Selamat Ulang Tahun Ke-5, Linimasa Sayang!

Tulisan ini dibuat dan diunggah sehari sebelum ulang tahun ke-5 Linimasa yang jatuh pada tanggal 24 Agustus 2019. Memang, hari Jumat ini bukan giliran saya yang menulis. Namun hari Kamis kemarin saya masih diterpa kelelahan luar biasa setelah menghabiskan sepekan sebelumnya hiking di luar kota. Akhirnya baru kesampaian menulis sekarang, setelah selesai meeting proyek pekerjaan, sembari menunggu masuk bioskop.

Apa yang terjadi setelah lima tahun? Let’s see.

Roy Sayur masih setia membayar domain dan web hosting situs ini setiap tahunnya.

Gandrasta Bangko makin rajin memberikan tips seputar parfum, masker, makanan, proses dan gaya bercinta, sampai make-up di grup kami.

Kang Agun masih aktif di Twitter, tuh.

Glenn Marsalim dengan mangkok ayamnya tak pernah berhenti berkreasi, dan terus melakukan inovasi baru.

Leila Safira masih jadi yang paling fit fisiknya di antara kami semua.

Dragono Halim menjadi satu-satunya yang paling rajin menulis (hampir) setiap minggu di sini tanpa jeda.

Saya sendiri masih sendiri. Bukan promosi. Tragedi kok dipromosiin.

Ini artinya, life happens. Dan karena itulah maka kita semua melihat bahwa semakin lama, frekuensi tulisan baru yang muncul di Linimasa juga semakin jarang. Moto dan slogan kami yang bertajuk “menulis hampir setiap hari, karena internet perlu lebih banyak hati”, rasanya harus direvisi menjadi “menulis hampir setiap seminggu sekali atau dua kali, karena internet perlu lebih banyak hati”.

Paling tidak, ada bagian slogan yang masih bisa dipertahankan. Entah sampai kapan.

Dan karena pakai hati itulah, maka kadang kita tak bisa mengelak dari kenyataan bahwa yang namanya hati bisa berpaling. Apalagi karena kita semua masih have a life to live yang harus dijalani setiap saat. Deadline pekerjaan, target penjualan, urusan keluarga, masalah pribadi, kesehatan fisik, problematika kehidupan secara umum atau secara khusus, kadang menghalangi kami untuk berbagi.

Atau ada distraksi lain. Dalam separuh dekade terakhir, kami tak bisa mengelak dari kenyataan bahwa banyak sekali jenis media sosial yang berkembang, yang lagi lincah-lincahnya menarik perhatian. Mau tak mau, atensi kami terserap ke sana. Begitu pula banyaknya akun-akun pengguna berbagai media sosial lain yang acap kali membuat kami geleng-geleng kepala sambil bergumam, “We’re not worthy!

Tulisan ini dibuat murni dari sudut pandang saya sebagai salah satu penulis, bukan pendiri Linimasa. Tetapi lima tahun yang lalu saya mengiyakan ajakan Roy Sayur untuk bergabung, karena saya tertarik dengan konsep blogging yang direncanakan. Menulis ramai-ramai, bergiliran setiap hari, berceloteh sesuka hati. Sering kali bingung mau menulis apa, sampai akhirnya tenggat waktu lewat, dan akhirnya menulis sekedarnya. Paling tidak ini yang saya lakukan beberapa kali. Hehehe …

Yang jelas, sampai hari ini, Linimasa masih ada di sini. Kalau kami tak lagi sering berbagi, paling tidak tulisan-tulisan lampau kami masih enak dibaca setiap saat.

Buat saya, tidak ada tujuan muluk-muluk dalam menulis di Linimasa ini. Ada yang baca, sudah membuat saya senang. Masih terlalu jauh untuk menjadi hal yang menginspirasi, atau mengubah hidup. Cukup dikunjungi dan dibaca saja, that is all.

Terima kasih sudah menemani selama ini, dan nanti. Semoga kami masih bisa terus berbagi.

:*

Advertisements

For 40

People say, “age is nothing but a number”. I say, that’s a bull.

Hari ini, umur saya genap mencapai 40. Jujur, perasaan yang berkecamuk di diri saya menjelang tibanya hari ini adalah I am scared.

Apalagi saya ingat betul, apa dan bagaimana ayah saya saat beliau berusia 40 tahun. Selain dia sudah punya anak lebih dari satu saat itu, lalu sudah menikah dengan ibu saya, yang mana kedua hal ini memang menjadi pilihan hidup yang tidak akan saya tempuh, tapi ada hal-hal lain yang rasanya belum bisa saya capai, sementara beliau (seperti) sudah mencapainya.

