Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy vol. 3

Ternyata sudah kali ketiga saya menulis tentang prediksi peraih Emmy Awards di linimasa ini. Kalau ini serial televisi, maka tulisan ini adalah tulisan musim penayangan atau season ke-3. Sementara linimasa-nya sendiri sudah masuk ke season ke-5. Tidak terasa ya, waktu cepat berlalu.

Dan yang tidak terasa juga adalah serial-serial televisi yang absen, lalu muncul kembali, atau sudah berhenti penayangannya. Tidak terasa, karena dengan banyaknya konten tayangan di berbagai kanal dan aplikasi, kita tidak sempat lagi menangisi atau merenungi kepergian tayangan serial kesukaan kita. Kenapa? Karena dengan banyaknya pilihan yang ada, kita langsung mengalihkan pilhan kita ke acara atau serial lain. Begitu mudahnya, begitu cepatnya.

Setiap tahun ada banyak serial baru yang diproduksi dan ditayangkan. Lebih banyak serial baru yang masuk daripada serial lama yang berhenti. Kalaupun tidak berhenti, paling tertunda penayangan musim terbarunya. Dan ini membuat kita hidup di era di mana kita sudah tidak sanggup lagi untuk benar-benar bisa catch up mengikuti satu per satu episode serial yang ada. Waktu kita terbatas.

gq-bill-hader

Barry (source: GQ)

Kalau sudah begitu, maka jangan abaikan personal taste atau kesukaan diri sendiri. Tontonlah apa yang kalian rasa perlu untuk ditonton, dan yang juga penting, yang memang kita sukai. Bagi saya, kalau saya sudah terpikat dengan karakter dan dunia mereka dalam serial tersebut, maka susah buat saya untuk berpaling. Meskipun itu harus menunggu lama di antara musim penayangannya.

Demikian pula dengan serial-serial baru yang mungkin dipuji banyak kritikus luar negeri, tapi tidak terasa dekat dengan saya. Terutama setelah ditonton beberapa episode, saya belum bisa menikmatinya juga.

Maka dari itu, jujur saja, dari nominasi perhelatan 70th Primetime Emmy Awards tahun ini, saya belum bisa menikmati penuh “Atlanta” sebagai serial komedi. Demikian pula dengan “Westworld” season ke-2 yang membuat saya sibuk mengernyitkan kening di hampir semua episode, mencoba mencerna apa yang sedang saya tonton. Meskipun masih powerful, tak urung ada beberapa momen di “The Handmaid’s Tale” season ke-2 yang, mau tak mau, menimbulkan pertanyaan di benak saya.

culturewhisper-gianniamericancrime

The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story (source: Culture Whisper)

Sementara di sisi lain, saya langsung tertawa terbahak-bahak di episode pertama “Barry” dan “The Marvelous Mrs. Maisel”. Dan ternyata rasa senang itu berlanjut sampai di penghujung masing-masing serial tersebut. Meskipun tidak sebaik “The People vs OJ Simpson”, namun saya masih menikmati “American Crime Story” kali ini, yang terfokus pada cerita pembunuhan desainer Gianni Versace.

Pada akhirnya, pilihan saya di bawah ini adalah murni pilihan personal. Bukan analisa prediksi kuantitatif dan kualitatif, tapi pilihan saya yang memang menyukai apa yang saya tonton dan apa yang saya pilih.

Semoga pilihan kita berbeda, ya. Kalau sama, juga nggak masalah.

Ini dia:

• Best Comedy Series: The Marvelous Mrs. Maisel
• Best Lead Actor, Comedy Series: Bill Hader – Barry
• Best Lead Actress, Comedy Series: Tracee Ellis Ross – Black-ish
• Best Supporting Actor, Comedy Series: Brian Tyree Henry – Atlanta
• Best Supporting Actress, Comedy Series: Betty Gilpin – GLOW

• Best Drama Series: The Americans
• Best Lead Actor, Drama Series: Matthew Rhys – The Americans
• Best Lead Actress, Drama Series: Keri Russell – The Americans
• Best Supporting Actor, Drama Series: David Harbour – Stranger Things
• Best Supporting Actress, Drama Series: Vanessa Kirby – The Crown

• Best Limited Series: The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story
• Best Lead Actor, Limited Series or TV Movie: Darren Criss – The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story
• Best Lead Actress, Limited Series or TV Movie: Laura Dern – The Tale
• Best Supporting Actor, Limited Series or TV Movie: Edgar Ramirez – The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story
• Best Supporting Actress, Limited Series or TV Movie: Judith Light – The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story

Berbeda dari biasanya, Emmy Awards tahun ini akan diadakan hari Senin malam waktu Amerika Serikat, atau Selasa pagi waktu Indonesia. Belum ada informasi di mana akan ditayangkan acara ini. Toh kita masih bisa selalu memantau perkembangannya lewat Twitter.

telegraphUK_crown2

The Crown (source: The Telegraph UK)

Selamat menonton!

