Selamat Ulang Tahun Ke-5, Linimasa Sayang!

Tulisan ini dibuat dan diunggah sehari sebelum ulang tahun ke-5 Linimasa yang jatuh pada tanggal 24 Agustus 2019. Memang, hari Jumat ini bukan giliran saya yang menulis. Namun hari Kamis kemarin saya masih diterpa kelelahan luar biasa setelah menghabiskan sepekan sebelumnya hiking di luar kota. Akhirnya baru kesampaian menulis sekarang, setelah selesai meeting proyek pekerjaan,… Read More

Advertisements

Jaringan Kecil Saat Ngeblog

Pendiri wordpress, Matt Wullenweg, menautkan tulisan Tom Critchlow yang berjudul “small b blogging” pada awal bulan ini.  Apa yang menarik dari tulisan ringan Tom, seorang konsultan pemasaran digital dalam blognya tersebut, sehingga seorang pendiri aplikasi blogging yang menjelma platform yang mendominasi media digital dunia ini menyadur secara khusus tulisan Tom? Tom menawarkan gagasan baru. Alih-alih… Read More

ONANI MORAL- DIGITAL – SPIRITUAL – BANAL

Membuka Linimasa rasanya kayak membuka lembaran frustasi Jakarta, 2014. Umur gw 17tahun, patah hati, frustasi, sendiri, kesepian, depresi, jauh dari Tuhan, tapi @linimasa selalu jadi temen gw. Rasanya gue kaya punya temen ngobrol.. — syè. (@heraestus) December 28, 2017 Ada perasaan bangga. Terhenyak. Juga syukur. Bahwa apa yang kita lakukan menjadi sesuatu yang berarti. Ada… Read More

Ibrahim: Keimanan Vs Usaha Bertahun-tahun

Jika seorang anak ditinggal orang tuanya, dunia mengenal istilah “yatim” atau “piatu”. Jika seorang istri ditinggal suaminya maka dunia mengenalnya dengan “janda”. Lantas apa yang dunia kenal dengan orang tua yang ditinggal anaknya? Dunia tak sanggup untuk menyempatkan diri termenung dan bersepakat atas situasi ini. Karena kesedihan yang ada dan muncul adalah kesedihan yang tak… Read More

Selamat Ulang Tahun, Linimasa!

  ANDAI bisa masak, saya mungkin akan bela-belain bangun subuh hari ini untuk bikin sepanci misoa ayam (meskipun lebih enak kalau pakai babi) dengan kuah bawang putih dan jahe. Disajikan bareng “Naga Merah” atau telur rebus dikesumba, dan rawit kecap asin. Minumnya teh hangat tidak terlalu manis, disantap pagi-pagi sekali. Kenapa? Karena hari ini ulang… Read More

Yang Polos Belum Tentu Mudah

oleh: Suprihatin Kitab Suci Kesatria Cahaya yang digurat Paulo Coelho menuliskan sebuah mantra: “Solve et coagule”. “Larutkan dan kentalkan, pusatkan dan pancarkan kekuatanmu sesuai dengan situasi”. Begitulah, bahwa ada kalanya kita masuk dalam sebuah kondisi di mana kita perlu bertindak. Namun ada kalanya pula saat-saat di mana kita hanya perlu menerima…   Yang Polos Belum… Read More

Dalam Jeda

KITA butuh jeda. Interval antara setelah mendapatkan/merasakan sesuatu, hingga akhirnya mantap memutuskan ingin menanggapinya dengan tindakan seperti apa. Durasi masa yang cukup; cukup singkat agar kita tidak terkesan apatis dan dianggap suka mengulur waktu untuk menguapkan isu, tapi juga cukup memadai agar kita tidak menjadi seseorang yang reaksioner dan meledak-ledak tanpa kejelasan. Selama masa jeda… Read More

No. 52

Beberapa minggu yang lalu, saya membaca buku “Every Day” karya David Levithan. Buku ini cukup menarik. Karakternya tak bernama, sampai-sampai si karakter harus menamai dirinya dengan huruf A saja. Kenapa dia tak bernama? Karena dia hidup sebagai orang yang berbeda-beda setiap harinya. Saat bangun tidur di pagi hari, dia mendapati dirinya hidup di tubuh orang… Read More

Ngerepotin Orang

SETIAP dari Anda pasti pernah berada dalam situasi seperti ini; ketika ada seseorang, entah teman, kenalan, saudara, sanak keluarga, tetangga, rekan kantor maupun kolega, atasan, guru dan dosen, atau siapa saja, datang untuk meminta bantuan. Hanya saja, terlepas dari pembawaan kita yang (barangkali) ringan tangan dan punya empati tinggi, bantuan yang mereka minta itu malesin… Read More

Suvenir

Takluk dalam kenangan, adalah selemah-lemahnya manusia atas sesuatu yang internal, berasal dari dalam diri. Ketika seseorang menyerah secara sukarela, bersedia dibuat hanyut dan larut dalam pusaran emosi masa lalu, sampai kemudian tersadar harus kembali menjalani misteri yang tak kalah menggusarkan: masa kini. Selama manusia masih memiliki (baca:dengan gampang dikuasai) perasaannya sendiri, selama itu pula manusia… Read More