Caper Baper Kuper 

Sudah banyak barista yang pandai menyeduh kopi. Tapi jauh lebih banyak baperista, yang sering menyedih.  Ada yang bilang jika anak kelahiran 70-80’an jago soal caper dan anak kelahiran 90’an lebih jago soal baper.  Ketika informasi sedemikian mudah didapat maka ada baiknya yang kita lakukan adalah memilah dan memilih. Oleh karena itulah linimasa cukup memberikan satu… Read More

Keberhasilan dan Kegagalan

Kurang lebih enam bulan yang lalu, saya menemukan sebuah pola makan; ketogenic diet. Seperti biasa, saya selalu terobsesi dengan pola makan yang menurut saya masuk akal dan bisa mendukung gaya hidup sehat, langsung saya melakukan riset, seperti membeli beberapa buku yang membahasnya, lalu membuka situs dan blog dari orang yang menjalankan, sekaligus mengumpulkan referensi dan… Read More

Nyaman Untuk Dilihat

Sekitar dua bulan lalu, saya duduk bersama beberapa orang yang menjadi juri di festival film yang kami selenggarakan. Salah satu juri tersebut penulis linimasa juga, yaitu Lei. Bersama beberapa orang lainnya, kami ngobrol-ngobrol santai sembari makan siang seusai tugas penjurian selesai. Dari sekian banyak obrolan ngalor-ngidul, kami sepakat untuk membuka “rahasia” masing-masing. “Rahasia” ini adalah… Read More

Aku Bosan, Aku Berpikir, maka Aku Ada

KALAU dirasa-rasa, kayaknya beruntung juga bisa bertumbuh kembang menjadi seseorang yang mudah bosan; yang bisa dengan mudahnya melalui puncak excitement dan kemudian kehilangannya dalam waktu singkat, cenderung susah bertahan dalam satu keadaan, serta mengalami perubahan pikiran/perasaan/suasana hati dengan cepat. Rasa bosan dan kebosanan itu enggak semestinya negatif melulu. Hanya saja, selama ini lebih condong dilekati… Read More

The Epitome of Coolness

Iman Bowie pernah ditanya oleh jurnalis beberapa minggu sebelum mendiang suaminya meninggal. Iman adalah mantan supermodel. Kalo tidak salah dia satu angkatan dengan Cindy Crawford atau Heidi Klum. “Apakah anda memberi saran kepada suami anda mengenai fashion?” Naomi pun dengan lugas menjawab, “Hah? Buat apa saya melakukan itu? David Bowie itu fashion!” Iman betul. David… Read More

Nostalgia Kecil

Belakangan group WhatsAppku bertambah dengan satu chatroom berisi kawan-kawan kelas 3 SMP. Awalnya berisi lima orang, bertambah dengan teknik penjaringan macam MLM. Masing-masing anggota mendaftarkan kawan lain yang tercecer entah di mana rimbanya. Dalam waktu seminggu lebih sedikit, terkumpul setengah dari seluruh siswa. Tentunya percakapan dimulai dengan “hai” dan puluhan “apa kabar?” Dilanjutkan “di mana… Read More

Ada Kos di Ongkos

Sebelum ini saya berpikir dalam hati “mengapa para eksekutif muda sehabis jam kantor suka menghabiskan waktunya di mall, cafe, resto dan sejenisnya?” Waktu menjadi bos dan memiliki anak buah, saya sempat berpikir kenapa anak-anak ini tak mau segera pulang? Mereka lebih suka menghabiskan waktunya di kantor. Kadang terasa seperti sengaja melemburkan diri. Selain mengeluarkan uang… Read More

