum tidur semalaman
Dari buruh yang lelah tapi tak mau diam
Semerbak aroma bunga di tengah asap
Kami tak lari meski langkah tersekat
Tekanan politik tak akan membungkam
Gempuran serdadu tak akan memadamkan
Panjang umur perjuangan
Panjang umur perjuangan
Di alun-alun di persimpangan kota
Di halaman kantor yang tertutup pagar baja
Kami tanam bunga di celah beton retak
Sebab keindahan adalah perlawanan yang berani
Doa kami bukan untuk diri sendiri
Tapi untuk yang dipenjara karena berbicara
Untuk yang hilang tanpa kabar
Untuk anak cucu yang belum lahir tapi punya hak
Semerbak aroma bunga di tengah asap
Kami tak lari meski langkah tersekat
Tekanan politik tak akan membungkam
Gempuran serdadu tak akan memadamkan
Panjang umur perjuangan
Panjang umur perjuangan
Mereka kira bunga mudah layu
Mereka lupa dari tanah yang sama
Bunga lain akan tumbuh
Lebih banyak lebih dalam akarnya
Mereka kira doa bisa dibungkam
Mereka lupa dalam keheningan penjara
Doa justru paling keras gemanya
Menembus tembok menembus sejarah
Semerbak aroma bunga
Terus mengalir terus mengalir
Ruap doa tanpa jeda
Terus naik terus naik
Selama ada yang berani mencintai kebenaran
Perjuangan tidak akan pernah mati
Untuk semua yang berdiri di garis depan bukan karena tak takut
Tapi karena mereka tahu diam jauh lebih menakutkan
Panjang umur perjuangan 🌸

Tinggalkan komentar