Tubir Netizen Sabtu

Hari baru, tubir baru. Untuk warga Twitter tentu sudah paham ini. Saya buka aplikasi ini di pagi hari dan menemukan bahan baru yang diributkan, yaitu cuitan di atas. Sebagai perempuan dan seseorang yang antusias soal transportasi publik, tentu saya paham sekali maksud Tahlia. Dia tampaknya ingin menekankan betapa ironisnya, di antara para laki laki, tetapi justru yang melakukan hal yang dianggap oleh masyarakat umum “laki laki” justru seorang waria; yaitu menawarkan tempat duduk ke dirinya, seorang perempuan.

Lalu muncullah tanggapan-tanggapan, dari mulai menyentil feminisme selektif, apa itu definisi “gentleman“, sampai yang memang tampaknya benar tersinggung oleh cuitan ini.

Sepertinya memang penggunaan kata gentleman itu suka mengundang polemik. Seperti juga istilah lain berbahasa asing, gentleman sering digunakan untuk konteks yang kurang tepat. Jika saya masukkan ke Google Translate, hasilnya adalah: bangsawan, ningrat, orang kaya, orang yang berbudi bahasa halus, atau definisinya dalam bahasa Inggris pula: a chivalrous, courteous, or honourable man. Hampir semua menyangkut tata krama dan budi pekerti juga keturunan. Sementara tidak jarang saya baca digunakan seperti ini: “Kalau berani jangan keroyokan, tapi satu lawan satu dong, jadi laki harus gentleman“. Nah loh.

Jadi apakah moral dari ketubiran netizen hari ini? Tidak ada sih, karena besok pun akan diributkan lagi, hal yang sama atau hal lain. Tapi mumpung sedang dalam pembahasan, ada baiknya saya membuat saran:

  1. Tidak perlu menggunakan kata gentleman untuk menggambarkan tindakan yang sopan, empati dan apa pun itu dari laki laki. Langsung saja gunakan kata yang menggambarkan tindakannya. Manis, berani, sopan, baik hati, welas asih, ksatria, atau apa lah masih banyak lagi di bahasa Indonesia. Apalagi ketika gentleman dipotong jadi hanya “gentle”. Artinya sudah beda ya. Tolong.
  2. Berhenti menggunakan kata banci untuk konotasi negatif. Mungkin belum ada yang protes, karena itu saya mulai dengan mengatakan, SAYA PROTES! Juga tersinggung. Teman saya banyak yang homoseksual dan mereka pintar, berani, menyenangkan, baik hati, malah saya bisa bilang lebih dari teman saya laki laki yang hetero. Jadi kalau ada teman yang baik hati, manis dan pendengar yang baik akan saya puji, “kamu banci sekali, aku sayang kamu!”

1et21b

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Tubir Netizen Sabtu

Leave a Reply