Oscar Yang Sangat Cepat

Judul di atas diambil dari kenyataan, bahwa penyelenggaraan Academy Awards tahun ini memang lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ajang penghargaan ini diselenggarakan di awal Maret, atau di akhir Februari. Lalu tiba-tiba di pertengahan tahun 2019, pihak penyelenggara, yaitu AMPAS (Academy of Motion Picture Arts and Sciences) mengumumkan bahwa penyelenggaraan Academy Awards ke-92 maju beberapa minggu sampai minggu pertama Februari 2020.

Alhasil, acara-acara penghargaan lain yang diberikan sebelum Academy Awards dimulai lebih cepat. Kampanye semua film yang digadang-gadang untuk awards season juga dimulai jauh lebih awal. Bulan September sudah ramai masa kampanye film untuk musim penghargaan ini. Biasanya bulan Oktober baru mulai ramai.

honeyland_source_balkaninsight
Honeyland (source: balkaninsight.com)

 

Sebagai pemerhati jarak jauh, terus terang saya kaget sekaligus excited sebenarnya melihat perubahan ini. Mau tidak mau, intensitas kampanye menjadi berlipat-lipat kali lebih menguras tenaga. Ajang penghargaan lain, baik yang diberikan kelompok jurnalis, kritikus, maupun asosiasi pekerja film, berlangsung setiap minggu nyaris tanpa henti. Ini membuat orang-orang, baik sutradara, aktor, pekerja film yang namanya masuk beberapa nominasi dan meraih penghargaan, harus pintar-pintar membagi waktu dan energi selama beberapa bulan terakhir.

Lihat saja Renee Zellweger yang nyaris sapu bersih semua penghargaan kategori aktris pemeran utama terbaik di berbagai penghargaan. Dandanan rambutnya hampir terlihat selalu simpel di semua acara penghargaan beberapa minggu terakhir, mungkin karena dia harus rushed dari satu acara ke acara lain.

 

hair-love-source-slashfilm
Hair Love (source: slashfilm.com)

 

Yang mendapat applause personal dari saya tentu saja Bong Joon-ho, sutradara dari Korea Selatan yang menjadi pusat perhatian dunia berkat Parasite. Saya tidak habis pikir, sudah berapa bulan dia berada di Amerika Serikat, untuk berkampanye tentang filmnya, menghadiri berbagai acara penghargaan, diskusi, seminar, wawancara, dan selalu terlihat sumringah. Membayangkannya saja sudah melelahkan. Apalagi menjalaninya. Maka kalau boleh saya sematkan gelar “Most Valuable Player” (MVP) di awards season kali ini, gelar itu paling layak diberikan ke Bong Joon-ho. Energi yang dia berikan di setiap acara selalu terlihat sama, konstan, dan menginspirasi. Salut untuk tim Bong Joon-ho.

Dan tentu saja, salut untuk film Parasite. Dari sekian ajang Academy Awards yang saya ikuti dari remaja, rasanya baru kali ini saya sangat bersemangat mengikuti setiap perjalanannya. Tentu saja dengan harapan bahwa film Parasite bisa mendapat banyak penghargaan. Film yang mungkin tidak akan hadir setiap satu, lima atau mungkin sepuluh tahun sekali, karena diperlukan kemampuan luar biasa dalam mengolah cerita dan mengeksekusinya dengan mulus, nyaris tanpa cela. Dan membawa interpretasi baru setiap kali kita menonton ulang.

 

Learning-to-Skateboard-in-a-Warzone-if-youre-a-girl_source_heyuguys
Learning to Skateboard in a War Zone (If You’re a Girl) (source: heyuguys.com)

 

Saya memang #TimParasite untuk Oscar tahun ini. Dan inilah semua pilihan saya, harapan saya, akan apa dan siapa saja yang layak membawa pulang Oscar tahun ini:

Best Picture of the Year: Parasite

Best Director: Sam Mendes (1917)

Best Actor: Joaquin Phoenix (Joker)

Best Actress: Renee Zellweger (Judy)

Best Supporting Actor: Brad Pitt (Once Upon a Time in Hollywood)

Best Supporting Actress: Laura Dern (Marriage Story)

Parasite-PasteMagazine
Parasite (source: Paste Magazine)

 

Best Adapted Screenplay: Jojo Rabbit

Best Original Screenplay: Parasite

Best Animated Feature: Klaus

Best Animated Short: Hair Love

Best Documentary Feature: Honeyland

Best Documentary Short: Learning to Skateboard in a Warzone (If You’re a Girl)

Marriage-Story-3-SparkChronicles
Marriage Story (source: Spark Chronicles)

 

Best International Film: Parasite

Best Live Action Short: Nefta Football Club

Best Cinematography: 1917

Best Costume Design: Little Women

Best Film Editing: Ford v Ferrari

Best Makeup and Hair Styling: Bombshell

Joker-LineToday
Joker (source: Line Today)

 

Best Production Design: 1917

Best Visual Effects: Avengers: Endgame

Best Original Score: Joker

Best Original Song: “(I’m Gonna) Love Me Again,” Rocketman

Best Sound Mixing: Ad Astra

Best Sound Editing: Ford v Ferrari

 

Kalau teman-teman sendiri, pilih apa?