😉

Advertisements

Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy Vol. 2

Selayaknya sekuel, maka tulisan ini adalah sekuel dari tulisan berjudul sama tahun lalu. Dan kalau memang Linimasa masih berjalan di masa depan, dengan saya masih menjadi salah satu penulisnya, maka bisa diharapkan tulisan ini masih akan ada, sampai perhelatan yang menjadi subyek tulisannya sudah tiada.

Bahkan tidak ada yang protes kalau acara penghargaan atau awards yang bergulir tiap tahun itu adalah sekuel on its own. Come to think of it, semua tradisi adalah sekuel. Ya ‘kan?

Malah kalau Emmy Awards ini, tidak seperti jenis penghargaan yang lain, punya kecenderungan untuk mengisi daftar nominasinya dengan “yang itu-itu saja”. Terutama untuk kategori serial televisi. Alasannya, kalau memang sebuah serial dengan mutu yang baik bisa mempertahankan kualitasnya setiap tahun, kenapa tidak dinominasikan lagi dan lagi? Makanya, serial “The Sopranos” dan “Mad Men” selalu dinominasikan setiap tahun mereka tayang di televisi. Yang sekarang, ada “Modern Family”, lalu juga “Veep”.

Memang contoh yang disebutkan itu adalah contoh-contoh serial televisi dengan kualitas penulisan cerita yang baik. Sangat baik, malah.
Namun ada juga tuduhan bahwa voters cenderung memilih nama atau program televisi yang sudah familiar di benak mereka. Atau yang pernah mereka dengar. Atau yang sudah pernah dinominasikan sebelumnya.

Tidak mudah memang menjangkau perhatian 22 ribu (!!!) anggota Academy of Television and Arts Sciences (ATAS) yang bertugas untuk menentukan nominasi dan pemenang Emmy Awards ini. Apalagi menurut catatan ATAS di rilis resmi mereka, tahun ini jumlah tayangan program yang didaftarkan untuk Emmy Awards naik 15% dari tahun sebelumnya. Daftar lengkap nominasi Primetime Emmy Awards tahun ini bisa dilihat di sini.

Ini menjadi tugas stasiun televisi, atau digital platform atau media apapun yang menayangkan program televisi untuk menggeber kampanye, promosi dan publisitas terhadap program unggulan mereka. Tidak cukup mengandalkan jumlah penonton selama satu musim program itu ditayangkan, atau ulasan dari kritikus. Selama masa kampanye, yang bisa dimulai 3-4 bulan sebelum nominasi diumumkan, maka publisis berlomba-lomba untuk menciptakan events atau gimmick yang bisa menarik perhatian para pemilih.

Yang sempat menarik perhatian saya adalah kampanye serial “The Handmaid’s Tale”, yang melibatkan sejumlah perempuan berjalan dengan kostum dari serial tersebut.

Women parading in The Handmaid’s Tale dress. (source: The Hollywood Reporter)

Atau Netflix, yang all-out dengan membuat lounge khusus yang disesuaikan dengan tema program televisi yang mereka unggulkan.

Netflix displaying Stranger Things installation for Emmy campaign. (source: The New York Times)

Tentu saja, iklan “For Your Consideration” yang bertebaran di billboard, media cetak, media online pun masih dilakukan.

Billboard campaign for Unbreakable Kimmy Schmidt (source: dailybillboardblog.com)

Semua ini dilakukan agar bisa meraih Emmy Awards, yang prosesnya diceritakan dengan ringkas di infografis yang bisa dilihat di sini.

Dan akhirnya, kita sebagai penonton televisi, yang sudah meluangkan waktu untuk menonton acara-acara ini, yang berarti mengundang masuk karakter-karakter asing ke ruang tamu kita selama bertahun-tahun untuk melihat cerita mereka, yang akan memutuskan mana program televisi yang “terbaik” versi kita sendiri.

Kalau versi saya yang paling personal?
Ini dia!

