Ibrahim: Keimanan Vs Usaha Bertahun-tahun


Jika seorang anak ditinggal orang tuanya, dunia mengenal istilah “yatim” atau “piatu”. Jika seorang istri ditinggal suaminya maka dunia mengenalnya dengan “janda”. Lantas apa yang dunia kenal dengan orang tua yang ditinggal anaknya? Dunia tak sanggup untuk menyempatkan diri termenung dan bersepakat atas situasi ini. Karena kesedihan yang ada dan muncul adalah kesedihan yang tak… Baca Selengkapnya

Selamat Ulang Tahun, Linimasa!


  ANDAI bisa masak, saya mungkin akan bela-belain bangun subuh hari ini untuk bikin sepanci misoa ayam (meskipun lebih enak kalau pakai babi) dengan kuah bawang putih dan jahe. Disajikan bareng “Naga Merah” atau telur rebus dikesumba, dan rawit kecap asin. Minumnya teh hangat tidak terlalu manis, disantap pagi-pagi sekali. Kenapa? Karena hari ini ulang… Baca Selengkapnya

Yang Polos Belum Tentu Mudah


oleh: Suprihatin Kitab Suci Kesatria Cahaya yang digurat Paulo Coelho menuliskan sebuah mantra: “Solve et coagule”. “Larutkan dan kentalkan, pusatkan dan pancarkan kekuatanmu sesuai dengan situasi”. Begitulah, bahwa ada kalanya kita masuk dalam sebuah kondisi di mana kita perlu bertindak. Namun ada kalanya pula saat-saat di mana kita hanya perlu menerima…   Yang Polos Belum… Baca Selengkapnya

Dalam Jeda


KITA butuh jeda. Interval antara setelah mendapatkan/merasakan sesuatu, hingga akhirnya mantap memutuskan ingin menanggapinya dengan tindakan seperti apa. Durasi masa yang cukup; cukup singkat agar kita tidak terkesan apatis dan dianggap suka mengulur waktu untuk menguapkan isu, tapi juga cukup memadai agar kita tidak menjadi seseorang yang reaksioner dan meledak-ledak tanpa kejelasan. Selama masa jeda… Baca Selengkapnya

No. 52


Beberapa minggu yang lalu, saya membaca buku “Every Day” karya David Levithan. Buku ini cukup menarik. Karakternya tak bernama, sampai-sampai si karakter harus menamai dirinya dengan huruf A saja. Kenapa dia tak bernama? Karena dia hidup sebagai orang yang berbeda-beda setiap harinya. Saat bangun tidur di pagi hari, dia mendapati dirinya hidup di tubuh orang… Baca Selengkapnya

Ngerepotin Orang


SETIAP dari Anda pasti pernah berada dalam situasi seperti ini; ketika ada seseorang, entah teman, kenalan, saudara, sanak keluarga, tetangga, rekan kantor maupun kolega, atasan, guru dan dosen, atau siapa saja, datang untuk meminta bantuan. Hanya saja, terlepas dari pembawaan kita yang (barangkali) ringan tangan dan punya empati tinggi, bantuan yang mereka minta itu malesin… Baca Selengkapnya

Suvenir


Takluk dalam kenangan, adalah selemah-lemahnya manusia atas sesuatu yang internal, berasal dari dalam diri. Ketika seseorang menyerah secara sukarela, bersedia dibuat hanyut dan larut dalam pusaran emosi masa lalu, sampai kemudian tersadar harus kembali menjalani misteri yang tak kalah menggusarkan: masa kini. Selama manusia masih memiliki (baca:dengan gampang dikuasai) perasaannya sendiri, selama itu pula manusia… Baca Selengkapnya