Kadang-Kadang Kita Enggan, Tapi Suka Teringat


Berhubung badan masih sedikit lelah dari rangkaian kerja pekan ini, maka saya mengajak Anda mendengarkan cerita beberapa teman saya lagi kali ini. Sedikit berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, rangkaian cerita yang Anda baca hari ini agak susah dirangkai. Maklum, temanya sensitif. Tidak seperti yang sudah-sudah. Mengajak mereka mengingat-ingat lagi pun perlu waktu agak lama dari biasanya.… Baca Selengkapnya

Dor!


Berhubung saya masih sepertiga jet-lagged, jadi kali ini saya biarkan teman-teman saya yang bercerita ya. Satu Me: “Deg-degan gak waktu pacar nembak elo dulu?” KL (teman, 33 tahun): “Deg-degan lah, gila!” “Berapa lama dari deket sampe akhirnya berani ngomong?” “Kayaknya 3 mingguan deh.” “Lumayan lah ya. Ngomongnya gimana?” “Kalo gak salah waktu itu dia ngajak… Baca Selengkapnya

Namanya Juga Hidup


(Senin, pukul 5:45 pagi) Seperti biasa, Mat memulai harinya dengan ponsel. Saat alarm di ponselnya bunyi, dia bergegas mematikan. Setelah alarm mati, dia masih terbaring di atas kasur dengan mata terbuka. Setelah nyawa mulai terkumpul, dia meraih ponsel untuk membaca notifikasi yang masuk. Email bisa menunggu. Celotehan obrolan di beberapa grup WhatsApp bisa dibaca nanti.… Baca Selengkapnya

… Karena Seluruh Dunia Tidak Harus Selalu Tahu


Correct me if I’m wrong, please. Tapi setahu saya, tanpa googling, belum ada film atau karya populer lain yang bercerita tentang “how to go through a breakup in social media”. Seingat saya, film-film terkait media sosial biasanya berkutat dengan isu-isu serius, seperti The Social Network atau Catfish. Untuk hal-hal ringan penuh romansa, sepertinya kita harus… Baca Selengkapnya

“I Love You”


Whenever we talk about love, we often talk about it in the context of romantic relationship between two people. Books are written based on it. Films rely on it. Songs are made out of it. Poems derive from it. We spend our lifetime crushing, finding, and repairing it. What is less celebrated or glorified is… Baca Selengkapnya