Enam Pecel Enak di Malang (Yang Bukan Pecel Kawi)

Nasi pecel itu enaknya luar biasa. Setuju ‘kan? Apalagi dimakan dengan nasi putih yang hangat, sebagai sarapan di pagi hari. Ditemani secangkir teh panas. Sedapnya tak terkira. Makanya, selama dua minggu lalu, hampir setiap hari saya bangun pagi-pagi sekali, untuk bisa lari pagi keliling kota Malang. Apa hubungannya dengan nasi pecel? Gampang saja: motivasi untuk… Read More

Advertisements

Ego Trap: Kita Menjadi Apa yang Kita Hina, Cela, dan Benci

JANGANKAN berlaku adil kepada orang lain, kita saja kerap abai dan bersikap tidak konsisten terhadap diri sendiri. Harus selalu tegas bila menyangkut orang lain, meski untuk persoalan sesepele apa pun. Namun kita selalu meminta keringanan dan pertimbangan kembali atas nama kemanusiaan serta belas kasihan untuk diri sendiri, walaupun sebenarnya telah melakukan kesalahan besar. Kita seringkali… Read More

Gantungkan Citra-Citramu Setinggi Langit

Lima sampai sepuluh tahun belakangan ini, ada semacam gerakan yang mendorong anak-anak muda memulai bisnis sendiri. Menjadi pengusaha, wiraswasta, freelancer, dan tentunya entrepreneur. Seketika ramai pelatihan, bimbingan dan seminar untuk memfasilitasi kebutuhan itu. Acara televisi, radio, semua kanal online, menyampaikan betapa negara ini krisis entrepreneur. Kekurangan pengusaha. Diperlukan lebih banyak pengusaha muda. Bahkan kalau bisa… Read More

First Travel & The Last Hope

Skema ini dicetuskan oleh Charles Ponzi, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920.[2] Skema Ponzi didasarkan dari praktik arbitrasi dari kupon balasan surat internasional yang memiliki tarif berbeda di masing-masing negara[3]. Keuntungan dari praktik ini kemudian dipakai untuk membayar kebutuhannya sendiri dan investor sebelumnya. Ponzi menyatakan bahwa uang yang diperoleh dari investasinya akan dikirimkan ke… Read More

Sudah Lebih Dari Seribu Kali Kita Bertemu, Masihkah Kau Mau?

“Roy, tulisan di Linimasa itu, ada seribu tulisan?” “Udah lebih dari itu, kali.” Sepenggal dialog di atas terjadi saat kami bertemu beberapa bulan yang lalu, di bulan Ramadhan. Kami di sini ada saya, Dragono, Gandrasta, Leila dan Roy. Glenn saat itu absen karena harus menjaga barang dagangannya di sebuah pameran. Agun sedang di Bandung. Dan… Read More

Kurang Ngeseks (?)

SUDAH ngeseks minggu ini?   Setiap orang punya pandangan yang berbeda terhadap aktivitas seksual yang satu ini: ngeseks alias persetubuhan. Ada yang tidak suka atau risi, ada yang menganggapnya biasa-biasa saja, ada yang cuma melihatnya sebagai metode prokreasi untuk punya anak, ada juga yang suka dan sangat suka sampai-sampai membuat terkesan tak dapat mengendalikan diri.… Read More

Penyamun di Sarang Perawan

Jadi, suatu hari yang cerah, entah kesambet apa saya menghadiri satu seminar di salah satu kementerian. Judulnya Women’s Leadership and Women Empowerment Conference, ketika saya tanyakan kepada petugas penjaga pintu kementerian tersebut, si Bapak menjawab, “Oo seminar itu ya? Di lantai 7” Tapi benar juga sih, mungkin konferensi terdengar terlalu megah, seminar mungkin lebih tepat.… Read More