• Best Comedy Series: Master of None
• Best Lead Actor, Comedy Series: Donald Glover – Atlanta
• Best Lead Actress, Comedy Series: Julia Louis-Dreyfus – Veep
• Best Supporting Actor, Comedy Series: Alec Baldwin – Saturday Night Live
• Best Supporting Actress, Comedy Series: Kate McKinnon – Saturday Night Live

Alec Baldwin as Trump and Kate McKinnon as Clinton in Saturday Night Live (source: towleroad.com)

• Best Drama Series: (jagoan saya ada tiga, tapi berat harus milih salah satu, jadi …) Stranger Things
• Best Lead Actor, Drama Series: Sterling K. Brown – This is Us
• Best Lead Actress, Drama Series: Elisabeth Moss – The Handmaid’s Tale
• Best Supporting Actor, Drama Series: John Lithgow – The Crown
• Best Supporting Actress, Drama Series: Thandie Newton – Westworld

Thandie Newton in Westworld (source: Vox.com)

• Best Limited Series: The Night Of
• Best TV Movie: Black Mirror – San Junipero
• Best Lead Actor, Limited Series or TV Movie: Riz Ahmed – The Night Of
• Best Lead Actress, Limited Series or TV Movie: Nicole Kidman – Big Little Lies
• Best Supporting Actor, Limited Series or TV Movie: David Thewlis – Fargo
• Best Supporting Actress, Limited Series or TV Movie: Michelle Pfeiffer – The Wizard of Lies

Nicole Kidman in Big Little Lies (source: rolereboot.org)

Rencananya sih, Emmy Awards ini akan ditayangkan langsung di stasiun televisi kabel StarWorld pada hari Senin 18 September mulai jam 8 pagi.
Toh kalau tidak bisa menonton, bisa memantau informasi paling up-to-date lewat Twitter.

Dan ingat, jangan terlalu banyak menonton televisi ya! Jangan lupa olahraga.

😉

#RekomendasiStreaming – Memahami Emmy

Nominasi calon peraih penghargaan tertinggi di televisi di Amerika Serikat, yaitu Emmy Awards, baru saja diumumkan minggu lalu. Benar-benar persis seminggu yang lalu dari tulisan ini terbit.

Daftar lengkap seluruh unggulan dari berbagai kategori yang jumlahnya teramat sangat banyak bisa dilihat di sini.
Kalau Anda iseng menghitung-hitung siapa yang paling banyak meraih nominasi, langsung saja data-data berikut ini bisa Anda baca:

• Serial Westworld dan acara komedi “Saturday Night Live” (SNL) sama-sama memimpin perolehan nominasi sebanyak 22 nominasi. Menurut saya, terlalu banyak. Terutama untuk Anthony Hopkins sebagai unggulan Pemeran Utama Pria (Serial Drama) yang easily overshadowed oleh aktor-aktor lainnya di serial tersebut.
Lalu untuk SNL, saya mengernyitkan kening membaca nama Vanessa Bayer dan Leslie Jones di jajaran Pemeran Pendukung Wanita (Serial Komedi). Bukan apa-apa. Mereka dua orang komedian lucu. Namun peran-peran mereka di SNL musim ke-42 yang lalu nyaris tidak ada satu pun yang meninggalkan kesan.

Live from New York, it’s Saturday niiiiggghhht!

• Stasiun televisi berbayar HBO memimpin jumlah nominasi keseluruhan dengan 110 nominasi, diikuti oleh … Netflix dengan 96 nominasi! Apakah artinya trend yang sudah berlangsung selama 3 tahun terakhir ini? Artinya, kalau mau konten bagus, bayar!
Tak bisa dipungkiri kalau saluran premium macam HBO dan Netflix masih menjadi acuan untuk program acara yang bagus dalam kualitas penceritaan. Dan mereka tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan biaya untuk memproduksi program televisi yang berkualitas tinggi. And they change the way we watch, consume and consider “television” these days.

Data-data menarik seputar nominasi Emmy Awards tahun ini bisa Anda googling sendiri ya.

Soalnya, tulisan saya tiap minggu ketiga Kamis memang tujuannya memberikan rekomendasi tontonan apa yang bisa kita tonton di saluran streaming yang bisa Anda akses.