Kedewasaan, kematangan, ketenangan dan kesejahteraan saat umur sudah mencapai titik tertentu, rasanya masih jauh dari genggaman.

Of course we cannot stop comparing and looking up to our parents, can we?

Di sisi lain, saya sadar, kami hidup di dekade yang berbeda. Apa yang saya telah jalani selama ini, belum tentu beliau jalani. Dan itu mempengaruhi jenis pencapaian yang saya rasa sudah, belum, akan dan tidak akan saya capai. Yang juga terpengaruh adalah cara pikir dan cara memandang hidup.

Dan dari sudut pandang kedua hal itulah, maka saya mau berbagi 40 hal yang saya percayai, jalani, kadang-kadang saya hindari, sesekali saya curi dari sumber lain, dan beberapa yang saya tunggu, buat Anda:

 

1. It’s not about how much we make. It’s always about how much we save.

2. Write down your thoughts. They may be silly, they may be simple, but your memory and brain will thank you for doing that.

3. Physical exercise saves our life. This is coming from a guy who hates sports for 25 years of his life.

4. Listen to all kinds of music in formative years. You will reminisce each one of them later on with fond memory.

5. Try your hand at doing service jobs. Being a shop attendant, being a waiter or waitress, being a customer service, do it when you can. You will appreciate other people better.

6. Religion is a very personal and private matter. Don’t shout, yell, or show off your private conversation with your god.

7. Education, education, education. You can tell a lot about a person’s education from the way they write email and converse with you, or how they behave.

 

IMG_3606

 

8. Own a house before vehicle.

9. Start a day with water, end a day with water.

10. Spare time to read a well-written novel. Our brain always needs stimulation to fantasize.

11. Everybody loves movies. That’s why there’s always endless possibilities with, “What’s your favourite movie?”

12. Everybody has many favourite movies. Never judge them. Find out why they are appealing to them.

13. You may flaunt, but leave a lot to imagination. It will make people wonder more.

14. Forgiveness, asking for or accepting, is hard. One day at a time.

15. Lust does not last. Love does.

 

IMG_0785

 

16. When you fall in love hard, you will fall out love equally hard. You may not be prepared for the latter, but always realize this.

17. Keep a hobby that makes your mind occupied, and beams your face with smile.

18. Cashless may be convenient, but always keep spare cash at home. Piggy bank with coins always comes to rescue you at many unexpected times.

19. Eat to live, not the other way around.

20. Friends do come and go. Memories of all kinds with them will stay.

21. Renovate your house every 5 years. It will do wonder to your life.

22. Never make a life-changing decision when you are angry or happy.

 

IMG_3092 copy

 

23. Poker face is the go-to expression in any circumstances.

24. Treasure each moment when you lose your sleep over someone, when you cannot stop thinking of someone. Those moments never come back.

25. Send someone a hand written letter. You will make them smile.

26. Your friends, parents, loved ones will forget your birthdays, anniversaries, skip your big moments. Never make a big deal about it.

27. Virtual followers will come and go. Don’t hold on to them too dearly.

28. To write is to preserve our mind and memory. Keep doing it regularly.

 

IMG_0363 1

 

29. Hate is a very strong word. Use it when we already run out of other words.

30. Listen to music. It says words we cannot say.

31. You may not be wealthy. But you know how and where to earn money.

32. We don’t need much to live.

33. If you cannot find happiness, try sleeping at night for 8 hours. Do it at least for 3 days.

34. People share their stories to us not to seek any solutions. They just want to be heard. We just want to be heard. So we listen.

IMG_3097

 

35. Allergies, never-before-contacted diseases, they start knocking on our door in our 30s. Welcome them. Embrace them.

36. Once we do a good deed, immediately forget about it.

37. These following words matter the most: “Thank you”, “I’m sorry”.

38. There is a thin line between being kind and being firm. You don’t have to explain to others every time.

39. Our parents have only one chance to raise and love us the best ways they know how.

40. We do not know anything at all. We never will. We can only keep figuring out. That’s why we live.

IMG_1301

 

Selamat menjalani hari.

 

Selamat Ulang Tahun

Happy birthday! Selamat ulang tahun!

Siapa yang ulang tahun hari ini?

Banyak. Sebagian besar saya nggak tahu. Dan mungkin nggak kenal juga. Tapi pasti ada yang ulang tahun hari ini.

Lha wong setiap hari pasti ada saja manusia baru yang dilahirkan ke dunia. Peristiwa ini terjadi juga persis setahun, satu dekade, satu abad dan beribu-ribu tahun yang lalu, sehingga hari ini mereka merayakan ulang tahun.

