Rindu Keluarga Besar di Tanah Kelahiran

oleh: Andrew

Perkenalkan nama saya Andrew saya baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas. Saya berasal dari Jawa Tengah tapi keluargaku menetap di Belitung karena ayahku berasal dari Belitung dan ibuku berasal dari Brebes, Jawa Tengah, umurku 17 tahun dan aku tak pernah pulang kampung selama 17 tahun itu . Aku anak pertama dari empat bersaudara. Sekarang sudah memasuki penghujung ramadhan dan aku tidak mudik lagi tahun ini. Setiap Ramadhan aku ingin rasanya merasakan indahnya suasana di jawa yang bahkan aku tidak tahu bagaimana suasana ramadhan disana. Aku rindu keluarga besarku di sana ingin merayakan cinta dan indahnya ramadhan bersama mereka tapi hampir setiap tahun ada saja kendala kami untuk pulang kampung.

Ramadhan biasanya identik dengan puasa, terawih, dan kebahagiaan ramadhan. Biasanya setiap bulan ramadhan orang-orang menyambut bulan suci tersebut dengan keluarga besar merasakan indahnya waktu sahur dan berbuka serta terawih dan tadarusan yang dapat menambah rasa cinta keluarga dan memper erat silaturahim sesamanya tapi aku menyambut hampir setiap Ramadhan dengan keluarga kecilku di belitung bukanya aku tidak bahagia atau mengeluh hanya saja aku dan keluarga mungkin akan lebih bahagia apabila kami bisa merayakan bulan ramadhan bersama keluarga besarku layaknya orang-orang di sini.

Kampung halamanku terletak di Brebes di desa Bumiayu hampir semua keluarga besarku dari sebelah ibu tinggal di sana, di tempat kelahiranku dan aku tak tahu kondisi disana karena semenjak aku lahir dan pindah menetap di Belitung saat umurku baru beranjak 2 tahun aku tak pernah lagi kesana karena terhalang banyak kendala seperti waktu dan biaya.

Aku berhasil lolos di suatu perguruan tinggi akan tetapi bukan di pulau kelahiranku aku bahagia sekaligus sedih karena di satu sisi aku bahagia karena studiku akan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi dan aku sudah lolos seleksi tapi disisi lain aku akan melanjutkan studiku bukan ditempat kelahiranku. Sudah dipastikan waktu untuk pulang kampungku akan sulit.

Bahkan tahun ini aku batal pulang kampung karena harus mengurusi registrasi kuliahku, sedih rasanya tapi komunikasiku dengan keluarga di Jawa tetap berjalan lancar aku sangat bahagia setiap kali mbahku menelponku dan memeberi kabar kalau keluarga disana dalam keadaan sehat dan hal itu sangat menambah keinginanku untuk merasakan indahnya ramadhan di tanah kelahiranku.

Suasana Ramadhan di Belitung memang menyenangkan karena hampir setiap orang muslim menyambut bulan suci ini dengan suka cita dan banyak diadakan bazar setiap kali datang bulan ramadhan serta diadakan pengajian dan buka bersama dalam rangka menyambut cinta ramadhan di tempatku menetap sangat indah dan menyenangkan sekali karena kami bisah berbagi cinta ramadhan dan menyambutnya bersama akan tetapi aku ingin sekali merasakan indahnya ramadhan bersama keluarga besarku dan melakukan puasa,terawih dan tadarusan bersama agar kisah cinta ramadhanku lebih terasa dan dapat lebih mempererat silaturahim dengan keluarga besarku di Jawa.

Pada akhirnya aku berharap supaya di Ramadhan tahun depan keluargaku tetap dalam keadaan sehat walafiat dan tidak kurang suatu apapun serta kami terhindar dari kendala-kendala untuk pulang kampung seperti di kesempatan yang sebelum-sebelumnya agar kami bisa pulang kampung bersama dan merayakan indahnya Ramadhan di tanah kelahiranku, tanah yang sudah lama aku nantikan,rindukan, dan berbagi kebahagiaan cinta kasih Ramadhan dan hari kemenangan bersama mereka, keluarga besarku tercinta.

[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s