Written by

Saya sedemikian cinta menulis. Namun entah kenapa menjadi hambar beberapa waktu lalu.

Ada masa ketika menulis terasa seperti pulang ke rumah. Lalu, entah bagaimana, rumah itu perlahan tertutup debu, lampunya meredup, dan pintunya jarang dibuka. Blog ini—yang lahir tahun 2014—pernah menjadi tempat saya berbicara dengan jujur tentang banyak hal: kehidupan, perjalanan, renungan kecil yang sering muncul di antara hiruk-pikuk hari.

Namun seperti hidup, tulisan juga punya musimnya. Ada musim ketika kata-kata mengalir deras seperti sungai, dan ada musim ketika kita hanya duduk di tepiannya, memandang air yang diam. Empat tahun terakhir adalah musim kedua itu: masa ketika saya berhenti menulis, bukan karena tidak punya cerita, tapi karena hidup meminta saya diam.

Dan kini, perlahan, saya kembali mengetuk pintu rumah sunyi ini.


Ada banyak alasan untuk pergi, tetapi hanya satu alasan untuk kembali: rindu.

Blog ini tidak lagi sama seperti dulu—dan saya pun tidak lagi orang yang sama seperti 2014. Saya sudah berjalan jauh, melewati tempat-tempat baru, menghadapi ketakutan yang tidak pernah saya duga, jatuh, bangkit, menjadi bapak, menjadi manusia yang sedikit lebih tenang dan sedikit lebih lelah, tetapi juga lebih mengerti.

Dan mungkin itulah alasan sebenarnya mengapa blog ini harus hidup kembali: untuk menampung perubahan itu.


Di era sekarang—ketika hidup berjalan terlalu cepat dan dunia meminta kita menjawab semua hal dalam hitungan detik—menulis adalah bentuk perlawanan kecil. Dengan blog ini saya ingin kembali belajar melambat, mendengarkan diri sendiri, dan berbagi sesuatu yang lebih dari sekadar informasi.

Jika Anda kembali membaca blog ini setelah lama hilang—terima kasih.
Jika Anda baru tiba di sini untuk pertama kalinya—selamat datang.
Pintu ini kembali terbuka.

Ini bukan sekadar comeback.
Ini adalah permulaan baru.
Sebuah babak hidup yang ingin ditulis dengan lebih lembut, lebih jujur, lebih pelan.

Mari kita mulai lagi.
Dari sini.
Dari satu paragraf sederhana ini.

Salam anget,

roy

Satu tanggapan

  1. salmonju Avatar

    Hai bang, terima kasih invitasi menulisnya. Betul sekali, 2014-2016 sudah lebih dan hampir 10 tahun lalu. Banyak yang dilalui, banyak potensi mengubah seseorang.

    Tetap jaga semangat menulisnya, apapun media dan pendorongnya. Saya pun tetap menjaga asa menulis dengan topik berkaitan dengan pekerjaan dan minat saya saat ini. Biasa menulis di LinkedIn.

    Suka

Tinggalkan komentar