ENTARPRENEUR

Beberapa hari lalu saya iseng baca-baca linimasa Twitter dan melihat ada seorang blogger yang didapuk menjadi ‘blogger extraordinaire’. Wah. Saya lantas bertanya-tanya, apa sih yang menyebabkan seseorang bisa dilabeli ‘blogger extraordinaire’? karena frekuensi ngeblog yang sering? atau, justru, sudah lama sekali jadi blogger?  karena kalau jawabannya ‘ya’, saya mau mengusulkan agar Nauval bisa jadi salah satunya. Dia ngeblog dari 2003, lho!


Seperti yang pernah ditulis Papah Glenn dalam Lulusan Twitter Institute, bermodal akses internet yang mumpuni, jaman sekarang siapapun bisa menjadi expert. Tidak lagi susah untuk menjadi “ahli” dalam bidang tertentu. Makanya, selain blogger extraordinaire kita juga pasti akrab dengan istilah social media strategist bagi mereka yang kayaknya paham banget soal social media. Ada juga istilah yang lagi ngetren: “motivartist”. Sebutan bagi artis-artis yang banting stir jadi motivator.

Google dan social media memang patut dijadikan tersangka utama atas menjamurnya buzzwords ini. Pada awalnya buzzword memang salah satu strategi marketing yang ampuh digunakan untuk menarik perhatian. Catchy, katanya. Dan salah satu kata yang paling sering digunakan adalah: entrepreneur. Saking seringnya, kata yang diserap dari bahasa Perancis abad ke-19 ini masuk ke dalam 10 besar kata yang paling sering dicantumkan di profil-profil LInkedIn di tahun 2013.



Seperti yang sering diucapkan para motivator, ‘Sky is the limit’. Saat ini siapapun bisa jadi entrepreneur.

Kamu adalah seorang ibu rumah tangga yang ingin punya bisnis sambilan? Lupakan ‘UKM’, terlalu Orba. Istilah yang lagi in sekarang adalah mumpreneur. Ayahmu sudah pensiun tapi masih punya usaha lain? beliau bisa disebut seniorpreneur. Kamu bekerja di korproat tapi merasa punya cukup kemampuan dan visi entrepreneurial untuk kantormu? kalau begitu kamu adalah seorang intrapreneur. Kamu visioner dan bisa membaca trend? futurpreneur. Bidangmu IT? kamu ITpreneur. Penulis? authorpreneur. Freelancer? minipreneur. Usahamu bergerak di bidang pertanian dan perkebunan? istilah yang pas adalah agripreneur. Desainer? despreneur. Ada juga creativepreneur. Menurut saya sangat redundant, syarat mutlak seorang entrepreneur kan harus kreatif, bukan?

Sudah bosan dengan istilah preneur-preneur? tunggu dulu. Ini gongnya. Ada seorang kawan lama yang menyebut dirinya emplopreneur. Apa itu? ndak tau. Mungkin, sekarang, syarat untuk punya usaha itu yang penting ketemu istilah catchy & sophisticated, masalah orang lain ngerti itu urusan belakangan. Kita terlalu sering dituntut untuk “Think outside the box”, dan inilah hasilnya. Now, can we all forget about the damn box and just… think?

(Kamu senang menunda-nunda pekerjaan tapi punya sejuta visi? mau usaha ini-itu? tenang, mungkin kamu adalah seorang entarpreneur.)

Advertisements

9 thoughts on “ENTARPRENEUR

  1. Pingback: Bekerja | LINIMASA

  2. hari ini salah strategi,
    biasanya baca linimasa dulu lalu ‘gosip-gosip’,
    entah kenapa malah kebalikannya dulu, jadi aja eneg.

    udah bisa pake label visipreneur belom?

    thank you ah udah bikin ketawa terus,
    jadi perutnya tighty for entire time

    • Ah, ya. Juga entrepreneurpreneurpreneur. Orang yang buka usaha untuk ngasihtau orang lain gimana caranya ngasihtau orang lain soal buka usaha.

      #rauwisuwis #lieurpreneur

Leave a Reply