Rutinitas Itu Membunuh Makna

Secara total saya membantahnya! Iya, pakai tanda seru. Satu hal yang membunuh makna adalah “ketidaksadaran”. Kalimat rutinitas membunuh makna, adalah kalimat yang manja. Keluar dari pengalihan dari ketidakberdayaan untuk selalu sadar atas apa yang dilakukan. Lebih fatal lagi karena makna justru sejatinya bukan “hasil” tapi ia adalah “sebuah usaha”. Setiap hal dapat dimaknai. Rutinitas pun… Read More

Karena Kita Perlu Rumah

Kalau memang kita menganggap pasangan kita sebagai rumah, a home, maka: • kita perlu waktu untuk mencari tempat calon rumah tersebut. Tidak bisa memilih sembarang lokasi. Demikian pula dengan calon pasangan sebagai rumah kita. Kadang ada yang bisa mendapatkannya secara cepat dalam sekejap, didorong oleh intuisi, kadang ada yang perlu waktu lama. Dan yang penting:… Read More

Dan Dunia Pun Semakin Kejam Kepada Orang-orang Jelek

YANG jelek wajahnya, terutama. Sebab itu yang bisa dilihat sejak pertama kali berjumpa. Bertemu langsung, atau melalui dunia maya. Bukan jelek pemikirannya, jelek hati dan kehendaknya, apalagi jelek keimanannya. Bukan salahnya manusia pula memiliki mata yang berfungsi untuk melihat benda-benda kasatmata, mengetahui dan mengenali apa yang dilihat, lalu memiliki perasaan atau kesan terhadap sesuatu yang… Read More

Apakah Guna Payudara?

breastfeeding in public shouldn’t even be an argument anymore. Boobs are made for feeding babies. If you don’t like it close your eyes. No one feeds their babies in public for attention or to seduce men, you fucking weirdos. Leave moms alone. — Lexx 🌿 (@Lexxx_____) July 19, 2018 Kalau bukan dari Tweet di atas… Read More

Kalau Kita Pikir Kita Tahu Semuanya, Well …

… the truth is, we hardly know anything. Seorang penulis ternama pernah menulis di akun media sosialnya, bahwa “I believe we only show 10% of our life in social media”. Kurang lebih isinya seperti itu. Saya mengamini pendapatnya. Bahwa tidak mungkin kita menampilkan seluruh kehidupan kita, atau seluruh aktifitas seharian kita, ke media sosial untuk… Read More

Semua Agama Itu Sama

SAMA-SAMA tergantung dan diarahkan oleh interpretasi manusia, para penganutnya. Baik yang termasuk (1) golongan orang-orang terpilih, para ulama, para pandit, para pembabar ajaran, dan mereka yang mendalami segala aspek dalil-dalilnya agar bisa lebih mudah dipahami oleh; (2) umat awam sebagai golongan pendengar dan pelaksana, yang jumlahnya akan selalu lebih banyak dibanding para pemuka. Kendati berasal… Read More

22

Beberapa hari yang lalu saya genap berusia 22 tahun. Rasanya sungguh ajaib bahwa ternyata saya masih bisa terus lanjut sampai hari ini sebab beberapa tahun yang lalu sekitar dua minggu sebelum ulang tahun ke 17, saya pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak lotion nyamuk rasa jeruk. Ada banyak hal yang membuat saya melakukan hal… Read More

Sepakbola Dan Political Correctness

Kemarin adalah terakhir kita melihat event empat tahunan Piala Dunia di Rusia. Sepakbola walau bagaimanapun adalah olahraga paling populer di seluruh dunia. Penggemarnya banyak. Kita sudah mempunyai pemenangnya, Prancis. Untuk kali kedua mereka menjadi Juara Dunia. Pertama kali, 20 tahun lalu, Didier Deschamps yang menjadi kapten memenangi kejuaraan ini. Kali ini bertindak sebagai pelatih, Deschamps… Read More

Karena Semua Ada Asal-Muasalnya

Kemarin siang, di Pengadilan Negeri Surabaya, salah satu pengacara lokal, Sudiman Sidabukke, bertanya apakah ada bedanya antara “perbuatan melawan hukum” dengan “perbuatan melanggar hukum“. Ahli, yang saya lupa namanya, menjawab pertanyaan itu dengan sigap. “Sepanjang yang Bapak maksud adalah Onrechtmatige daad, maka keduanya sama.” Kemudian ia menjelaskan lebih lanjut, “Bedanya kalau Bapak baca terjemahan Wiryono… Read More

Katanya “I Travel Because I Have to, I Come Back Because I Love You”

Judul tulisan di atas adalah judul film dari Brazil produksi tahun 2009 karya Marcelo Gomes dan Karim Ainouz. Menurut saya, ini salah satu judul paling romantis yang pernah dibuat untuk sebuah produksi film. Apakah filmnya romantis? Well, kalau Anda tidak terbiasa menonton film-film arthouse yang serius, pasti penasaran ingin menekan tombol fast forward di sebagian… Read More

Menghakimi dan Menghukum Orang Lain Itu Memang Nikmat

MANUSIA memang makhluk yang istimewa. Baik pandangan agama maupun sains sama-sama menyepakatinya. Menggunakan akal, manusia menjadi satu-satunya spesies di muka bumi ini yang mampu berpikir dan menimbang, menghasilkan kehendak untuk bertindak. Manusia juga bisa mengenali dan merasakan sensasi yang dihasilkan dari tindakannya tersebut, tahu mana yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Yang kemudian memunculkan keinginan untuk… Read More

Persamaan Virgil dan Dia

Di sebuah masa 30-40 tahun yang lalu, para orang tua berbelanja barang fesyen berkualitas untuk keluarganya. Berkualitas saat itu dimaknai sebagai tahan lama. Awet. Inget sepatu Kickers atau sepatu sendal Birkenstock misalnya. Atau celana jeans Levi’s 501, yang menjanjikan bisa dipakai ratusan tahun. Ah, saya sudah lupa label yang lain. Yang pasti, nasehat orang tua… Read More

Kesempatan Kedua

Ketika hal yang kita idamkan ternyata tidak didapat ketika pertama kali mencoba, apakah akan selalu ada kesempatan kedua? Terkadang ada kekurangannya jadi ibu dari satu anak, jadi sungguh lugu dalam membuat game plan soal seleksi masuk sekolah. Karena ketidaktahuan (eufimisme dari kebodohan, dan tidak tahu bagaimana mengajukan pertanyaan yang benar), nyaris anak tak masuk sekolah… Read More

Jika Pablo Cikaso Bermain Musik

  Ketika sifat Jamaliyah menetes dalam nurani kita, maka turunannya yang timbul adalah seni. Batu cadas yang dipahat bisa menjadi “sebuah bentuk”. Deretan tinta menjadi kaligrafi. Potongan kertas yang ditempel bisa menjadi “sesuatu”. Juga sisi kelembutan bunyi. Secarik suara, sepenggal denting, alunan yang disusun dengan selera, bisa membuat mimpi basah yang berawal dari gendang telinga. Suara… Read More

Tiga Penutup Yang Membuat Pikiran Kita Tak Tertutup

Kita punya kecenderungan untuk mengingat hal-hal yang paling terakhir kita lihat. Termasuk, tentu saja, dalam urusan menonton film. Salah satu pertanyaan paling lumrah yang sering kita terima saat kita bercerita kalau kita selesai menonton film adalah, “terakhirnya gimana?” Atau “ending-nya gimana?” Saya pribadi cenderung menjawab pertanyaan seperti ini dengan “nonton sendiri aja”, karena ingin si… Read More