Ketika Babi Bersayap

Jaafar, seorang nelayan miskin dari Gaza yang sudah lama tidak mendapat ikan, akhirnya “ketiban rejeki nomplok”. Masalahnya, si “rejeki” ini muncul dalam wujud seekor babi hitam yang hanyut terbawa ombak dari Vietnam. Saya masih ingat betapa sakitnya perut ini menahan tawa di menit-menit pertama menonton “When Pigs Have Wings” (2011). Film satir yang menyorot konflik… Read More

Wadjda

Saya selalu percaya kalau tempat-tempat yang penuh konflik itu sumber film yang ceritanya menarik. Gak hanya film, sih, buku juga bisa. Lihat saja Iran dan Arab Saudi. Siapa yang menyangka dua negara itu bisa menghasilkan film-film kelas atas (menurut saya, tentu) padahal masyarakatnya hidup dibatasi budaya dan agama. Karena paham Wahabi yang begitu totok, di… Read More

Lovely Man Is Lovely

Cahaya nekat pergi ke Jakarta naik kereta. Ia ingin mencari ayahnya dengan hanya berbekal alamat di secarik kertas lecek. Betapa kagetnya Cahaya ketika menemukan Saiful, ayah yang sudah 15 tahun tak jumpa, telah berubah menjadi “Ipuy”, seorang waria. Premisnya yang menarik dan ide cerita yang tidak biasa untuk feature film Indonesia berhasil bikin saya mikir… Read More

[JAWABAN] Main Tebak-Tebakan

Tengah Desember lalu saya iseng menulis Tentang Jilbab. Sampai sekarang tulisan itu masih sering dibaca, komentarnya pun beragam. Ada yang setuju, ada yang ndak, ada juga yang ndak urus. Bebas. Minggu lalu saya mengajak kalian, teman-teman Linimasa, main tebak-tebakan. Iseng-iseng tak berhadiah, lah. Ada total 12 foto perempuan dengan tutup kepala yang berasal dari sekte/agama… Read More

Main Tebak-tebakan

Selamat Tahun baru 2015, semua! Tulisan saya Tentang Jilbab jadi salah satu tulisan Linimasa yang paling banyak diintip di 2014 kemarin. Nah, dalam rangka masih mood liburan males banget ngapa-ngapain menyambut tahun yang baru dan semangat ngelilingin Matahari satu putaran lagi, maka hari ini saya ingin mengajak kalian semua, termasuk Linimasmas dan Linimakmak, main tebak-tebakan.… Read More

Empat Sekawan dan Pohon Persik

Alkisah.. adalah Dharma, seorang bhiksu muda yang baru saja menyelesaikan pertapaannya dan ingin pergi ke sebuah desa di negeri seberang. Desa ini jaraknya jauh sekali, sementara ia sudah harus sampai di sana besok lusa. Dharma punya dua pilihan: ikut jalur yang biasa, dan kemungkinan sampai beberapa jam atau bahkan sehari lebih telat. Atau, mengambil jalan… Read More

Tentang Jilbab

Tadi pagi saya kaget melihat Google Doodle ini. Rupanya hari ini Henrietta Edwards berulang tahun yang ke-165. Beliau ini salah satu tokoh utama perjuangan hak-hak perempuan di Amerika Utara, khususnya Canada. Ngomong-ngomong soal perempuan, saya jadi ingat, beberapa hari lalu saya menonton film asing yang premisnya begitu menarik dan menggelitik. Judulnya The Source (La Source… Read More

Kado Natal Terindah

Aku sigap menutup mulutku dengan kedua tangan sebelum jeritan bahagia sempat keluar. Jantungku berdegup keras sekali. 12 Desember 2014. Aku tidak akan pernah lupa hari ini. Natal memang masih dua minggu lagi, tapi buatku, inilah kado paling indah. Sarah, anakku, berdiri memegangi pinggiran tempat tidurnya. Mencoba berjalan, sambil terhuyung-huyung, selangkah-demi selangkah. Ini yang pertama kali!… Read More