#RekomendasiStreaming – 17 Film Pendek Indonesia Untuk Tontonan 17-an

Ini murni kebetulan. Hari Kamis minggu ketiga, jadwal tetap saya untuk menulis #rekomendasistreaming, untuk bulan Agustus ini bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tadinya, tulisan ini mau sedikit ‘ambisius’. Ambisinya adalah mengumpulkan 17 film pendek Indonesia terpilih dari 17 tahun terakhir, yaitu tahun 2000 sampai 2017. Pas ‘kan ya? Sudah 17 tahun lho, kita… Read More

Saya Pernah Jadi “Buddhis yang Takfiri”

WAKTU ke Asian Civilisations Museum (ACM) Singapura beberapa pekan lalu, kebetulan ada anak-anak sekolah sedang berdarmawisata. Setelah di-briefing bu gurunya tentang kegiatan observasi dan tugas, mereka pun bebas berkeliling, mengamati, dan mencatat hal-hal menarik dari koleksi benda bersejarah yang dipamerkan di sana. Sampai ada salah satu bocah yang lihat arca ini, lalu heboh sendiri dan… Read More

Lulu Lutfi Labibi, Perancang Suasana Hati

Malam itu di sudut Ibu kota sedang berlangsung salah satu acara kesenian termewah. Besar kemungkinan ada pengunjung acara tersebut yang mengenakan pakaian Lulu Lutfi Labibi. Di malam itu juga Lulu memilih salah satu cafe kecil di pojokan Halim Perdanakusuma untuk diwawancara khusus buat linimasa.com. Sambil menantikan jam pesawat yang akan membawanya pulang ke Jogja. Perjalanan… Read More

Surgamu, Neraka Kita

Mike adalah orang yang baik. Menurut dia sendiri. Rukun Islam dan iman dia jalankan dengan sepenuh hati. Sembahyang lima waktu, yang diikuti dengan zikir dan doa berjam-jam. Saat ada waktu luang — seperti di kendaraan umum — dia membaca kitab suci. Dia kurang paham artinya, dan biasanya dapat informasi mengenai tafsir ketika mendengarkan khatib ketika… Read More

Pulang

Pernah nonton film Forrest Gump? Sepertinya sebagian besar dari kita sudah pernah menonton film legendaris ini. Saya sendiri sudah menonton film ini beberapa kali. Setiap kali menonton, selalu ada hal baru yang saya perhatikan. Namun akhir-akhir ini, ada satu adegan di film tersebut yang membekas di benak ingatan. Adegan ini adegan ‘kecil’. Mungkin termasuk adegan… Read More

Dari Bocoran Game of Thrones Season 7

ADA kehebohan kecil di grup WhatsApp LINIMASMAS—kalau penasaran kenapa dinamakan demikian, tanya ke Mas Roy saja—Sabtu sore kemarin. Mas Gandrasta membagikan satu tautan Vimeo khusus buat Mbak Leila, tanpa judul atau keterangan apa pun. Apalagi pratinjau atau preview-nya juga enggak muncul gara-gara akses Vimeo masih diblokir untuk internet Indonesia. Kenapa akhirnya menjadi kehebohan kecil? Sebab… Read More

Eh, Pistol Lari!

Dear pembaca Linimasa, Apa kabarmu? Kabarku baik-baik saja. Dear pembaca Linimasa, Aku tidak bermaksud mengajakmu menyanyikan lagu “Sunny” yang pernah populer 10 tahun lalu oleh Bunga Citra Lestari dengan membaca kalimat di atas. Memang mirip sih. Pertama kali aku mendengarkan lagu itu, aku bertanya-tanya, “ini maksudnya apa sih? Nanya kok abis itu dijawab sendiri.” Baru… Read More

Agama Sebagai Asuransi

SEKITAR 174 tahun lalu, Karl Marx bilang agama adalah candu bagi manusia, khususnya sebagai bagian dari masyarakat atau struktur sosial yang menekan. Jutaan orang di seluruh dunia tersinggung sejak saat itu. Sampai sekarang. “Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world, and the soul of soulless conditions. It is… Read More