Jadi …

• Jika hanya punya waktu untuk menonton satu film saja di akhir pekan ini, maka tontonlah

San Junipero

San Junipero

Di beberapa saluran media sosial akhir tahun lalu, saya pernah menulis kalau “San Junipero”, yang merupakan salah satu episode di serial “Black Mirror” season 3 adalah “the finest hour of television programming in a year”. Makanya saya jadi jingkrak-jingkrak kesenangan sendiri melihat “San Junipero” masuk nominasi sebagai Film Televisi Terbaik. A surprise nomination, indeed. Kemungkinan menangnya pun kecil. Tapi tontonlah. Di akhir tayangan, Anda mungkin akan tersenyum sambil terharu, sambil berdendang lagu “Heaven is a Place on Earth”-nya Belinda Carlisle. Benar, cerita filmnya masih berkutat seputar teknologi. Tapi aplikasi teknologi dalam cerita film ini sungguh tidak bisa ditebak alurnya.

• Jika punya cukup waktu untuk menonton satu serial di akhir pekan ini, maka tontonlah

“Grace and Frankie” (Season 3)

Grace & Frankie

Jujur saja, saya bukan penggemar serial komedi ini waktu baru tayang. Musim penayangan pertama, saya cuma menonton episode-episode awal, lalu ketiduran di episode-episode akhir. Musim penayangan kedua, mulai tertarik. Dan di musim penayangan ketiga, baru bisa tertawa lepas menontonnya. Premise serial ini adalah dua perempuan tua yang saling berteman, namun pertemanan mereka harus teruji saat kedua suami mereka malah saling jatuh cinta dan menikah. Di musim ketiga ini, Grace dan Frankie jungkir balik menjual vibrator (!!!) sebagai bisnis baru mereka, sekaligus membuktikan kalau mereka masih produktif di usia senja. Lily Tomlin dan Jane Fonda memang aktor kelas wahid: penyampaian dialog mereka selalu spot on dan kocak. Ini yang membuat mereka layak diganjar nominasi sebagai Pemeran Utama Wanita (Serial Komedi).

Prediksi lengkap pemenang Emmy Awards tentu saja baru saya akan post menjelang perhelatan acara tersebut di bulan September.
Lama juga ya jaraknya dari pengumuman nominasi, sekitar 2 bulan. Sempat terpikir, “lama amat sih? Oscar aja kayaknya gak sampai 2 bulan deh.”
Lalu setelah dipikir-pikir lagi, 2 bulan waktu yang cukup banget buat catch up serial-serial yang dinominasikan.

Selamat menonton!

Tambahan:
Setiap musim penghargaan televisi dan film, dua media industri hiburan terbesar di Amerika, yaitu Variety dan The Hollywood Reporter, sama-sama bersaing membuat acara yang sama, yaitu para aktor dan aktris saling bertemu untuk membicarakan karya mereka.
Kalau Variety formatnya adalah dua orang aktor bertatap muka untuk berdiskusi. Kalau The Hollywood Reporter memilih format meja bundar, di mana sekitar 6 sampai 7 orang aktor atau aktris mendiskusikan karya mereka di serial televisi atau film yang mereka bintangi. Meskipun belum tentu kita melihat serial atau filmnya, tapi pembicaraan mereka masih menarik buat kita ikuti.
Lihat saja contohnya saat aktris-aktris di serial komedi bertemu dan berbicara riuh rendah satu sama lain. Tidak ada persaingan, tidak ada yang disembunyikan. Seru!

Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy

Lagi-lagi soal televisi.

Maklum, sebagai penonton serial televisi, saya benar-benar terbuai dengan banyaknya serial televisi berkualitas, terutama dari Amerika Serikat dan Inggris. Kepuasan menonton serial televisi ini sudah sering kali saya tulis, baik di Linimasa maupun blog pribadi. Tapi memang nyatanya, rasa senang ini masih bertahan sampai sekarang. Puas rasanya menonton tayangan televisi yang bisa membuat saya terpaku dan kagum dengan jalan cerita yang disajikan. Malah sekarang kalau tidak ada film yang menarik di bioskop, saya memilih untuk menonton serial televisi. Lebih terhibur, dan lebih memberi asupan untuk otak dan hati. Apalagi media menontonnya makin banyak, dengan banyaknya pilihan aplikasi streaming yang ada.

Veep

Veep

Makanya, paling tidak buat saya, perhelatan Emmy Awards, ajang penghargaaan tertinggi untuk dunia pertelevisian di Amerika, menjadi sama menariknya untuk diikuti seperti Academy Awards buat penggemar film. Berhubung saat ini kita sedang berada dalam masa “Golden Age of (scripted program in) television”, atau banyak orang menyingkatnya dengan “peak TV”, maka persaingan Emmy Awards jauh lebih ketat dan selektif daripada Oscar.