Laksmi

Ia memasuki rumahnya. Dilihatnya secarik undangan yang disisipkan di bawah pintu. Kaget. Entah dari mana si pengirim tau alamat ini. Ia lalu menutup pintu. Diputarnya anak kunci dua kali ke arah kanan. Ditariknya gagang pintu, lalu ditekan. Dua kali, biar pasti terkunci. Dilemparkannya tasnya ke atas sofa. Ia Berjalan ke arah meja makan sambil kedua… Read More

Susah(nya) Tidur

Berbahagialah mereka yang bisa tidur nyenyak di malam hari. Gak cuma asal tidur aja, tapi tidur yang berkualitas. Waktunya pas waktu tidur, durasinya cukup, dan nyenyak. Dengan jam kerja yang nggilani, bagi saya sebagian orang, hal ini adalah sebuah kemewahan. Gak ingat kapan terakhir kali punya “quality sleep”. Sejak lulus SMA, ritme tidur saya berubah… Read More

Lucky Number 13

Ini tulisan ke-13 saya di sini. Tidak terasa. Sudah tiga bulan saya dan teman-teman bergantian menulis untuk Linimasa. Sudah serupa warteg. Tulisan-tulisan yang disuguhkan rasanya berbeda-beda. Beda orang beda karakter, katanya. Tulisan Nauval seringnya melankolis, kerap menyentil pojok hati yang kadang sudah berdebu karena ditinggalkan—atau malah sengaja dilupakan. Setiap membaca tulisan-tulisannya ulu hati selalu hangat.… Read More

HOMOSEXUALIS[LA]M pt. 4

“Katakan, Sayangku, siapakah lelaki yang paling berkuasa di negeri ini? Adakah yang lebih kuat dan hebat dariku?” “Ada. Bukan kau.” jawab sang kekasih dengan tenang. Ia pun terperanjat. Kaget. Ia tak mungkin tertandingi. “katakan, siapakah dia?” “Aku.” “Kamu..? Tapi… Bagaimana mungkin kamu bisa lebih berkuasa dariku?” “Aku tidak mengerti..” “Iya. Kamu memang penguasa terhebat negeri… Read More

HOMOSEXUALIS[LA]M pt. 3

(sambungan dari Part 1 & Part 2) Ruangan besar itu begitu lengang. Hanya ada dua kursi yang saling berhadapan dan dipisahkan sebuah meja. Lelaki itu bernama Amir. Di depannya duduk seorang panglima Taliban. Berjubah putih, sorban yang sewarna, dan janggut yang panjang melewati dagu. Mereka tidak saling berbicara. Di dekat pintu ada seorang penjaga yang… Read More

Homose…

TETOT! Tapi boong :))) Hari ini, karena lagi males, karena gak sempat, Maka sambungan HOMOSEXUALIS[LA]M Bagian 1 dan Bagian 2 dilanjutkan minggu depan saja, ya. Sepertinya kita semua perlu rehat sebentar. Apalagi Jumat lalu, setelah membaca tulisan saya, Doni (panggilan sayang untuk Gandrasta) jadi menerjemahkan sajak-sajak Rumi. Seharian penuh. Dia dimabuk gombal Rumi dan kami… Read More

HOMOSEXUALIS[LA]M pt. 2

(lanjutan dari bagian pertama) Konya, 1248. Awal Desember. Malam itu, di luar, udara sedang dingin-dinginnya. Di dalam kamar, cengkerama sepasang kekasih sedang hangat-hangatnya. Bagi mereka ini ritual. Kebiasaan yang sudah dilakukan selama empat tahun. Menemukan Sang Empunya Semesta di antara percakapan. Hal yang sulit dimengerti orang-orang sekitar. Tapi siapa yang peduli, bagi mereka ini cinta.… Read More