Kata-Kata Kita

Kemarin saya baru saja menyelesaikan membaca novel “Eleanor Oliphant is Completely Fine” karya Gail Honeyman. Ada satu kalimat di bagian menjelang akhir novel ini yang membuat saya tersenyum, karena terus terang kalimatnya cukup menohok. Silakan lihat sendiri kalimatnya. Kalimat yang saya maksud adalah di bagian yang saya highlight di Kindle. “Obscenity is the distinguishing hallmark… Read More

Berani untuk Berharap, Berani untuk Kecewa

TAPI, mumpung masih muda dan masih sangat bertenaga (fisik, pikiran, dan perhatian), ya tidak apa-apa, lakukan saja. Teruslah berteriak, mengomel, dan berdebat. Toh seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman hidup, kita pun perlahan-lahan mampu mengelola perasaan–dan kehidupan kita secara umum–dengan lebih baik lagi; Perlukah kita bersikap sangat antusias, bahkan sampai meledak-ledak? Seberapa besar antusiasme yang… Read More

Ilmu, Datang saat Diundang

Tak seperti Jalangkung yang hanya datang kalau diundang, ilmu terutamanya sejak pandemi ini, akan datang hanya kalau diundang. Diundang oleh kita yang membutuhkan dan mencarinya. Sebelum pandemi, kota Jakarta selalu dipenuhi dengan talkshow, seminar, diskusi dan sejenisnya yang sering diselenggarakan secara megah. Dihadiri oleh banyak tokoh populer dan berpengaruh baik sebagai pembicara, nara sumber, moderator… Read More

Bisnis Sehat dengan Niat

Jadi ingat, waktu saya mulai coba coba makanan sehat, betapa perjuangan mencari makanan yang sesuai dengan diet saya, sampai selalu harus membuat sendiri dari awal. Bahkan bahan-bahannya saja cukup sulit dicari, kalaupun ada biasanya impor dan cukup mahal. Sangat berbeda dari sekarang, bahkan tukang roti dan tukang kue pun menanggapi berbagai macam kebutuhan diet, dari… Read More

Buat Yang (Merasa) Sendiri di Masa Pandemi …

… percayalah bahwa tidak ada dari yang kita sedang sendiri, saat ini atau nanti. Mungkin anda saat ini sedang tinggal sendiri. Baik secara sukarela, ataupun karena situasi membuat anda terpaksa berpisah dari orang-orang terdekat. Dan saat kita sadar bahwa kita sedang sendiri, terlebih di masa yang serba tidak pasti, selalu ada perasaan rapuh yang hinggap… Read More

Sekolah

“KAMU mendingan sekolah lagi aja…” Sekilas, itu yang sempat saya dengar di warung Pecel Lele langganan tak jauh dari rumah beberapa malam lalu. Ucapan tersebut disampaikan pelan dan santai oleh sang empunya warung kepada pegawai baru (karena tidak pernah kelihatan sebelumnya), sambil sesekali membalik lauk yang tengah digoreng, kemudian disambi membungkus nasi, lalapan, dan sambal… Read More

Sekali Lagi Soal Hal-Hal Kecil

Beberapa hari lalu, saya dan tiga orang teman mengadakan sesi virtual makan malam. Ini pengganti kegiatan rutin kami setiap 2-3 bulan sekali bertemu untuk makan malam bersama, lalu menghabiskan malam saling bertukar pikiran (atau bertukar gosip).  Ini adalah sesi virtual dinner kami yang kedua dalam setengah tahun terakhir. Pertama kali kami mengadakan di akhir bulan… Read More

Berhentilah Merasa Menjadi yang Lebih Baik

DALAM cerita Harry Potter, semuanya berperang melawan Voldemort bersama gerombolan Pelahap Maut (Death Eaters). Sebagai pihak yang jahat, mereka gemar memburu dan menyiksa para warga Darah Lumpur (Mudbloods) karena dianggap sebagai penghinaan atas kemuliaan dunia sihir yang semestinya hanya menjadi milik para warga Darah Murni (Purebloods). Begitu pula terhadap orang-orang biasa (Muggles) untuk alasan yang… Read More

Dua Puluh Paruh Pertama

What a year. What a half year. Entah harus menggunakan kata apa lagi untuk mendeskripsikan paruh pertama tahun 2020 ini. Saya mencoba mencari kata sifat atau kata-kata lain yang pas, ternyata tidak ada yang cocok. Jadilah saya, dan mungkin anda, hanya bisa menghela nafas panjang dalam-dalam. What a year. What a half year. At least,… Read More

Bahagia Tanpa Banyak Alasan

“BAHAGIA itu sederhana, yang ribet itu kamunya.” Kalimat teguran ini sangat mudah dipahami, tetapi amat sulit dijalani. Sehingga kita cenderung menjauhkan diri kita sendiri dari rasa bahagia secara sengaja, lewat berbagai kondisi dan alasan. Kita adalah insan, subjek, yang ingin merasakan bahagia. Ada hal-hal penyebab munculnya rasa bahagia, baik (1) yang mesti kita kejar dan dapatkan,… Read More