Kalau dari segi angka, memang sepertinya jauh lebih susah untuk dinominasikan di Emmy Awards.
Kurang lebih perbandingannya seperti ini:
– saat ini ditaksir ada 400 serial televisi di Amerika setiap tahunnya. Empat ratus serial, katakanlah rata-rata per serial ada 10 episode, berarti setahun ada lebih dari 4.000 episode serial televisi. Ini baru serial televisi, belum termasuk dokumenter, reality show, dan lain-lain.
– sementara setiap tahun sekitar 300 film panjang yang masuk shortlist untuk Academy Awards.
– nominasi dan pemenang Emmy Awards dipilih oleh anggota Television Academy yang totalnya berjumlah lebih dari 20.000 anggota.
– nominasi dan pemenang Academy Awards dipilih oleh anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) yang totalnya berjumlah lebih dari 6.000 orang.

The Americans

The Americans

Meskipun begitu, Emmy Awards sendiri cukup sering dikritik. Ada kecenderungan menominasikan serial dan aktor/aktris yang sama setiap tahunnya. Mungkinkah karena terlalu banyak serial televisi yang harus ditonton para voters untuk dipilih? Bisa jadi. Dan sejatinya memang serial televisi bisa menjadi tontonan yang familiar buat kita setelah kita terbiasa menontonnnya dalam waktu lama, setelah beberapa episode. Alhasil, sense of familiarity juga lah yang menentukan apakah serial tersebut bisa masuk nominasinya?

Solusinya? Tentu saja campaign. Segala macam publisitas dan promosi dikerahkan untuk mendorong serial-serial ini mendapat perhatian. Apresiasi positif dan critical reaction menjadi senjata penting. Apalagi sekarang situs-situs seperti Rotten Tomatoes dan media-media prestisius semacam The New York Times juga memberikan ruang khusus untuk kritik program televisi.

The People VS OJ Simpson

The People VS OJ Simpson

Dan dengan banyaknya program serial televisi, akhirnya penilaian terhadap “program terbaik/aktor terbaik/aktris terbaik” pun berbeda-beda. Penilaian satu ajang penghargaan dengan ajang penghargaan lain terhadap kategori “the best in TV” pun berbeda. Selain wajar, ini juga memperkaya pilihan, dan lagi-lagi, membuktikan bahwa memang we are living at the age of too much good TV.

Berhubung yang paling dekat dari semua ajang penghargaan televisi itu adalah Primetime Emmy Awards yang digelar Minggu, 18 September (di sini disiarkan langsung oleh StarWorld hari Senin pagi, 19 September), maka berikut ini tebak-tebakan saya siapa yang akan menang. Daftar lengkap yang panjang dari nominasi Primetime Emmy Awards bisa dilihat di sini ya:

Master of None

Master of None

  • Best Comedy Series: Veep
  • Best Lead Actor, Comedy: Aziz Ansari – Master of None
  • Best Lead Actress, Comedy: Julia Louis-Dreyfus – Veep
  • Best Supporting Actor, Comedy: Tituss Burgess – Unbreakable Kimmy Schmidt
  • Best Supporting Actress, Comedy: Anna Chlumsky – Veep
  • Best Drama Series: (aduh, ini berat banget, karena banyak yang saya suka. Tapi, mau tidak mau, harus the most personal favorite kalau memiih. Jadi pilihan saya …) The Americans

  • Best Lead Actor, Drama: Rami Malek – Mr. Robot
  • Best Lead Actress, Drama: Robin Wright – House of Cards
  • Best Supporting Actor, Drama: Kit Harrington – Game of Thrones
  • Best Supporting Actress, Drama: Constance Zimmer – UnReal

  • Best Limited Series: The People vs OJ Simpson

  • Best TV Movie: (sebenarnya nggak ada yang terlalu suka, jadi ini pilihan yang sifatnya menebak pilihan voters, yaitu …) All the Way
  • Best Lead Actor, Limited Series or TV Movie: Courtney B. Vance – The People vs OJ Simpson
  • Best Lead Actress, Limited Series or TV Movie: Sarah Paulson – The People vs OJ Simpson
  • Best Supporting Actor, Limited Series or TV Movie: Hugh Laurie – The Night Manager
  • Best Supporting Actress, Limited Series or TV Movie: Jean Smart – Fargo season 2
House of Cards

House of Cards

Apakah saya menonton semua pilihan saya ini? Jawabannya: 85%.
Kenapa cuma segitu? Ya lihat saja video ini.

Ingat: too much of a good thing is not good after all.

😉

The Night Manager

The Night Manager