Kalaupun mereka tidak bisa merayakannya sendiri karena sudah tidak ada di dunia lagi, paling tidak ada keluarga, kerabat, teman atau pemuja yang mengenangnya. Tidak harus dengan pesta yang gegap gempita. Bisa saja cukup dengan doa, atau hanya sekedar terlintas dalam ingatan yang berupa, “Oh, iya! Hari ini tanggal lahirnya ya!”

Happy Birthday

Hari ini bukan ulang tahun saya. Ibu saya memilih untuk melahirkan anak lelakinya bukan di hari dan tanggal ini. Toh, sah-sah saja untuk berbicara mengenai ulang tahun meskipun sedang tidak berulang tahun, ‘kan?

Apalagi ulang tahun adalah satu-satunya hari milik kita dalam satu tahun.

Meskipun bisa jadi tanggal itu dibagi dengan jutaan orang lain yang kebetulan dilahirkan di hari yang sama, tapi cuma satu yang bisa memiliki hari kelahiran Anda, yaitu ya diri Anda sendiri.
Dan ini berlaku juga untuk mereka yang kebetulan dilahirkan pada tanggal 25 Desember atau 1 Januari, atau tanggal-tanggal libur umum sedunia lainnya: meskipun ada embel-embel hari Natal atau Tahun Baru, tapi ibu Anda ya ndak ikut melahirkan milyaran orang lain di hari yang sama, tho?
Makanya, biarkan yang lain merayakan perayaan umum itu, dan silakan Anda merayakan hari kelahiran Anda.

Ibarat masakan, diolah dari bahan yang sama tapi dengan tangan yang berbeda akan menghasilkan rasa-rasa yang berlainan, demikian juga dengan ulang tahun. Meskipun di tanggal kita merayakan ulang tahun kita bersamaan dengan tanggal ulang tahun orang-orang lain, tapi setiap orang akan merayakannya dengan cara berbeda-beda. Jangankan merayakan. Memperlakukannya pun berbeda-beda.

Keep Calm, and Happy Birthday

Saya tahu beberapa orang yang punya tanggal lahir persis sama dengan saya.
Satu orang cenderung cuek dan biasa-biasa saja, karena sibuk mengurusi anak dan suaminya. Satu orang lain biasanya merayakannya dengan kumpul bersama keluarga besar. Satu teman malah nekat menikah di hari ulang tahunnya itu! Dan satu orang lainnya pernah juga merayakan ulang tahunnya bersama-sama.

Setiap tahun, saya selalu berusaha “merayakan” ulang tahun. Kebetulan saya tidak pernah berbagi tanggal ulang tahun ini dengan hari besar keagamaan, atau seremonial lainnya*. Jadi selalu ada alasan untuk menambah hari libur dalam setahun.
Aha!
Satu lagi fungsi ulang tahun: extra holiday. Selama masih bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan diri kita, kenapa tidak?

Alhasil, setiap ulang tahun saya menyempatkan diri untuk take a break. Biasanya saya pergi. Bisa pergi sendiri, atau kalau pas lagi punya pacar di hari ulang tahun, ya pergi berdua.
Meskipun perginya berdua, tapi bisa saja hatinya merasa sendiri. #eh
Atau kalo perginya berdua, bisa saja pas hari ulang tahun malah jadi dirayakan bertiga atau beramai-ramai. #orgy #abaikan

Ada rasa sentimental yang membuat kita tersenyum saat melihat cap imigrasi di paspor tertera sama persis dengan tanggal ulang tahun.
Ada rasa lain yang menyenangkan saat melihat tiket bus, kereta, atau pesawat yang kita genggam, mempunyai tanggal yang sama dengan tanggal ulang tahun kita.
Saya pernah mendapatkan senyuman lebar ketika menonton film di bioskop dengan rating dewasa di Singapore, saat penjaga tiket memeriksa kartu identitas saya, dan dia berkata dengan lantang, “Wa laaauw! Today is your birfday, har? Happy birfday, ah!

Ulang tahun bukan cuma perkara umur, tapi juga penanda identitas dan kewarasan kita. Setiap kita menelpon untuk aktivasi kartu kredit atau asuransi, pasti ditanya tanggal lahir. Lengkap pula dengan tahun, sehingga tidak bisa menipu umur. Demikian pula urusan pembuatan identitas diri lainnya: KTP, paspor, ijazah, sampai akte tanah dan rumah.

Jangan lewatkan ulang tahunmu. Kadang merayakannya cukup hanya dalam hati di pagi hari, “Today’s my day.”

And it’s all yours.

Happy birthday!

Happy Birthday

*bukan sulap, bukan sihir, bukan jodoh: ulang tahun saya berbarengan dengan salah satu penulis Linimasa lainnya. Kami berdua memang, ehm, serasi. Siapa dia?