Kemanusiaan Yang Maha Esa

Sahabat saya ini sebetulnya ndak sahabat-sahabat amat. Belum lama kenal kecuali sejak November 2012. Kebetulan pernah satu kantor. Pernah satu bagian dan pernah satu pekerjaan. Ya, dipertemukan karena pekerjaan. Kami sering ngobrol dan bersenda gurau. Namun jauh lebih sering memikirkan nasib masing-masing. Salah satu topik obrolan kami adalah soal Pancasila. Kami sepakat bahwa pancasila itu keren… Read More

Renungan Jumat

Tadi pagi saya terlibat diskusi yang seru dan lucu di konferensi yang sedang saya datangi ini. Kurang paham tujuannya, karena umumnya diskusi yang terjadi ketika seseorang atau satu perusahaan ingin pick the audience’s brain, tetapi ini tampaknya tidak begitu. Judulnya adalah bagaimana proses berkencan setelah tinder dan untuk orang-orang yang tidak lagi berusia 20-an.  Seperti… Read More

Justru Yang Tak Terlihat Jadi Terlihat

Beberapa tahun silam, salah satu dosen kuliah saya untuk mata pelajaran manajemen seni pernah berkata, “The good stage management is when you realize it’s not there.” Waktu itu konteksnya kami sedang belajar tentang manajemen pertunjukan seni. Ketika kita datang untuk menyaksikan sebuah pertunjukan, misalnya pertunjukan teater, maka kita akan duduk untuk melihat dan mungkin ‘masuk’… Read More

Keragaman Itu Perlu

AGAK janggal barangkali, tapi sebagai seseorang yang bukan muslim, sangat menarik bagi saya untuk sedikit tahu tentang ihwal empat mazhab besar fikih Islam Ahlussunah Wal Jamaah atau Sunni. Yakni mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, serta Hambali. Menjadi salah satu komponen penting dalam konfigurasi keislaman selama ini, lewat keberadaan Ijma’ dan Qiyas. Perbedaan-perbedaan di antara keempatnya relatif… Read More

Wild Is The Wind (Bagian 2)

Klik untuk baca bagian pertama “Baiklah Robert. Saya tidak bisa lama-lama. Saya harus pergi.” Robert pun membersihkan mulutnya dengan tissue lalu berkata “Oya sebelum kamu pergi bolehkah saya meminta nomer telponmu?” “Tentu saja. Tidak ada masalah.” Kathleen lalu memanggil waitress untuk meminjam pulpen dan secarik kertas. Lalu dia mencantumkan nomer telponnya di kertas tersebut. “Ini… Read More

M7: It’s a Goodbye

Dia selalu datang saat hujan. Kali ini, alam ndak lagi ikut aturan musim. Cuaca bisa berganti seketika. Siang panas. Sore hujan. Malam banjir. Pagi kembali kerja. Donnie memutuskan Obsession pagi ini. Dengan asumsi, siang nanti mulai mendung, lalu hujan turun sampai malam. Kalaupun ia salah, Obsession biasanya cuma meninggalkan jejak hangat yang ndak terlalu melukai… Read More

CINTAPI

Dia tidak punya hubungan darah dengan Cintami, atau bahkan kenal dengan Cintanya Rangga. Cintapi tak memiliki keluarga apalagi saudara. Dia tak punya teman apalagi kekasih. Cintapi bahkan tak pernah berusaha mencari tahu siapa dirinya. Ini bukan pertanyaan filosofis, karena Cintapi tak bisa menjawab pertanyaan semudah “apa warna favoritmu?” Yang Cintapi tau sejak lahir sampai sekarang cuma… Read More

Lalu Mengalir Hingga Akhir

Wajar jika ketika remaja kita mendambakan kehidupan yang nihil aral melintang. Punya pacar, punya pekerjaan, lalu menikah, lalu punya anak, karir meningkat, punya mantu, jadi bos, punya cucu, lalu selesai. Di sela tanda koma diatas boleh ditambahkan dengan mengarang buku, bikin album, bertamasya keliling dunia, jadi terkenal, punya banyak uang. Lalu kita dihadapkan dengan kosa… Read More