Kalau Kesal, Keluar!

Minggu lalu, saya absen menulis di sini, karena sedang marah. Marah terhadap rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang semakin menginjak hak-hak kaum pekerja secara luas. Berhubung saya tidak bisa menumpahkan dalam bentuk kata-kata, akhirnya saya memutuskan untuk absen sejenak dari ini. Awal minggu ini, tanpa diduga-duga, saya tersulut kembali dengan api kemarahan. Penyebabnya datang dari sebuah… Read More

Reuni Bersama Memori

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah paket yang tidak pernah saya pesan sebelumnya. Or so I thought. Begitu saya buka amplop pembungkus warna coklat, ternyata paket tersebut berisi sebuah buku, dan pin. Saya lihat gambar di pin yang bisa disematkan di baju itu. Ternyata gambar lambang sekolah saya. Dan saat saya melihat sampul buku… Read More

Cukup, Bukan Cuma

Salah satu hal yang paling tidak suka saya lakukan adalah menyetrika. Melipat pakaian dan merapikannya di lemari, saya tidak keberatan. Tapi kalau harus menyetrika, ampun! Pernah pada masanya, waktu baru lulus kuliah dan awal-awal kerja, saya harus meluangkan waktu khusus hanya untuk menyetrika pakaian hasil cucian seminggu sekali. Biasanya saya pilih Rabu malam. Supaya gantian… Read More

Tebak-Tebak Buah Manggis (Pand)Emmy Awards 2020

Ada sedikit perasaan bimbang dan ragu saat hendak membuat tulisan ini. Tentu saja semuanya berkaitan dengan situasi masa sekarang yang semakin mengkhawatirkan kehidupan kita. Rasanya hidup kita selalu ditempatkan di ujung tanduk setiap saat.  Ada sisi hati kecil saya yang berkata, “Ngapain nulis ginian? Who cares? Nobody cares! Boro-boro mikirin Emmy Awards, orang juga nggak… Read More

Potong Rambut

Hari ini saya baru sadar kalau ternyata potong rambut termasuk dalam daftar aktivitas yang membuat hati senang. Paling tidak buat saya pribadi. Selama masa pandemi ini, saya baru dua kali berkunjung ke tukang potong rambut. Berarti ada jarak setiap 2-3 bulan sekali. Ini terhitung lama, karena dalam situasi normal, saya harus potong rambut sebulan sekali.… Read More

A Moment

how can I grieve if you do not leave? how can I grieve when the reality is hard to believe? how can I grieve while playing “Autumn Leaves” when you still walk around this place to live? how is it possible to achieve my sole relief out of a prayer whispered every eve? allow me… Read More

Tiga Menit

Siapapun kamu nantinya ketahuilah bahwa kamu jelas-jelas bukan yang pertama, dan mungkin juga bukan yang terakhir.   Tetapi siapapun kamu nantinya, kamu bisa yakin bahwa saya akan berusaha mencintai, menyayangi, menghormati dan menghargai kamu.   Karena saya yakin, bahwa siapapun kamu nantinya, kita bisa menangis dan tertawa bersama dalam usaha kita untuk berbahagia.   Jangan… Read More

ready when you are.

you’ll know when you wake up in the morning and the headache is gonewhen you feel your trousers are too tight to fit inwhen you opt for water instead of beer to cure the thirstwhen you let your windows openwhen you feel lightwhen you enjoy watching films alonewhen you click on Henry Mancini and let… Read More

Nongol

Dari sekian banyak hal baru yang dikerjakan selama masa pandemi ini, ada satu hal yang tidak saya sangka akhirnya saya kerjakan. Akhirnya saya rutin mengisi sesi Instagram live. Ini berarti mau tidak mau saya harus menampilkan muka dalam bentuk moving image and sound, alias gambar bergerak, alias video dan bukan foto, dan berbicara sambil melihat… Read More

Mari Merayakan!

Akhirnya saya bisa menyelesaikan menonton The Last Dance di Netflix. The Last Dance ini adalah miniseri dokumenter tentang perjalanan klub basket Chicago Bulls menjuarai kejuaraan basket NBA 6 kali di tahun 90-an. Miniseri ini juga menaruh spotlight pada perjalanan karir dan hidup Michael Jordan, pemain utama Chicago Bulls yang menjadi daya tarik klub dan permainan… Read More

Kata-Kata Kita

Kemarin saya baru saja menyelesaikan membaca novel “Eleanor Oliphant is Completely Fine” karya Gail Honeyman. Ada satu kalimat di bagian menjelang akhir novel ini yang membuat saya tersenyum, karena terus terang kalimatnya cukup menohok. Silakan lihat sendiri kalimatnya. Kalimat yang saya maksud adalah di bagian yang saya highlight di Kindle. “Obscenity is the distinguishing hallmark… Read More

Buat Yang (Merasa) Sendiri di Masa Pandemi …

… percayalah bahwa tidak ada dari yang kita sedang sendiri, saat ini atau nanti. Mungkin anda saat ini sedang tinggal sendiri. Baik secara sukarela, ataupun karena situasi membuat anda terpaksa berpisah dari orang-orang terdekat. Dan saat kita sadar bahwa kita sedang sendiri, terlebih di masa yang serba tidak pasti, selalu ada perasaan rapuh yang hinggap… Read More

Sekali Lagi Soal Hal-Hal Kecil

Beberapa hari lalu, saya dan tiga orang teman mengadakan sesi virtual makan malam. Ini pengganti kegiatan rutin kami setiap 2-3 bulan sekali bertemu untuk makan malam bersama, lalu menghabiskan malam saling bertukar pikiran (atau bertukar gosip).  Ini adalah sesi virtual dinner kami yang kedua dalam setengah tahun terakhir. Pertama kali kami mengadakan di akhir bulan… Read More

Dua Puluh Paruh Pertama

What a year. What a half year. Entah harus menggunakan kata apa lagi untuk mendeskripsikan paruh pertama tahun 2020 ini. Saya mencoba mencari kata sifat atau kata-kata lain yang pas, ternyata tidak ada yang cocok. Jadilah saya, dan mungkin anda, hanya bisa menghela nafas panjang dalam-dalam. What a year. What a half year. At least,… Read More

Cerita Manis Yang Dibisikkan Ke Telinga Kita

Salah satu aktivitas yang saya sering lihat di film dan televisi yang tidak pernah terjadi pada diri saya adalah mendengarkan dongeng sebelum tidur. Kita sering melihat di berbagai tayangan, orang tua membacakan buku untuk anaknya sebagai dongeng sebelum tidur. Biasanya si anak akan ikut melihat apa yang sedang dibacakan, kalau si anak belum bisa membaca.… Read More