Susah(nya) Tidur

circadianclocksBerbahagialah mereka yang bisa tidur nyenyak di malam hari. Gak cuma asal tidur aja, tapi tidur yang berkualitas. Waktunya pas waktu tidur, durasinya cukup, dan nyenyak. Dengan jam kerja yang nggilani, bagi saya sebagian orang, hal ini adalah sebuah kemewahan.

Gak ingat kapan terakhir kali punya “quality sleep”. Sejak lulus SMA, ritme tidur saya berubah total. Jam biologis jadi amburadul karena tugas-tugas kuliah dan pekerjaan. Apalagi sejak tinggal di Canada. Perbedaan waktu 12-13 jam dengan WIB & WITA itu asoy banget. Ada aja pesan yang masuk di jam-jam tidur, mulai dari obrolan penting sampai basa-basi yang basi banget. Suara dan sinar dari layar ponsel itu sangat menggangu dan intrusif. Mau matiin ponsel tapi orangtua jauh, kalo ada emergency gimana? *amit-amit* (hashtag: nasib) (hashtag: firstworldproblem).

Tapi saya gak sendirian. Di Linimasmas ada Long-long dan Masagun yang punya masalah sama. Di Twitter? lebih banyak lagi. Sampai-sampai ada kelompok Tarekat Al-Insomniyyah. Liat aja timeline Twitter setiap dini hari. Pasti ada aja yang ngetwit “insom nih..”

insom

Tapi apa penyakit susah tidur yang kita alami ini Insomnia? belum tentu. Ternyata ada yang namanya Delayed Sleep Phase Disorder (DSPD).

  • Kalau kamu susah untuk tidur, gak nyenyak, durasi tidur sangat pendek, dan masih ngerasa capek banget pas bangun tidur, itu Insomnia.
  • Kalau kamu susah tidur, tapi bisa nyenyak, dan durasinya normal, berarti DSPD. Tidur lebih larut dan bangun lebih siang.

sleepphase

Saya sendiri mengidap DSPD. Kata seorang dokter, cukup kronis. Karena sudah menahun, akibatnya DSPD ini berpengaruh ke produksi hormon saya. Gak sehat banget lah pokoknya. Walaupun selalu digampangkan, tapi masalah tidur ini bisa berakibat buruk buat tubuh kita. Mulai dari depresi sampai pemicu kanker dan juga obesitas.


Kalau Insomnia bisa diobati dengan hypnotherapy, DSPD gak bisa. Gak mempan, katanya. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan dan mengurangi DSPD:

  1. Chronotherapy:

Bahasa simpelnya: ngatur jam tidur. Setiap harinya kita tidur dua-tiga jam lebih lama, sampai akhirnya jam tidur kembali ke waktu yang normal. Ini agak susah dilakukan buat mereka yang kerja kantoran.

  1. Bright Light Therapy:

Katanya, yang paling ampuh adalah sinar matahari. Kita tinggal duduk berjemur setiap paginya selama 30 menit – 1 jam. Ini susah dilakukan mereka yang tinggal di bagian utara bumi. Waktu musim dingin, malamnya jauh lebih panjang dan jarang banget ada matahari. Cara yang lain adalah dengan menggunakan sinar lampu yang sangat terang. Tapi ini jadi mirip anak ayam 😐

  1. Chamomile Tea & Lavender Oil:

Cara pengobatan herbal/holistik banyak banget digemari, mungkin karena efek samping yang hampir gak ada. Katanya teh bunga chamomile ampuh bikin rileks dan ngantuk, apalagi kalau dicampur dengan spearmint. Terus tambahkan, deh, essential oil di bantal biar tidurnya bisa nyenyak. Cara lainnya adalah dengan mandi air hangat 1-2 jam sebelum tidur. Dengan begitu kita mengirim sinyal ke tubuh untuk beristirahat.

  1. Melatonin:

“Hormon ngantuk” yang memang diproduksi oleh tubuh kita ini banyak di jual bebas. Katanya bisa ngobatin DSPD sampai jet lag. Dosis yang dijual juga bermacam-macam, mulai dari 1-10 mg. Katanya, dosis yang rendah justru ampuh mengobati DSPD. Tapi pemakaian di atas 4-6 minggu tidak dianjurkan.

crythm

Atas anjuran si dokter, saya akhirnya mencoba melatonin. Siapa tau bisa normal lagi.

Semalam saya sudah niat tidur cepat. Semua gawai disimpan jauh-jauh. Konsumsi melatonin jam 10 malam, jam 11 sudah lelap…….

 

tapi saya harus terbangun karena mimpi duduk satu ruangan dengan kuntilanak. Rupanya salah satu efek samping Melatonin adalah ‘vivid dream’ pada fase REM! Duh… susahnya tidur..

 

calvin-hobbes

 

garfield

4 thoughts on “Susah(nya) Tidur Leave a comment

  1. haiii,
    mau bagi cerita aja,

    karena saya pernah di keduanya ( cumen 3 jam setiap hari dan seminggu kemudian typus, atas bantuan obat utk typus tidur lbh banyak, kemudian begitu lagi, kemudian typus lagi, kemudian begitu lagi. dan juga punya jam tidur kebalik yg ternyata istilah kerennya DSPD),

    akhirnya saya mengurai permasalahan ini,
    karena typus yang berulang2 akan mengakibatkan berkurang drastisnya ketahanan tubuh dan atauuuu meningkatnya dosis obat yg harus saya minum ( terakhir saya menaklukan typus dengan persuasi diri bahwa susu murni kalengan di kombinasi dengan irrgular sleep pattern selama seminggu itu cukup ).

    nah,
    dari hasil pengamatan terhadap diri sendiri ( sungguh aku manusia narsis ),
    si insom dan DSPD ini akan muncul ketika badan kurang lelah, dan pikiran terlalu aktif mencari-cari kesalahan hidup (hehehe)

    lalu,
    yang saya lakukan adalah mencari cara supaya kedua hal tadi terbalik,
    saya sih dapetnya dengan cara lari dan yoga ya, ( dengan kesepahaman manusia adalah mahluk yang unik membawa sifat dan kapasitas dirinya masing – masing ).
    ketika lari saya membuat lelah badan saya,
    dan ketika yoga saya bermain dengan pikiran saya yg harus konsen dengan ketetapan minimal waktu, dan bahwa gerakan ini sebentar, sementara meyakinkan diri ini ga pegel sekaligus pengen udahan….tapi malu…

    cara ini tidak akan bereaksi malam itu juga,
    tapi percayalah ketika esok pagi bangun badan akan sakit semua,
    lalu siangnya akan berniat dengan teguh dalam hati hari ini mau tidur cepet
    lalu sorenya ga akan sanggup kelayapan,
    paling tidak, pada tahap itu, si tubuh sudah merasa lelah, dan pikiran beralih konsentrasi pada tubuh yang pegel2.
    dan pada saat fisik dan fikiran sedang singkron, mudah2an jam tidur membaik.
    sampai suatu saat si pikiran mencari gara2 lagi dengan memikirkan kesalahan hidup kembali ( namanya juga hidup )

    oya,
    ada satu cara lagi,
    entah kenapa, kalo coba baca buku saya selalu ngantuk

    semoga bermanfaat

Leave a Reply