Advertisements

Oscar Yang Terlalu Ribut

Tadinya, saya mau menulis sedikit tentang beberapa hal unik yang terjadi waktu saya ke Berlin selama dua minggu terakhir. Tetapi saat membuka Twitter, tiba-tiba teringat bahwa hari Senin pagi waktu Indonesia ada perayaan Academy Awards ke-91. Lantas saya memutuskan untuk menulis tentang prediksi peraih Oscar tahun ini. Cerita tentang Berlin bisa diendapkan dulu. Mungkin memang harus disimpan beberapa saat dulu, supaya bisa menulisnya dengan lebih jernih dan obyektif. Well, we’ll see.

Kok bisa, “tiba-tiba teringat” tentang Oscar? Padahal biasanya sangat tuned in terhadap film-film dan orang-orang pekerja film yang dinominasikan?

Jujur saja, saya mulai merasa lelah mengikuti pemberitaan seputar Oscar dengan aneka politik yang cenderung negatif.

Kekhawatiran saya mulai timbul saat film Roma mencuat. Memang, saya beruntung bisa menyaksikan di layar lebar, dan memang film itu indah sekali ditonton dengan intensitas tinggi di layar lebar. Namun itu tidak mengurangi kekaguman saya, bahwa film dengan intensitas tinggi seperti ini, bisa kita tonton berulang kali, bisa kita pause di momen-momen tertentu agar kita bisa mencerna luapan emosi yang kita rasakan, atau bisa kita hentikan untuk mengamati dengan lebih detil lagi adegan-adegan yang dibuat dan dikerjakan Alfonso Cuaron dengan kecermatan luar biasa.

Saya tidak anti Netflix, atau anti OTT platform atau video streaming app apapun, yang memungkinkan pembuat film membuat karya yang tidak mungkin didanai produser konvensional manapun. Sebagai penonton, saya gembira menyambut tontonan berkualitas di ruang tamu atau tempat tidur saya, yang tidak bisa didapat di bioskop. Toh saya masih pergi ke bioskop untuk menonton dengan tujuan bersosialisasi, baik itu sekedar menonton sendiri, atau bersama pasangan (yang belum ada juga sampai tulisan ini dibuat).

Memang kehadiran video streaming platform yang demikian agresif sempat menyulitkan pekerjaan saya. Toh film tidak hanya satu. Masih ada film-film lain yang perlu ajang untuk ditayangkan.

Berbicara mengenai ajang atau wadah, Oscar memang selalu menjadi sasaran empuk untuk melancarkan aksi kampanye yang penuh muatan politis. Apa tidak bisa mengkritik Green Book dari sisi lain? Apa iya Black Panther sebagus itu? Apa tidak capek menggonggongi Bohemian Rhapsody melulu?

Yang jelas, kalau ada yang masih menganggap Academy Awards adalah penghargaan untuk film-film dan para pembuat film “terbaik”, oh boy. Seperti yang selalu saya katakan berulang-ulang, paling tidak setahun sekali, Oscar recipients are those who campaign the hardest, the loudest, and the most consistent ones. Karya boleh “biasa-biasa saja”, tapi selama kampanye berjalan efektif (dan mahal), para Oscar voters pun pasti akan menengok.

Berhubung saya bukan anggota Academy, jadi pilihan saya kali ini pun bukan alat prediksi yang mumpuni. Saya memilih berdasarkan apa yang saya mau lihat maju ke podium untuk menerima Oscar. Bahkan saya rasa pilihan kali ini akan banyak melesetnya.

Tapi kalau sampai bagian ini Anda masih membaca dan penasaran apa yang menurut saya layak mendapat Oscar tahun ini, here we go:

rbg-movie
RBG (source: Salon.com)

Best Picture: Roma

Best Director: Alfonso Cuaron – Roma

Best Lead Actor: Rami Malek – Bohemian Rhapsody

Best Lead Actress: Olivia Colman – The Favourite

Best Supporting Actor: Sam Elliott – A Star is Born

Best Supporting Actress: Regina King – If Beale Street Could Talk

Best Original Screenplay: The Favourite (Deborah Davis, Tony McNamara)

Best Adapted Screenplay: BlacKkKlansman (Charlie Wachtel, David Rabinowitz, Kevin Willmott, Spike Lee)

Best Animated Feature Film: Spider-Man: Into the Spider-Verse

Best Foreign Language Film: Roma

Best Documentary Feature: RBG

Best Documentary Short Subject: End Game

Best Live Action Short Film: Marguerite

Best Animated Short Film: Bao

Best Original Score: Black Panther (Ludwig Göransson)

Best Original Song: “Shallow” – A Star is Born

Best Sound Editing: First Man

Best Sound Mixing: Bohemian Rhapsody

Best Production Design: The Favourite

Best Cinematography: Roma

Best Makeup and Hairstyling: Border

Best Costume Design: The Favourite

Best Editing: Vice

Best Visual Effects: Ready Player One

Selamat menonton!