#RekomendasiStreaming – Surat Cinta Yang Nyaman Dilihat

Ternyata punya “rutinitas” tidak selalu membuat tulisan bisa mengalir dengan lancar.

Sengaja saya set up menulis tentang rekomendasi tontonan di aplikasi video streaming setiap Kamis minggu ketiga ini supaya ada rutinitas tertentu. Paling tidak, sebelum masuk tenggat waktu, sudah tahu akan menulis apa (temanya). Eh, sekarang muncul “masalah” lain: begitu sudah tahu harus menulis tentang apa, malah bingung isinya apa.

Iya. Kali ini saya sempat bingung harus merekomendasikan tontonan apa untuk bulan ini.

Untungnya, serial yang saya rekomendasikan punya semacam tema besar, yaitu being a love letter to love and life. Alhasil, untuk pilihan filmnya, saya tinggal mengikuti tema besar ini.

Dan memang menyenangkan melihat tontonan yang membuat kita semakin yakin bahwa love is what we need. Apalagi sekarang.

Jadi …

• Jika hanya punya waktu untuk menonton satu film pendek di akhir pekan ini, maka tontonlah

Springsteen & I

Saya bukan penggemar Bruce Springsteen. Cuma tahu beberapa lagunya. Tidak pernah secara khusus mengoleksi album-albumnya.

Namun melihat film dokumenter, kok rasanya hati dibuat mencelos. Film ini berisi kumpulan testimoni para penggemar Bruce Springsteen dari seluruh dunia, di mana mereka merekam sendiri testimoni mereka lewat ponsel, lalu beberapa testimoni terpilih dirangkai dengan footage konser-konser Bruce Springsteen. Akhirnya, jadilah film yang membuat kita tersenyum sendiri.

Ada yang berbinar menceritakan pengalamannya mendapat upgrade tiket ke kelas VIP waktu menonton konser Bruce Springsteen. Ada yang kaget waktu diajak ke atas panggung. Ada yang mendengarkan lagu-lagu Bruce sambil bekerja di malam hari sebagai supir truk. Ada yang melahirkan di saat lagu Bruce mulai diputar di radio.
Berbagai cerita personal yang tidak membuat kita kelelahan mengikutinya. Malah sebaliknya. Durasi film sepanjang 2 jam 4 menit berasa terlalu cepat melihat muka-muka sumringah para penggemarnya.

Silakan ditonton untuk merasakannya.

• Jika punya cukup waktu untuk menonton satu serial di akhir pekan ini, maka tontonlah

“Master of None” (Season 2)

Aziz Ansari, how do you do it? How do you bring up sensitive religious, racial and other important issues in one series that can still make us feel good watching it?

Ajaib. Serial “Master of None” ini semakin baik tema, gaya, dan isi ceritanya di musim penayangannya yang ke-2 ini. Tapi bukan cuma itu yang membuatnya ajaib.

Aziz Ansari sebagai kreator serial ini dengan berani mengangkat isu-isu sensitif dengan penyampaian yang sangat casual. Pandangan Muslim moderat dan Muslim tradisional. Modern dating lewat aplikasi dengan segala akal bulusnya. Dan masih banyak lagi.

Lalu gaya berceritanya. Penggemar film klasik dan seni modern pasti dibuat jatuh hati hanya pada episode pertama, yang dibuat seolah-olah seperti film klasik Italia. Toh masih membuat saya terbahak-bahak menontonnya.

Dan yang pasti, episode Thanksgiving di serial ini adalah salah satu episode Thanksgiving paling lucu dan menyentuh dalam sejarah pertelevisian modern. Sebagus itu? Iya.

Seolah-olah tak ada sedikitpun mean bone dalam diri Aziz Ansari. Semua cerita ditampilkan dengan nada optimisme yang tidak “lebay”, pas pada proporsinya.

Setiap episode di-shoot secara sinematis, layaknya kita menonton film, bukan serial komedi televisi biasa. Jadi seolah-olah kita melihat film panjang selama 5 jam yang berlalu begitu cepat, bukan sekedar 10 episode dari durasi 30 menit per episode.

“Master of None” season 2 is undeniably a sweet love letter to love and life itself.

Ini jagoan saya buat Best Comedy di Emmy Awards bulan Agustus nanti. Semoga menang. Kalaupun tidak, biarlah dia mengendap di hati sebagai serial komedi yang menyentuh hati. Karena saya akan nonton berulang kali.

A precious and rare gem, indeed.

Iklan

2 thoughts on “#RekomendasiStreaming – Surat Cinta Yang Nyaman Dilihat

  1. I love Aziz Ansari! He is the best 🙂 Mungkin karena tampangnya koplak ya, jadi isu yang berat dan sensitif pun bisa dibawa ketawa. Tapi dia juga pinter sih. Buku Modern Romance-nya juga keren banget.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s