Konspirasi Bakteri

Baru baru ini ada video yang terlihat di Twitter yang menarik perhatian; mantis yang ternyata sudah mati dan digerakkan oleh parasit, yang ketika sudah cukup dewasa dan sudah bisa berpisah dengan tuan rumahnya akan membawa mantis tersebut ke dalam air. Kalau belum lihat mungkin bisa cek ini:

Jadi teringat kalau manusia pun sebenarnya di dalam tubuhnya ada jutaan makhluk hidup lainnya? Belum tentu berarti parasit, justru bakteri, yang hidup di dalam tubuh, di permukaan kulit, dan yang paling penting di dalam sistem pencernaan kita penting dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan. Kalau terganggu keseimbangan jumlah dan komposisi bakteri di pencernaan kita, efeknya tidak hanya gangguan perut, tapi juga stres, depresi atau sulit berpikir, masalah kulit, sampai penyakit autoimun. Mungkin sulit dipercaya, tapi kalau mau cari banyak sekali referensinya.

1i9a85

Bahwa semua proses alami yang dialami manusia itu mendukung agar tubuh kita menjadi ladang tumbuh subur bakteri yang baik untuk kesehatan, sementara proses buatan manusia akan mengganggunya. Contohnya proses melahirkan secara alami ternyata salah satu yang dibutuhkan adalah transfer bakteri ke kulit bayi dan jalan pernapasannya, sehingga ketika kelahiran terjadi lewat operasi, proses tersebut terlewatkan. Begitu juga dengan proses menyusui dengan ASI, memperkaya pencernaan bayi dengan bakteri.

Konsumsi antibiotik akan mengganggu keseimbangan bakteri. Enggak hanya antibiotik sih, hampir semua obat-obatan juga. Padahal kalau organ di tubuh adalah bagian yang memiliki otonomi, atau bisa dikendalikan masing-masing, gubernur daerah itu (MUNGKIN LOH) adalah bakteri.

Jadi ya, teman-teman, jagad raya ini diatur dengan keseimbangan, dan semua organisme yang di dalamnya terlibat dalam keseimbangan itu. Kecuali manusia. Dibilang makhluk paling sempurna, karena kita punya kesadaran. Tetapi dengan kesadaran itu muncul ego yang justru malah membuat kita menolak untuk menjaga keseimbangan di jagad ini, tapi malah mengobrak abriknya. Karena itu sering dieluelukan bahwa kita harus ‘kosong’ untuk merasakan isi dari sumber cahaya. Dengan kosong kita akan bergerak sesuai dengan jagat, dan kembali terlibat dalam keseimbangan. Percayalah dengan gubernur kita, bakteri. Bahwa mereka adalah wakil dari jagad di dalam kita.

 

Advertisements

Leave a Reply